Foto udara permukiman Pulau Dohrekar yang terletak di Distrik Ayau, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Foto: MI/Sumaryanto Bronto
Foto udara permukiman Pulau Dohrekar yang terletak di Distrik Ayau, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Foto: MI/Sumaryanto Bronto

Kisah 8 Pulau Terluar Memantik Empati Penonton

Hiburan Ekspedisi Nusa Manggala
A. Firdaus • 14 Agustus 2019 22:18
Peneliti menemukan atol terbesar di Indonesia dengan luasan area sekitar 3 ribu hektare.
 
Jakarta:
Film Dokumenter Kisah 8 Pulau Terluar mampu menyedot perhatian pada tayangan perdananya di CGV Pacific Place, Jakarta, hari ini. Film yang merupakan buah dari Ekspedisi Nusa Manggala ini mampu menampilkan sisi unik dan menarik dari setiap pulau terluar yang dipotret.
 
Film ini mampu memotret 'keajaiban' dari setiap pulau yang menjadi fokus ekspedisi. Temuan di Kepulauan Mapia, Pulau Brass-Fanildo, misalnya. Peneliti menemukan atol terbesar di Indonesia dengan luasan area sekitar 3 ribu hektare.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Atol itu menjadi habitat unik bagi beragam biota laut seperti karang hias Lobophyllia, Physogyra, dan Cynarina lacrimalis. Bahkan, tujuh jenis kerang kima yang ada di Indonesia, terkumpul di atol ini.
 
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Papua Barat, Jamie Begome, mengaku terkesima dengan tayangan film dokumenter ini. Menurut dia, ekspedisi ini mampu membuka mata para pemangku kepentingan, dalam hal ini pemerintah, untuk menjaga dan merawat sumber daya yang terdapat di pulau-pulau terluar.
 
"Ekspedisi ini bisa menjadi bahan informasi publik. Sebab, sumber daya kita patut dipelihara, diperhatikan, serta diamankan untuk menunjang kedaulatan negara," kata Jamie kepada Medcom.id, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Melalui film ini, ia berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa mengambil kebijakan yang tepat dalam mengelola pulau-pulau terluar, terutama di Papua.
 
Baca: Kisah 8 Pulau Terluar Meluncur Lewat Ekspedisi Nusa Manggala
 
Ekspedisi Nusa Manggala melibatkan 55 peneliti dan ilmuwan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Peneliti yang ambil bagian di ekspedisi spesialis di bidang ekologi, daya dukung lingkungan, sosial kemanusiaan, serta geomorfologi.
 
Ekspedisi berlangsung selama 60 hari dimulai pada Oktober dan berakhir Desember 2018. Dari ekspedisinya terciptalah sebuah film dokumenter berjudul Kisah 8 Pulau Terluar. Tak hanya itu, LIPI juga meluncurkan buku bertajuk Ekspedisi Nusa Manggala.
 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif