NEWSTICKER
Film Kemarin (Foto: dok. mahakaryapictures)
Film Kemarin (Foto: dok. mahakaryapictures)

Yakin Korona Mereda, Film Kemarin Tetap Tayang April 2020

Hiburan Film Kemarin Artis dan Virus Korona
Elang Riki Yanuar • 25 Maret 2020 08:00
Jakarta: Setelah sempat tertunda, film Kemarin memutuskan tetap merilis trailer resmi. Hanya saja, mereka merilis trailer tanpa mengadakan acara jumpa pers karena masih merebaknya pandemi korona di Indonesia.
 
Keputusan tetap merilis trailer didasari keyakinan rumah produksi Mahakarya Pictures akan meredanya virus korona pada bulan depan. Film Kemarin pun tetap akan tayang pada 23 April 2020.
 
"Setelah berdiskusi cukup panjang di internal kami dan juga mengingat jadwal rilis film ini masih 1 bulan kedepan serta sikap optimisme COVID-19 ini akan mereda. Akhirnya kami putuskan untuk tetap merilis trailer melalui media sosial tanpa ada seremoni apapun," kata Mahakarya Pictures dalam keterangan tertulisnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Film Kemarin berkisah tentang tragedi tsunami Selat Sunda yang menewaskan separuh personel band Seventeen pada akhir 2018. Tragedi yang menewaskan Bani (bassis), Herman Sikumbang (gitaris), Andi (drummer), serta Oki Wijaya (road manager), Ujang (kru) dan Dylan Sahara (istri Ifan vokalis Seventeen itu menjadi poros utama di film semi dokumenter ini.
 
Dua minggu sebelum tragedi terjadi, Seventeen hendak membuat dokumenter perjalanan mereka. Manajemen pun mulai merancang semua dokumen perjalanan selama hampir 20 tahun Seventeen. Sayang, rencana tersebut diurungkan karena tsunami yang menimpa mereka.
 
Namun, satu bulan kemudian tim manajemen menemukan kamera milik almarhum Andi yang merekam detik-detik terakhir kebersamaan mereka sebelum manggung. Bahkan momen saat tsunami datang menggulung panggung Seventeen di lagu kedua mereka pun terabadikan. Kamera Andi ditemukan dalam keadaan rusak namun memory card masih bisa diakses datanya.
 
"Setelah menemukan kamera Andi itu gue memutuskan untuk melanjutkan pembuatan documenter Seventeen. Ifan awalnya risi diikuti kamera ke mana-mana karena salah satu cerita di sana adalah kejadian setelah tsunami dan Ifan satu-satunya personel inti yang bertahan hidup," ujar Dendi Reynando, CEO Mahakarya Pictures.
 
Upie Guava didaulat menjadi sutradara bersanding dengan Wisnu Surya Pratama sebagai penulis naskah yang sebelumnya mengerjakan proyek film dokumenter juga. Footage video menjadi modal awal penulisan film ini, Stok footage yang dimiliki Seventeen berupa mini DV yang terkumpul dari tahun 2003. Total stok footage yang diolah sebanyak 50 jam lebih.
 
"Di setiap episode perjalanan Seventeen, kebetulan gue ada di dalamnya, dari pertama kali datang ke Jakarta dengan formasi sebelum Ifan, mengirim demo ke label, sampai pergantian vokalis. Terlibat di film ini merupakan kehormatan, setidaknya saya ikut terlibat untuk memberikan sesuatu untuk teman-teman Seventeen yang sudah tidak ada," kata Upie Guava.
 
Film Kemarin juga akan didistribusikan dan tayang di Malaysia.
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif