Screenplay Films selaku rumah produksi menegaskan bahwa film drama romantis arahan sutradara Asep Kusdinar ini akan menghanyutkan perasaan para penonton.
Dalam sekuel pertama, Caramel (Michelle Ziudith) telah menemukan cintanya. Dave (Dimas Anggara) bahkan mengucapkan kalimat manis, "Kamu adalah karya Tuhan terindah yang akan selalu aku perjuangkan."
Akhir London Love Story seakan menjamin kebahagian mereka berdua. Namun, apa jadinya bila ada karakter kuat lain yang masuk dalam kehidupan mereka?
"Tapi cinta tanpa diuji, ia akan rapuh pada akhirnya. Begitulah premis yang ingin ditawarkan London Love Story 2. Gilang layak dihadirkan kembali,” seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima Metrotvnews.com dari Screenplay Films.
Bocoran premis di atas seolah jadi jaminan bagi calon penonton London Love Story 2 untuk menyaksikan lika-liku cinta karakter di atas. Terlebih karakter-karakter itu sudah melekat sejak film perdana Magic Hour (2015), dan London Love Story (2016).
Magic Hour tercatat berhasil menjual tiket sebanyak 860 ribu. Sementara London Love Story sebesar 1,25 juta. Angka-angka itu pula yang meyakinkan Screenplay Films melanjutkan drama cinta Caramel dan Dave.
"Totalitas juga dilakukan Screenplay Films dalam menghasilkan film drama remaja berkualitas. Proses produksi yang lebih dari dua minggu di Inggris dan Swiss menjadi bukti keseriusan mereka. Selain tuntutan cerita, pilihan lokasi pengambilan gambar di Inggris dan Swiss juga lebih pada pertimbangan membangun atmosfer romantisme cinta Caramel dan Dave,” tegas Screenplay Films.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News