Joker (Foto: Warner Bros)
Joker (Foto: Warner Bros)

Alasan Mengapa Joker Suka Menari

Hiburan film joker
Dhaifurrakhman Abas • 15 Oktober 2019 10:07
Jakarta: Film Joker besutan Todd Phillips telah berlayar di layar lebar awal Oktober 2019. Film tersebut menceritakan kehidupan Arthur Fleck yang miris serta asal muasal dirinya menjadi penjahat nomor wahid kota Gotham.
 
Di dalam film, sang sutradara turut menceritakan alasan mengapa Arthur Fleck terus-menerus tertawa secara tidak terkendali. Dia digambarkam terserang Pseudobulbar Affect (PBA) yang merupakan istilah untuk penyakit mental terkait gangguan emosi.
 
Namun disadari atau tidak, Arthur Fleck juga memiliki gejolak emosi lain yang tak terkendali. Dia secara terus menerus melakukam tarian dengan senyumannya yang mengerikan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti terlihat dalam di dalam film, Arthur Fleck yang diperankan Joaquin Phoenix itu cukup sering menari, terutama ketika dia tengah sendirian. Dia bebas menggerakkan kakinya dan melambaikan tangannya sesukanya di tempat privat, seperti di kamar mandi maupun di apartemennya yang berantakan.
 
Bahkan hal itu terus dilakukan saat Arthur Fleck bertransformasi menjadi penjahat nomor satu di kota Gotham. Joker terlihat berdansa menuruni anak tangga sebelum melakukan teror di kota tersebut.
 
Lantas, apa makna tarian di film Joker? Baru-baru ini, sang sutradara, Todd Phillips membocorkan alasannya. Katanya, itu merupakan manifestasi ekspresi pada diri karakter tersebut.
 
"Arthur Fleck memiliki musik di dalam dirinya. Dia memanifestasikan ekspresi dirinya melalui tarian," kata Philips, seperti diberitakan Looper.
 
Philips mengatakan, kebiasaan berdansa Arthur Fleck muncul dari buah pemikirannya dengan Joaquin Phoenix. Keduanya sepakat tarian itu berasal dari ekspresi yang disimpan dan terjebak di dalam diri Arthur Fleck.
 
"Percakapan tentang karakter Arthur berdampak besar pada hasil akhir. Karena banyak tarian dalam film itu tidak direncanakan dalam naskah," ungkap dia.
 
Awalnya, kata dia, adegan tarian hanya direncanakan sedikit saja. Yaitu ketika adegan Arthur Fleck bekerja menjadi badut yang menghibur orang-orang sekitar. Namun tarian tersebut justru berkembang dan menjadi sebuah simbol.
 
"Tarian itu kemudian berevolusi, untuk menunjukkan bagaimana musik di dalam Arthur berjuang untuk keluar. Masing-masing tarian menandai poin penting sepanjang perjalanan narasi Arthur. Dia menari ketika dia merasa baik tentang dirinya sendiri, atau ketika nyaman dengan memeluk seseorang," sambung dia.
 
Sang sutradara mengaku senang ada adegan tarian di dalam film besutannya itu. Bahkan menurutnya, gerakan dansa seharusnya lebih diperbanyak lagi.
 
Sementara itu, bintang Joker Joaquin Phoenix mengaku memerlukan persiapan matang ketika memeragakan adegan tersebut. Dia menggandeng koreografer, Michael Arnold dan menyaksikan YouTube untuk memeragakan dansa di film tersebut.
 
"Saya bekerja dengan koreografer untuk (tarian) itu," kata Phoenix
 
Dia mengaku, tarian itu terinspirasi dari Ray Bolger, yang merupakan seorang aktor, penari, pemain Broadway, dan vaudevillian. Bolger populer pada 1930-an.
 
"Secara khusus, saya mendapat inspirasi dari penampilan Bolger di The Old Soft Shoe dan arogansi aneh yang ia tunjukkan melalui tariannya," tandasnya.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif