Musim kedua ini diproduksi oleh Hive Media Corp dan ditayangkan secara eksklusif di platform streaming Disney+ (serta Hulu untuk wilayah Amerika) mulai 9 September 2026. Mengambil latar belakang Korea Selatan era 1970-an hingga 1979 yang penuh pergolakan, cerita ini merajut ambisi tak bertepi, peredaran barang ilegal, hingga pengkhianatan di tubuh pemerintahan.
Sinopsis dan Jajaran Pemeran Utama
Melanjutkan narasi dari musim terdahulu, "Made in Korea 2" mengambil lompatan waktu sembilan tahun. Cerita berfokus pada dinamika kehidupan ganda Baek Ki-tae, seorang pejabat tinggi Badan Intelijen Korea (KCIA) yang diam-diam mengendalikan jaringan penyelundupan dan bisnis narkoba bawah tanah.Di musim kedua ini, Ki-tae telah mencapai posisi yang sangat kuat sebagai Wakil Direktur KCIA. Ambisinya untuk menguasai puncak kekuasaan politik dan finansial membawanya kembali berhadapan langsung dengan musuh bebuyutannya, Jaksa Jang Geon-young, seorang penegak hukum yang pantang menyerah dan bertekad membongkar seluruh skandal tersebut.
Kekuatan drama ini tak lepas dari jajaran aktor papan atas yang memperkuat jalinan cerita. Hyun Bin kembali memerankan tokoh Baek Ki-tae dengan pembawaan yang semakin dingin dan berkarisma, sementara Jung Woo-sung memerankan Jaksa Jang Geon-young yang gigih memburu keadilan. Woo Do-hwan hadir sebagai Baek Ki-hyun, adik kandung Ki-tae sekaligus perwira militer yang terjebak dalam dilema loyalitas dan persaudaraan.
Deretan pemeran pendukung lainnya turut menghidupkan konflik, antara lain Seo Eun-soo sebagai Oh Ye-jin yang kini naik jabatan menjadi jaksa, Jung Sung-il sebagai Cheon Seok-joong, Roh Jae-won sebagai Pyo Hak-su, Heo Jung-do sebagai Hwang Dae-sik, Won Ji-an sebagai Choi Yu-ji, hingga aktor kawakan Jepang, Lily Franky.
Penjelasan Ending dan Nasib Akhir Para Karakter
Puncak pertarungan di episode penutup menyoroti hasil akhir persaingan antara Baek Ki-tae dan Jang Geon-young. Perseteruan kedua tokoh ini tidak berakhir dengan kematian di salah satu pihak, melainkan sebuah kekalahan strategis. Jang Geon-young berhasil memojokkan Ki-tae hingga sang agen intelijen kehilangan seluruh pengaruh, aset, dan jaringan yang telah dibangunnya.Kendati demikian, persaingan mereka dianggap berakhir imbang secara moral dan posisi, mengingat konsekuensi berat yang juga harus ditanggung oleh sang jaksa dalam menumbangkan sistem korup tersebut.
Di tengah kejatuhannya, adegan dramatis terjadi saat Baek Ki-hyun menodongkan senjata api ke arah kakak kandungnya sendiri. Ki-hyun, yang sebelumnya berpura-pura berada dalam kondisi kritis untuk mengelabui Ki-tae, akhirnya mengambil tindakan tegas. Layar yang mendadak menggelap disusul letusan tembakan memberi petunjuk kuat bahwa Ki-hyun telah mengeksekusi Ki-tae demi mengakhiri ambisi gelap sang kakak.
Sementara itu, nasib karakter lainnya berujung dramatis, Cheon Seok-joong tewas tertembak oleh Ki-tae, Hwang Dae-sik selamat dari rencana pembunuhan berkat campur tangan Geon-young, dan Pyo Hak-su yang mengalami cacat kaki akibat tembakan Ki-tae memilih membelot ke kubu Dae-sik. Oh Ye-jin memilih kembali bertugas di 부산 (Busan), sedangkan peredaran obat terlarang Made in Korea diisyaratkan masih belum benar-benar terputus.
Misteri Adegan Terakhir dan Teori Makna Implisit
Satu hal yang paling menyita perhatian penonton di akhir cerita adalah kemunculan adegan kilas balik berformat hitam-putih di menit-menit terakhir. Dalam adegan tersebut, Baek Ki-tae terlihat sedang berbincang dengan Presiden Park dan Madam Shim. Menariknya, ketika Ki-tae berjalan dan menduduki kursi kepresidenan, warna visual secara perlahan berubah dari hitam-putih menjadi berwarna penuh.Perubahan sinematografi ini melahirkan dua interpretasi utama di kalangan penonton. Sebagian menganggapnya sebagai gambaran proyeksi ilusi dan ambisi tertinggi Ki-tae sebelum ajal menjemputnya, sementara sebagian lainnya menduga adegan ini merupakan petunjuk bahwa Ki-tae belum benar-benar tewas dan tengah menyiapkan rencana cadangan untuk kembali merebut kekuasaan.
Di balik misteri visual tersebut, "Made in Korea 2" menyampaikan pesan mendalam mengenai lingkaran kekuasaan yang tak pernah usai. Penumbangan satu figur penguasa tidak secara otomatis menghancurkan sistem korupsi yang sudah mengakar, melainkan hanya memindahkan kekuasaan tersebut ke tangan pihak lain.
Bentrokan antara Ki-tae dan adiknya, Ki-hyun, juga menjadi simbol pergeseran generasi, di mana generasi baru berusaha memutus tatanan lama meski harus dibayar dengan harga yang sangat mahal. Drama ini sukses menutup musimnya dengan memberikan jawaban atas konflik utama sekaligus menyisakan ruang perdebatan tentang hakikat ambisi manusia.
(Sumber: YouTube @Disney+ Indonesia)
(Dinda Intan Ramadhani)