Lokasi Asli Waduk Salmokji
Lokasi Asli Waduk Salmokji

Misteri di Balik Layar, Inilah Fakta Waduk Salmokji yang Jadi Pusat Teror dalam Film

Muhammad Syahrul Ramadhan • 16 April 2026 12:48
Ringkasnya gini..
  • Film Salmokji berasal dari kisah nyata yaitu dari sebuah waduk di salah satu daerah di Korea Selatan
  • Tempat ini terletak di Yesan-gun, Provinsi Chungcheong Selatan, Korea Selatan. Waduk ini lebih dikenal karena reputasi mistisnya ketimbang fungsinya.
  • Salmokji dijuluki "titik pertemuan" antara manusia yang masih hidup dan roh yang sudah mati. Warga sekitar menyebutnya sebagai tempat pembantaian

Jakarta: Nama Waduk Salmokji mendadak menjadi buah bibir, tidak hanya di Korea Selatan tetapi juga di kalangan pencinta film horor Indonesia. Diangkat ke layar lebar dengan judul Salmokji: The Whispering Water, film ini sukses mencetak angka box office fantastis sejak dirilis pada 8 April 2026 di negeri asalnya.

Antusiasme warga Korea untuk melihat legenda lokal ini sangat tinggi. Pada hari pembukaannya, film ini mencatat total 116.825 penonton (termasuk pra-rilis). Angka ini membawa Salmokji: The Whispering Water menduduki peringkat pertama, bahkan melampaui film sejarah The King's Warden dan film Hollywood Project Hail Mary yang dibintangi Ryan Gosling.

Namun, di balik layar, Waduk Salmokji menyimpan sejarah dan legenda kelam yang membuat bulu kuduk berdiri. Inilah fakta-fakta yang perlu kamu ketahui:
Misteri di Balik Layar, Inilah Fakta Waduk Salmokji yang Jadi Pusat Teror dalam Film
(Waduk Salmokji)

Lokasi Nyata di Chungcheong Selatan

Waduk Salmokji bukanlah lokasi fiktif. Tempat ini terletak di Yesan-gun, Provinsi Chungcheong Selatan, Korea Selatan. Dibangun pada tahun 1982 untuk tujuan irigasi pertanian, waduk ini justru lebih dikenal karena reputasi mistisnya daripada fungsinya sebagai sarana pengairan.

Legenda Tempat Pembantaian dan Roh Mati

Dalam cerita rakyat lokal, Salmokji dijuluki sebagai "titik pertemuan" antara manusia yang masih hidup dan roh yang sudah mati. Bahkan, warga sekitar menyebutnya sebagai tempat pembantaian karena banyaknya kasus penenggelaman misterius. Pemancing dan warga lokal dilaporkan sering hilang tanpa jejak saat berada di area waduk ini.

Dilarang Lewat Jam 10 Malam

Ada aturan tak tertulis yang sangat ditaati oleh penduduk setempat, yaitu jangan berada di sekitar waduk setelah pukul 22.00 malam. Area ini dianggap sangat berbahaya saat malam tiba. Banyak saksi mata melaporkan penampakan sosok perempuan yang berdiri di atas air hingga suara-suara aneh yang menggema dari kegelapan waduk.

Teror Saat Pengambilan Gambar Ulang

Dalam filmnya, kengerian ini dialami oleh Su In (Kim Hye-yoon), seorang produser dari Onroad Media. Ia memimpin tim beranggotakan tujuh orang ke Waduk Salmokji hanya untuk mengambil ulang rekaman pemandangan jalan karena munculnya sosok misterius di footage sebelumnya.
 
Tugas sederhana tersebut berubah menjadi petaka saat anggota tim hilang satu per satu, diikuti teror suara dan bayangan gelap dari air. Ki Tae (Lee Jong-won), rekan Su In, akhirnya datang menyusul dan menghadapi peringatan mengerikan: "Kalian tidak bisa keluar hidup-hidup."

Kabar baiknya, bagi kamu yang penasaran dengan kengerian waduk ini, film Salmokji: The Whispering Water dipastikan akan segera tayang di Indonesia. Poster filmnya sudah mulai terpampang di jaringan bioskop besar seperti Cinema XXI, CGV, dan Cinepolis.

Mengingat sejarahnya yang berakar dari kejadian nyata di Korea, film ini diprediksi akan memberikan pengalaman horor yang jauh lebih intens bagi penonton tanah air. Berani menyaksikannya?

(Fany Wirda Putri)


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA