Menurut Ale, warga kupang begitu antusias. Bahkan, dia menyebut tiket nonton film yang tayang 20 Juni 2019 itu sudah habis terjual di Kupang.
"Untuk hari Kamis ini sudah habis. Kemarin sudah sold out satu hari sebelumnya untuk yang tayang besok tanggal 20 di Kupang," kata Executive Producer, Nia Zulkarnaen.
Antusiasme warga Kupang membuat hati Ari merasa tenang karena tujuan utama mereka adalah film ini dapat diterima di tempat asalnya. Langkah tersebut akan membawa dampak positif lainnya ke tempat lain.
"Kami paling penting bahwa tempat di mana kami buat bisa menerima filmnya itu. Itu yang pertama. Ketika masyarakat setempat bisa menerima berarti kami tidak salah. Baru setelah itu pasti aura positifnya akan menular ke Indonesia,” ujar Ari.
"Paling tidak mereka merasakan bahwa terwakili. Kadang-kadang yang sudah tua juga mengatakan , 'kami juga merasakan apa yang adik ini rasakan’. Jadi tercerminlah apa yang dia rasakan," lanjut Ari.
Setelah menonton, warga Kupang disebut Nia berterima kasih karena mengangkat kisah dari NTT. Film ini memberikan pesan pada penonton untuk bangga dan mencintai Tanah Air.
"Mereka bilang terima kasih NTT diangkat di film ini dengan cerita yang luar biasa. Ini seperti mengisi ulang hati mereka terutama yang dewasa-dewasa yang di perkotaan bahwa kita belajar dari anak-anak NTT. Semangatnya, kecintaannya terhadap Indonesia tadi," kata Nia.
Film Rumah Merah Putih mengisahkan empat sahabat, Farel, Anton, Oscar, dan David menjadi peserta lomba panjat pinang pada lomba Agustusan, sepekan sebelum perayaan 17 Agustus. Bukannya bersatu, mereka justru berdebat bahkan menghilangkan cat merah putih milik Farel yang akan digunakan untuk peringatan kemerdekaan Indonesia nanti. Takut dimarahi ayah, Farel dan kawan-kawan mencari cara mengumpulkan uang untuk membeli cat merah putih jelang perayaan 17 Agustus.
Film Rumah Merah Putih dibintang Pevita Pearce, Yama Carlos, Shafira Umm, Abdurrahman Arif, dan Dicky Tapitapikalawan. Para pemain anak langsung melibatkan anak-anak asli dari Nusa Tenggara Timur yakni Petrick Rumlaklak dan Amori De Purivicacao.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News