Fadjar Hutomo (Foto: Medcom/Kumara)
Fadjar Hutomo (Foto: Medcom/Kumara)

Akatara Diharapkan Memperbaiki Ekosistem Perfilman Indonesia

Hiburan film indonesia bekraf
Kumara Anggita • 10 Juli 2019 13:34
Jakarta: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Akatara ingin memperbaiki ekosistem perfilman Indonesia. Menurut Deputi Akses Permodalan, Fadjar Hutomo usaha ini bisa dilakukan salah satunya dengan menyediakan data basis penonton film Indonesia yang jelas.
 
Investor biasanya mengacu pada basis viewers untuk menentukan seberapa banyak orang akan menonton film yang para investor investasikan.
 
"Jadi ada namanya basis viewers, artinya gini dengan diketahuinya itu kita akan tahu sebuah judul film di Indonesia. Sebesar-besarnya berapa juta penonton yang akan dia capai. Ada yang tonton dua kali, tiga kali, sekali. Ini yang disebut dengan basis," ujarnya di Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya bisa memperkirakan sebagai investor karena misalnya dari basisnya tiga juta. Jadi saya tidak akan berharap 10 juta penonton,” ujarnya.
 
Kejelasan data seperti inilah yang akan ditunjukan di Akatara. Dengan seperti itu, investor akan lebih berani untuk berinvestasi.
 
Fadjar juga menambahkan bahwa Bekraf sendiri sedang mengekspansi pengembangannya tidak hanya di bidang produksi film semata, tapi juga non-produksi. Hal ini bisa menekan harga sehingga bisnis perfilman akan semakin berkembang.
 
"Tahun lalu kita mulai buka non-produksi film. Apa yang tersedia dalam rantai nilai produksi dan distribusi film itu kan yang akan memengaruhi cost produksi film saya. makin ini efisien. Makin tumbuh bisnisnya. Ada penyewaan peralatan film, studio film, animasi. Animasinya bisa di Indonesia atau harus dibawa ke Singapura. Ini kan akan memengaruhi cost," ujarnya.
 

 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif