Film Marlina Si Pembunuh Empat Babak Picu Diskusi Gender di Bioskop Inggris

Purba Wirastama 26 April 2018 19:47 WIB
film indonesia
Film Marlina Si Pembunuh Empat Babak Picu Diskusi Gender di Bioskop Inggris
Marsha Timothy dalam Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (cinesurya)
Bristol: Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak garapan sutradara Mouly Surya dirilis secara terbatas di bioskop Inggris dan Irlandia sejak 13 April 2018. Dalam salah satu sesi pemutaran dan diskusi di Bristol, film ini menjadi pemantik bahasan mengenai persoalan gender dalam masyarakat Indonesia.

Kabar ini disampaikan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di London, yang bekerja sama mengadakan sesi diskusi dengan bioskop arthouse Watershed serta masyarakat dan Persatuan Pelajar Indonesia di Bristol pada Selasa, 24 April 2018.

Hana Satriyo, pegiat isu gender dan partisipasi wanita, menyebut bahwa sulit bagi perempuan untuk keluar dari situasi penuh tekanan dan kekerasan.


"Seringkali belenggu tidak secara fisik, namun secara mental. Apalagi jika dilakukan oleh orang terdekat, seperti yang tergambar dalam salah satu tokoh di fillm Marlina," kata Hana dalam diskusi.

Film Marlina menggambarkan tokoh Marlina (Marsha Timothy) yang melapor kepada aparat setempat atas kekerasan, tetapi tidak mendapat penanganan dengan baik. Menurut Hana, hal semacam ini juga kerap terjadi di Indonesia, terutama lingkungan pedesaan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sudah ada perbaikan.

"Hingga tingkat kabupaten, kini sudah ada meja khusus untuk penanganan kekerasan terhadap perempuan," ucapnya.

Narasumber lain, Ekky Imanjaya, doktor di bidang Kajian Film dari Universitas East Anglia, menilai film Marlina sebagai selebrasi atas pesatnya perkembangan industri film Indonesia yang dimotori perempuan. Hanya ada empat sutradara/produser perempuan sebelum masa reformasi 1998. Namun kini jumlahnya bertambah. Salah satunya adalah Mouly.

Menurut Ekky, Marlina film yang berani melakukan eksperimen terhadap genre yang biasanya dikuasai lelaki.

"Sangat menarik bagaimana kisah tentang perempuan, disutradarai perempuan, namun memakai latar cerita ala koboi yang kesannya sangat maskulin," kata Ekky.

Marlina diputar di bioskop Watershed Bristol selama sepekan. Berikutnya, film produksi Cinesurya ini akan berkeliling ke sejumlah bioskop Inggris dan Irlandia selama masing-masing dua sampai tiga hari.

Jadwalnya berturut-turut, Exeter Phoenix (26 April), Ipswich Film Theatre (1 Mei), Dundee Contemporary Arts (6 Mei), Hyde Park Picturehouse (8 Mei), The Courtyard (18 Mei), Mareel (20 Mei), Riverbank Arts Centre (28 Mei), MAC Birmingham (25 Juni), Filmhouse Edinburgh (2 Juli), dan Deptforf Cinema (16 Agustus).



(ELG)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360