Dalam proses pendalaman karakter, Hana mengaku sengaja membangun beban emosional yang dirasakan Naya agar tampil lebih nyata di layar. Karakter Naya digambarkan sebagai sosok perempuan yang memikul banyak beban hidup dan menyimpannya sendiri.
“Sebenernya ada fun fact ya, ada satu di mana memang aku consciously melakukan… Naya ini kan bebannya banyak, lalu dia simpan di bahu. Kita selalu bilang kan jangan terlalu nyimpan beban di bahumu, dan aku consciously melakukan itu. Jadi memang aku memberikan tensi yang cukup berat di bahu. Sehingga baru kita kayaknya tiga hari syuting atau seminggu itu aku tiba-tiba enggak bisa nengok,” cerita Hana.
Pendalaman karakter tersebut ternyata berdampak serius pada tubuhnya. Hana bahkan sempat mengalami cedera pada bagian leher dan bahu hingga kesulitan bergerak, padahal ia masih harus menjalani adegan-adegan berat secara emosional.
Ia pun akhirnya memanggil fisioterapis untuk membantu pemulihan. Dalam proses terapi tersebut, Hana mengaku harus menjalani penanganan dengan 40 jarum.
“Dan itu masih harus syuting dan scenenya lumayan berat. Akhirnya aku manggil fisio dan aku dijarum 40 jarum. Orang fisionya memang sudah langganan, dia bilang, ‘Hana kamu ngapain? Emang habis olahraga apa? Emang habis padel?’ Enggak, ini lagi syuting,” ujarnya.
Dari pengalaman tersebut, Hana menyadari bahwa kelelahan mental ternyata bisa memberikan dampak yang jauh lebih besar pada kondisi fisik dibandingkan kelelahan tubuh biasa.
“Jadi ternyata di situ aku sadar bahwa memang lelahnya mental itu jauh lebih melelahkan ke fisik kita dibandingkan dengan fisik sendiri,” kata Hana.
Ia juga mengaku mendapat pelajaran penting tentang bagaimana seseorang sebaiknya tidak memendam beban pikiran terlalu lama karena dapat berpengaruh pada kesehatan tubuh.
“Jadi di situ memang aku belajar, oh iya memang ketika ada sesuatu atau beban mental memang lebih baik dirilis dengan cepat supaya enggak jadi mengefek ke badan,” lanjutnya.
Tak hanya secara emosional, peran sebagai Naya juga menuntut Hana melakukan riset karakter yang cukup mendalam. Ia banyak mencari referensi dari kehidupan nyata, terutama tentang sosok ibu tunggal yang harus berjuang sendiri menghadapi tekanan hidup.
“Jadi kalau ditanya memang sangat berat, layar luar biasa karena kami mengupas sedalam mungkin apa yang dialami Naya. Dan risetnya banyak, mencari tahu ke orang-orang, lalu melihat sendiri single mom seperti apa, menggali seperti apa, dan energinya coba aku serap. Itu sebenarnya sangat melelahkan,” ungkap Hana.
Meski penuh tantangan, Hana menganggap semua proses tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab profesional seorang aktor. Baginya, pengorbanan fisik dan mental akan terasa sepadan ketika pesan dalam film dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton.
“Tetapi memang itu adalah risiko yang memang harus dijalankan sebagai aktor dan rasanya mungkin itu akan sangat terbayar ketika semuanya akhirnya bisa tersampaikan di dalam satu karya,” tutupnya.
Kupeluk Kamu Selamanya bakal tayang di bioskop mulai 30 April 2026.
(Maiza Jasmine A.R)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News