Jakarta: Film Conjurig menghadirkan kisah patah hati dengan cara yang tidak biasa. Film ini mengajak penonton mengikuti kehidupan cosplayer hantu di Bandung.
Conjurig mengisahkan Piit (Dito Darmawan), pemuda yang kehilangan pekerjaan dan memilih kembali ke Bandung. Tanpa arah yang jelas, Piit kemudian mencari penghasilan dengan menjadi cosplayer hantu yang mengenakan kostum pocong di kawasan alun-alun Bandung.
Di balik penampilan menyeramkan tersebut, Piit sebenarnya sedang menghadapi persoalan pribadi. Kepulangannya ke Bandung tidak serta-merta membuat hidupnya lebih mudah karena dia juga harus berhadapan dengan patah hati.
Kostum pocong yang dikenakan Piit kemudian menjadi bagian dari perjalanan untuk menemukan kembali dirinya. Saat orang lain melihat sosok hantu, Piit justru menemukan ruang untuk menjalani kehidupan dengan caranya sendiri.
Cerita semakin menarik ketika Piit bertemu Tamy (Maizura), cosplayer bergaya gothic yang juga memiliki alasan untuk menyembunyikan identitasnya. Tamy berusaha keluar dari bayang-bayang keluarganya sebagai cucu seorang penyanyi ternama.
Pertemuan Piit dan Tamy mempertemukan dua orang yang sama-sama sedang mencari jati diri. Keduanya kemudian menjalani proses untuk berdamai dengan masalah masing-masing melalui berbagai kejadian yang dibalut drama dan komedi.
Conjurig sendiri terinspirasi dari Comjurig, komunitas cosplayer di Bandung yang mengenakan kostum hantu atau jurig dalam bahasa Sunda. Para cosplayer tersebut dikenal beraktivitas di kawasan Asia Afrika dan Braga untuk menghibur wisatawan sekaligus mencari penghasilan.
"Alun-Alun Bandung punya energi yang unik, ramai, hangat, dan penuh kejutan kecil di setiap sudutnya. Kami ingin CONJURIG menangkap energi itu sekaligus memperkenalkan Piit dan Tamy sebagai dua orang yang mencoba sembunyi dari masalah, tapi justru menemukan diri mereka sendiri di tengah keramaian," kata Tubagus Deddy, Sutradara Conjurig.
Menurut Tubagus Deddy, kostum yang digunakan para cosplayer juga memiliki makna tersendiri dalam cerita. Di balik penampilan yang menutupi wajah, terdapat orang-orang yang berusaha menjalani hidup dengan pilihan mereka sendiri.
"Cosplayer-cosplayer ini jujur soal apa yang mereka lakukan, mencari uang dengan cara yang mereka pilih sendiri. Justru banyak orang di luar sana yang nggak pakai topeng secara fisik, tapi malah menyembunyikan kejujuran mereka. Itu yang ingin CONJURIG angkat," katanya.
Bagi Dito Darmawan, memerankan Piit memberikan tantangan tersendiri. Dia harus menyampaikan emosi karakter yang sedang mengalami patah hati ketika sebagian besar tubuh dan wajahnya tertutup kostum serta riasan pocong.
"Ternyata jadi pocong itu nggak semudah kelihatannya. Riasannya tebal, apalagi syutingnya juga tidak hanya di malam hari, jadi makin menantang. Padahal Piit ini karakter yang emosinya kompleks, ada sedih, ada usaha buat nutupin luka, jadi saya harus cari cara sendiri buat tetap nyampein itu di tengah keterbatasan kostum dan riasan," kata Dito Darmawan, pemeran Piit.
Selain mengangkat kisah Piit dan Tamy, CONJURIG juga menjadi ruang bagi talenta muda Bandung untuk tampil bersama sejumlah aktor senior. Film ini membawa suasana lokal Bandung melalui lokasi, karakter, hingga kehidupan komunitas yang menjadi inspirasi ceritanya.
"Selain ceritanya yang dekat dengan keseharian, kami juga ingin CONJURIG jadi ruang buat talenta muda Bandung tampil berdampingan dengan aktor-aktor senior seperti Mathias Muchus, Joe P Project, dan Ferry Maryadi. Ini cara kami membawa wajah lokal Bandung ke layar lebar nasional," kata Muhammad Ariza Darmawan dari Global Borneo Entertainment.
Film produksi Global Borneo Entertainment bersama Bima Sakti Pictures dan Imagine ini dibintangi Dito Darmawan, Maizura, Ferry Maryadi, Mathias Muchus, Shella Fernanda, Bucek Deep, Joe P Project, Trie Utami, Anyun Cadel, Ikbal Fauzi, dan Wina Marrino.
Conjurig dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 1 Oktober 2026.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan