1. Remember When
Freya (Michelle Ziudith) menginginkan hidup yang baru, yang lebih seru, yang lebih warna-warni. Freya bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja. Hubungannya bersama Moses (Miqdad Addausy) yang semula seru, kini terasa begitu menjemukan. Freya ingin seperti Gia (Stella Cornelia) dan Adrian (Maxime Bouttier), pasangan paling populer di sekolah.
Tidak jauh berbeda dengan Freya, Adrian sedang mengalami masalah yang sama. Adrian letih menghadapi Gia yang terlalu heboh. Adrian bosan bertengkar dengan papa. Dan puncaknya Adrian tenggelam dalam duka berkepanjangan ketika mama meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan.
Freya dan Adrian saling menemukan. Meski masing-masing telah memiliki pacar, keduanya tidak bisa memungkiri bahwa kebersamaan mereka terasa sangat menyenangkan. Pelan tapi pasti, kebersamaan Freya dan Adrian mengubah semuanya. Gia marah. Moses terluka. Hubungan empat remaja ini menjadi berbeda.
Film arahan sutradara Fajar Bustomi ini diangkat dari sebuah novel laris karya Winna Efendi berjudul sama. Film ini mulai tayang di bioskop Indonesia, 16 Oktober 2014.
2. 3 Nafas Likas

Kisah dalam film ini berlangsung dari era 1930 hingga 2000. Melalui masa perang kemerdekaan, pergolakan revolusi era 60-an hingga masa kejayaan perekonomian Indonesia dan berlatar di dua lokasi, seperti beberapa kota di Sumatera Utara dan Ottawa, Kanada.
Film ini bercerita tentang seorang perempuan istimewa bernama Likas dalam menjalani hidup yang luar biasa dan kemudian meraih berbagai pencapaian dan keberhasilan. Dia memegang teguh janji kepada tiga orang terpenting dalam hidupnya, yaitu ayah bernama Ngantari, kakak bernama Njohre, dan suami, Jamin. Janji yang kemudian selalu berada dalam setiap tarikan nafasnya. Nafas yang memberikan roh dan semangat dalam setiap tindakan, serta keputusannya. Keputusan yang lahir atas janjinya untuk terus berjuang dan kerinduan atas cinta.
Film arahan sutradara Rako Prijanto ini merupakan kisah nyata dari ibunda sang produser Riahna Jamin Gintings, Likas Tarigan. Film ini sengaja dibuat sebagai hadiah ulang tahun untuk Likas Tarigan yang telah berusia 90 tahun. Film ini mulai tayang di bioskop Indonesia pada 16 Oktober 2014.
3. Strawberry Surprise

Lima tahun yang lalu, Aggi (Acha Septriasa) dan Timur (Reza Rahadian) berpisah. Aggi memutuskan hubungan mereka. Timur adalah seorang fotografer di Bandung. Sedangkan, Aggi tinggal dan bekerja sebagai kurator galeri foto di Yogyakarta. Aggi lalu meminta Timur menemuinya lima tahun lagi. Jika mereka masih sendiri, mungkin mereka memang harus bersama.
Lima tahun kemudian, Timur menagih janji Aggi. Dia berangkat ke Yogyakarta, dan ternyata Aggi memang masih sendiri. Tapi, Aggi memberi syarat, Timur harus datang ke Yogyakarta setiap minggu dan mendengarkan cerita-cerita kegagalan cinta Aggi setelah dengan Timur. Di tengah kesibukan pekerjaannya, Timur mendatangi Aggi setiap minggu, dan dengan sabar mendengarkan cerita Aggi. Mereka jadi dekat lagi. Timur semakin yakin bahwa ia memang mencintai Aggi, gadis penggila buah stroberi, yang selalu bersikap tak terduga.
Namun, di tengah mereka ada Inda (Olivia Jensen), gadis manis, mantan pacar Timur. Inda masih sangat mengharapkan cinta Timur. Inda adalah kebalikan Aggi. Aggi begitu spontan dan meledak-ledak. Sedangkan, Inda sangat lembut dan selalu bersikap hati-hati. Inda ada di Bandung, dekat sekali dengan Timur. Sedangkan, Aggi di Yogyakarta, dan tak bersedia pindah dari sana. Inda begitu penuh perhatian kepada Timur, sedangkan Aggi memaksa Timur datang ke Yogyakarta setiap minggu dan mendengarkan curahan hatinya.
Mirisnya, setelah semua upaya yang dilakukan Timur, Aggi masih juga belum yakin kepadanya. Kebingungan Aggi memuncak ketika Inda mendatanginya, hanya sehari sebelum pernikahan Aggi dan Timur. Inda berkata, "Kamu tahu? Timur bahkan enggak suka makan stroberi."
Kisah cinta Aggy digambarkan seperti buah stroberi, yang kadang asam, manis, atau pahit. Film ini diangkat dari novel berjudul sama karya Desi Puspitasari. Film yang disutradarai Hanny R. Saputra mulai tayang di bioskop Indonesia, 9 Oktober 2014.
4. Garuda 19

Gelaran Piala AFF U-19 2013 di Sidoarjo. Garuda 19 berhasil menekuk Vietnam lewat adu penalti (7-6) di partai puncak dan berhak membawa pulang piala resmi pertama yang didapatkan Timnas Indonesia sejak 22 tahun lalu.
Terbayang kembali jejak para punggawa Garuda 19, ketika mulai direkrut Indra Sjafri dan tim pelatih. Di tengah perseteruan dualisme federasi, semua serba apa adanya, fasilitas dan dana yang minim. Namun tidak membuat gentar Indra Sjafri dkk. Mereka yakin ada bibit hebat pesepakbola tersebar di Nusantara.
Perjalanan ini pun dirasakan oleh seluruh pemain, seperti Yazid, (anak muda asal Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara), Sahrul (Ngawi, Jawa Timur) dan Yabes (Alor, Nusa Tenggara Timur). Alam seakan membentuk mereka sebagai pemain bola. Yabes selalu berlari setiap habis berlatih bola dari lapangan di kota Alor menuju rumahnya di pegunungan. Yazid yang senang berenang dan bermain bola di pasir pantai. Dan Syahrul yang mengasah talentanya lewat pertandingan antar kampung (tarkam).
Indra Sjafri dan tim pelatih menjemput mereka menjadi bagian bersama Evan Dimas dan kawan-kawan dalam Garuda 19. Mereka sama-sama merasakan kepahitan dan kegembiraan selama pemusatan latihan. Coach Indra Sjafri dan tim pelatih lainnya harus menggenjot mental dengan menyuntikkan semangat membatu. Termasuk bagaimana situasi perang urat syaraf ketika melawan Korea Selatan untuk menentukan nasib mengikuti Piala Asia, Oktober 2014.
Film ini diproduksi Mizan Production yang bekerja sama dengan Pertamina Enduro dan disutradarai Andibachtiar Yusuf. Sederet aktor seperti Mathias Muchs, Ibnu Jamil, Mandala Shoji, Reza Aditya, Bilqis Atari, dan Sumarlin Beta bermain dalam film ini. Film ini merupakan adaptasi buku "Semangat Membatu" karya FX Rudy Gunawan dan Guntur Cahyo Utomo. Film ini tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia sejak 9 Oktober 2014.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News