Meski buku dan novelnya berlatar sama, yaitu di Tulehu (Maluku), novel ini menceritakan kisah yang berbeda dari film 'Cahaya dari Timur'. 'Jalan Lain ke Tulehu' bercerita tentang perjuangan Sani menyelamatkan anak-anak di Ambon dari konflik melalui sepakbola. Sedangkan, 'Cahaya dari Timur' mengisahkan seorang jurnalis bernama Gentur dalam melawan konflik pribadinya di tengah penugasannya ke daerah konflik di Ambon.
Sang produser film 'Cahaya dari Timur' Glenn Fredly mengatakan, novel ini merupakan gambaran lebih luas dari film 'Cahaya dari Timur'.
"Novel ini menjadi bagian dari rangkaian kampanye film ini. Ada potret lain yang ingin diangkat dari novel ini yang lain dari filmnya," ujar Glenn pada saat jumpa pers peluncuran buku 'Jalan Lain ke Tulehu' di Kemang, Jakarta Selatan, Senin (9/6/2014).
Sementara itu sang sutradara, Angga Dwimas Sasongko menambahkan, ia ingin masyarakat tidak hanya melihat kisah konflik Ambon terbatas hanya dari satu sudut pandang saja. "Akan lebih menarik untuk menceritakan konflik Ambon dari berbagai sudut pandang," tambahnya.
Zen RS mengatakan, sudah banyak novel yang diadapatasi ke dalam film. Begitu juga film yang kemudian diadaptasi dalam sebuah novel. Namun baginya, gagasan mengadaptasi film ke dalam sebuah novel dengan kisah yang berbeda adalah hal yang baru.
"Ini bukan sepenuhnya adaptasi dari film. Cerita di novel ini berdiri sendiri. Penggarapannya berbeda dari filmnya. Novel ini bisa menjadi pra-wacana sebelum kita nonton film 'Cahaya dari Timur'," promonya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News