Imlek merupakan salah satu hari besar keagamaan yang tahun ini jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Perayaan ini menjadi momen yang tepat untuk berkumpul bersama orang-orang terkasih sembari menikmati hidangan khas hingga menonton film.
Adapun rekomendasi tontonan lokal yang cocok menemani libur Imlek antara lain:
Rekomendasi Film Indonesia Cocok Ditonton saat Imlek
1. Teka Teki Tika (2021)
Teka Teki Tika menampilkan dinamika keluarga Tionghoa-Indonesia kaya raya. FIlm karya Ernest Prakasa ini berkisah tentang Budiman dan Sherly, sepasang suami istri kaya raya yang hidup hidupnya berubah ketika seorang perempuan misterius bernama Tika datang dan mengaku sebagai anak kandung Budiman dari hubungan masa lalu.
Kehadiran Tika sontak saja memicu konflik dan kecurigaan di dalam keluarga tersebut. Seiring terungkapnya berbagai rahasia, satu per satu karakter kemudian menunjukkan sisi asli mereka.
| Baca juga: Film Indonesia Makin Diakui di Festival Internasional, Ini Datanya |
2. Dimsum Martabak (2018)
Diperankan oleh Ayu Ting Ting sebagai Mona, seorang pekerja di restoran Tionghoa yang menyajikan dimsum. Nahas, Mona dipecat karena istri bosnya merasa cemburu. Ia kemudian bertemu Soga (Boy William) ketika sedang mencari pekerjaan baru, yang merupakan seorang pengusaha muda.
3. Gie (2005)

Selanjutnya ada Gie, film biografi karya Riri Riza yang mengangkat kisah hidup dan perjuangan Soe Hok Gie, aktivis dan penulis kritis keturunan Tionghoa di era 1960-an. Film ini dibintangi oleh Nicholas Saputra.
| Baca juga: Daftar Pengisi Suara Robot di Film Pelangi di Mars: Ada Gilang Dirga dan Kristo Immanuel |
4. The Photograph (2007)

The Photograph adalah film drama Indonesia arahan Nan Achnas yang mengangkat kisah tentang Sita, seorang perempuan yang terpaksa bekerja sebagai wanita penghibur karena terlilit utang. Ia kemudian pindah ke loteng rumah Johan (Lim Kay Tong), seorang fotografer tua keturunan Tionghoa.
5. Cek Toko Sebelah (2016)
Dibintangi oleh Ernest Prakasa dan Gisella Anastasia, Cek Toko Sebelah menyoroti kehidupan keluarga Tionghoa yang memiliki toko kelontong. Film ini mengisahkan tentang Erwin yang diwariskan toko sembako milik ayahnya.
Namun sebagai anak sulung, sang kakak yang bernama Yohan merasa lebih berhak meneruskan toko tersebut dibanding adik laki-lakinya. Konflik keluarga pun tak dapat dihindari lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News