Ketua APFI Chand Parwez di Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
Ketua APFI Chand Parwez di Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Survei: Film Komedi Paling Favorit di Indonesia

Hiburan film indonesia
Cecylia Rura • 16 Januari 2020 21:34
Jakarta: Hasil data survei paparan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan film nasional bergenre komedi paling difavoritkan pada 2019. Hasil ini juga mematahkan asumsi film horor paling difavoritkan di Indonesia.
 
Ini adalah penelitian kedua SMRC yang dilakukan pada 10-20 Desember 2019 dengan 1.000 orang berusia 15-38 tahun di 16 kota besar dengan rata-rata perekonomian tinggi.
 
Urutan pertama ditempati film bergenre komedi dengan 70,6 persen, kemudian horor dengan 66,2 persen, percintaan dengan 45,6 persen, dan laga dengan 37,4 persen. Angka ini diperoleh dengan rincian tiap responden menjawab maksimal tiga genre favorit. Sehingga jumlah persenan lebih dari 100.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jenis responden dibagi dalam tiga kategori usia, sebut saja pada Kategori I berusia 15-22 tahun, Kategori II berusia 23-30 tahun, dan Kategori III berusia 31-38 tahun.
 
Hasil responden Kategori I menampakkan tiga genre terfavorit dimulai dari komedi (74 persen), horor (73 persen) dan percintaan (50 persen). Angka ini sedikit berbeda dengan responden Kategori II yang memfavoritkan komedi (66 persen), horor (58 persen), dan pada urutan ketiga memfavoritkan genre laga (42 persen). Hasil responden Kategori III memiliki data angka kurang lebih sama dengan Kategori II dengan genre laga (43 persen).
 
Film bergenre komedi di Indonesia terbilang cukup berjaya dengan pencapaian angka di atas 1 juta penonton. Ada film Yowis Ben 2 dengan 1,03 juta penonton, Ghost Writer 1,1 juta penonton, Orang Kaya Baru 1,1 juta penonton, Preman Pensiun 1,1 juta penonton, My Stupid Boss 2 dengan 1,8 juta penonton, dan Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan dengan 2,5 juta penonton.
 
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI) memaparkan genre film keluarga sepanjang 2019 memberikan efek baik dalam ekosistem perfilman.
 
"Banyak film kita yang sangat membanggakan dari banyak genre. Salah satu genre yang menarik adalah genre tentang film keluarga," kata Chand Parwez di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Film bergenre keluarga membuka tahun 2019 melalui Keluarga Cemara dengan 1,7 juta penonton, lalu Dua Garis Biru dengan 2,5 juta penonton, dan pertumbuhan pesat dari film akhir tahun Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan yang pada akhir tahun memeroleh 1,6 juta penonton, kini melesat di angka 2,5 juta penonton. Namun, genre ini tak masuk dalam pertanyaan periset SMRC.
 
"Genre keluarga enggak ada karena pas pertanyaan (survei) kita tidak masukkan. Takutnya orang salah paham," kata Ade Armando, Direktur Komunikasi SMRC.
 
Hasil survei ini masuk dalam rangkaian diskusi film bertema Kaum Muda Indonesia dan Perilaku Penonton Film yang digelar APFI bersama data paparan dari SMRC. Tema diskusi dipaparkan melalui data hasil survei SMRC yang dibagi dalam dua penelitian berskala nasional.
 
Penelitian pertama dilakukan pada Agustus-September 2019 dengan responden 1.220 orang berusia 17 tahun ke atas di 103 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
 
Penelitian kedua dilakukan pada Desember 2019 pada 10-20 Desember 2019 dengan 1.000 orang berusia 15-38 tahun di 16 kota besar dengan rata-rata perekonomian tinggi.
 
SMRC berinisiatif melakukan survei ini sebagai bentuk kepedulian terhadap film Indonesia yang sedang bertumbuh. Penelitian ini dilakukan dengan dana dari SMRC sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR).
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif