Jakarta: Titi Kamal menilai film Perumahan Laddaland punya teror yang berbeda dari versi aslinya, Laddaland (2011) asal Thailand. Film arahan Awi Suryadi ini menawarkan pendekatan psychological horror yang lebih menekan kondisi mental penonton.
Menurut Titi, Perumahan Laddaland tidak hanya mengandalkan penampakan atau jump scare untuk menciptakan ketakutan. Atmosfer mencekam justru dibangun sejak awal melalui konflik keluarga dan tekanan psikologis yang dialami para karakter.
“Film ini beda dari yang sebelum-sebelumnya karena genrenya psychological thriller dan psychological horror,” ungkap sang aktris saat ditemui awak media di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.
Titi menyebut ketegangan dalam film terus dipertahankan hingga akhir. Penonton akan diajak mengikuti kondisi keluarga yang perlahan terjebak dalam situasi semakin mengerikan setelah tinggal di sebuah perumahan di pinggiran kota.
“Film Perumahan Laddaland ini benar-benar mencekam, jadi dari awal sampai akhir, mental dan pikiran kita benar-benar diuji banget. Harus nonton rame-rame biar bisa teriak bareng,” ujar Titi Kamal.
Perbedaan dengan film original juga terlihat dari latar cerita. Awi Suryadi membawa kisah tersebut ke Indonesia dan menyesuaikannya dengan kondisi sosial pada 2026, sehingga sejumlah persoalan dalam film terasa lebih dekat dengan kehidupan penonton saat ini.
“Jadi kami lebih updated dengan keadaan sekarang. Di versi Indonesia, kami memperkenalkan karakter-karakter yang di versi Thailand tidak diekspos jauh, seperti PRT dan tetangga perumahan,” ungkap sutradara Awi.
Awi juga mendapat kebebasan dari kreator Thailand untuk melakukan penyesuaian berdasarkan kultur Indonesia. Hal tersebut dimanfaatkan untuk memperluas karakter serta kehidupan sosial di lingkungan perumahan.
“Kreator Thailand membebaskan kami untuk berkreasi sesuai kultur Indonesia. Saya baru kasih tunjuk ketika hasil akhirnya sudah jadi, dan mereka suka sekali dengan hasilnya,” lanjutnya.
Selain teror mistis, Perumahan Laddaland memasukkan persoalan finansial dan rumah tangga sebagai bagian penting dalam cerita. Tomy yang diperankan Andri Mashadi diceritakan mengambil KPR murah untuk rumah yang berada di kawasan terpencil.
Persoalan cicilan kemudian ikut memengaruhi kehidupan keluarga Tomy. Ketika kondisi finansial terganggu, hubungan rumah tangga mereka ikut berada dalam tekanan.
“Perumahan Laddaland ini sangat-sangat relate dengan keadaan kita ya, di mana banyak orang sekarang ambil KPR yang tidak sesuai sama gajinya, cicilan panjang, dan ketika finansialnya terganggu, itu juga mengganggu keutuhan rumah tangganya,” ungkap pemeran utama Andri Mashadi.
Perumahan Laddaland dibintangi Titi Kamal, Andri Mashadi, Anantya Kirana, Shakeel Fauzi Aisy, Aufa Assagaf, Laras Sardi, Raffan Al Aryan, Delia Husein, Adjis Doa Ibu, Arief Didu, Sriyatun, Sarah Tumiwa, Zidni Hakim, hingga Kikky Dradjat Martha.
Film Perumahan Laddaland bakal tayang di bioskop pada 13 Agustus 2026.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan