Upi mendapat sebuah tugas dari rumah produksi Falcon Pictures untuk menggarap film berjudul My Stupid Boss, sebuah film bergenre komedi. Ini adalah sebuah tantangan bagi Upi karena film pertamanya yang berisikan komedi secara penuh.
Sebelum-sebelumnya Upi belum pernah sama sekali membuat sebuah film bergenre komedi, meskipun beberapa film garapan Upi selalu ada selipan-selipan humor.
Namun, justru Upi menanggapi santai hal ini. Dia anggap ini sebuah tantangan dan menikmatinya.
Tantangan Selama Produksi
Film My Stupid Boss ini diangkat dari sebuah blog yang kemudian diubah menjadi novel dengan judul sama. Latar cerita film ini berlokasi di Malaysia, sehingga proses syuting film ini juga dilakukan di Malaysia.
Selama proses syuting di Malaysia, Upi menuturkan bahwa bagi dirinya tidak terlalu banyak mengalami kendala berarti. Yang dibutuhkan hanyalah adaptasi dari tim Indonesia dan tim Malaysia.
"Kendalanya sih kalau kendala berarti-berarti banget sih enggak. Paling menyesuaikan sistem kerja. Karena kan mungkin Indonesia dan Malaysia punya sistem kerja yang berbeda," tutur Upi saat ditemui di kawasan Rasuna Said, Jakarta.

“Paling adaptasi doang sih, enggak ada kendala yang berat banget. Sama palingan cuaca yang agak beda," lanjutnya.
Selain berlokasi di Malaysia, salah satu yang menjadi tantangan Upi dalam mengerjakan film ini adalah mengenai citra dari pemeran utama film My Stupid Boss ini. Film My Stupid Boss dibintangi oleh Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari (BCL).
Seperti sudah diketahui, dua orang ini memiliki image pasangan yang sangat kuat sebagai sepasang kekasih di film Habibie & Ainun.
"Kalau masalah image mereka, itu kan sebuah tantangan ya. Mereka berdua (Reza dan BCL) sudah punya image itu, dan saya pingin mengganti image mereka jadi yan sekarang dalam film My Stupid Boss," ucap Upi.
"Karena ini tantangan justru saya malah senang.. hehehe," lanjut Upi sambil kemudian tertawa.
Bersaing dengan X-Men
Film My Stupid Boss sudah mulai tayang sejak tanggal 19 Mei 2016. Sehari sebelumnya, salah satu film blockbuster Hollywood, X-Men : Apocalypse juga baru saja tayang.
Film produksi 20th Century Fox tersebut juga dibuka dengan lebih dari 200 layar di bioskop-bioskop Indonesia. Sedangkan film My Stupid Boss awalnya dibuka di atas 100 layar.
“Film itu kan kalau sudah tayang jadi milik publik, filmnya jadi milik mereka juga, jadi ya terserah mereka,” ungkap Upi.
Upi menyerahkan film karyanya tersebut kepada para penonton. Jika penonton suka dan banyak peminat maka otomatis jumlah layar di bioskop untuk film tersebut juga meningkat.
Sekarang sih saya serahkan kepada penonton ya, kalau ternyata penontonnya memang niat dan mau mensupport My Stupid Boss, tentunya pihak 21 akan menambah layar," katanya.
“Semoga sih penontonnya memang banyak, jadi pihak 21 akan menambah layar untuk film My Stupid Boss,” harap Upi.

Kerinduan Akan Film Rock and Roll
Film terbaru Upi ini memang merupakan sebuah film bergenre komedi. Namun bagi mereka yang suka menikmati film bioskop di era 2000-an, pasti mengenal sosok sutradara yang satu ini melalui karya-karyanya yang memiliki konsep rock and roll.
Sebut saja Realita Cinta dan Rock n’ Roll yang bercerita tentang persahabatan, cinta, keluarga, dan cita-cita. Kemudian ada juga Radit dan Jani yang bercerita tentang cinta dan kehidupan masyarakat kelas bawah.
Sutradara Upi menuturkan bahwa dirinya merindukan masa-masa membuat film yang berkonsep seperti demikian.
“Kangen sih saya buat bikin film-film rock and roll gitu lagi, kayak Realita Cinta dan Rock n’ Roll sama Radit dan Jani,” kata Upi.
Ketika ditanyai mengenai niatan untuk menggarap film berkonsep rock and roll, Upi menuturkan bahwa ia memiliki niat untuk membuat film demikian.
Namun, menurut Upi salah satu yang menjadi kendala adalah tidak banyak produser yang berani membuat film-film berkonsep rock and roll.
“Pingin sih untuk bikin film begitu lagi, tapi entah kenapa produser-produser sekarang itu kurang gokil dan kurang berani. Jadi semakin sulit untuk memberi ide seperti dulu lagi, saya juga enggak ngerti kenapa. Bahkan, kalau dilihat film dulu itu jauh lebih berani dibanding film sekarang,” tutur sutradara film 30 Hari Mencari Cinta tersebut.
“Mungkin kalau saya buat film kayak Radit dan Jani sekarang mungkin akan banyak sekali sensornya, banyak sekali larangan-larangannya dan aturannya, ga sebebas dulu. Atau mungkin saya bikin cerita Realita Cinta dan Rock n’ Roll dengan transgendernya, mungkin saya sudah diprotes kali sama siapa gitu," pungkas Upi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News