Dipa Andika, Viky Sianipar dan Ernest Prakasa (Foto: Dokumen Pribadi)
Dipa Andika, Viky Sianipar dan Ernest Prakasa (Foto: Dokumen Pribadi)

Ernest Prakasa Ungkap Rumitnya Proses Produksi Film Pulang Kampung

Elang Riki Yanuar • 07 Oktober 2026 23:19
Ringkasnya gini..
  • Rumah produksi Imajinari merilis trailer film Pulang Kampung di Djakarta XXI sebagai karya musikal etnis Batak pertama di Indonesia.
  • Film garapan sutradara Bene Dion ini menyoroti lika-liku kisah Daniel dan Uli dengan latar lanskap Samosir serta Danau Toba yang indah.
  • Mengusung tarian kolosal warga lokal dan komedi keluarga yang hangat, film ini siap menyapa bioskop Tanah Air mulai 26 November 2026.
Jakarta: Rumah produksi Imajinari kembali melahirkan karya unik yang siap mencetak sejarah baru di industri perfilman nasional lewat film Pulang Kampung. Mengambil lini genre yang terbilang langka, film ini resmi diperkenalkan sebagai musikal etnis pertama di Indonesia dalam acara Konferensi Pers Peluncuran Lagu Tema & Trailer yang digelar di Djakarta XXI, Jakarta Pusat, pada Rabu (7/10/2026).

Diproduseri oleh duo Ernest Prakasa dan Dipa Andika, serta disutradarai oleh Bene Dion Rajagukguk bersama ko-sutradara Kristo Immanuel, film yang dibalut keindahan alam Danau Toba dan Pulau Samosir ini dipastikan menyapa penonton bioskop Tanah Air mulai 26 November 2026.

Sinopsis: Ketika Misi Politik Berubah Jadi Asmara

Alur cerita film Pulang Kampung mengisahkan perjalanan Daniel (Axelo Nababan), pemuda Batak yang besar di Jakarta dan dipaksa pulang ke kampung halaman oleh sang ayah untuk kebutuhan kampanye calon anggota legislatif. Perjalanannya mengelilingi Samosir didampingi oleh Uli (Vanessa Simorangkir), sepupu lokal yang dinamis dan penuh energi.

Kehadiran Uli tak hanya membuka mata Daniel akan kekayaan budaya tanah leluhurnya, tetapi juga memercikkan benih-benih asmara yang rumit di antara mereka. Selain Axelo dan Vanessa, film ini turut didukung oleh jajaran pemeran berbakat seperti Judika Sihotang, Lea Simanjuntak, Rita Matu Mona, hingga Paulus Simangunsong.
   

Tantangan Syuting dan Rangkul Warga Lokal Samosir

Keunikan utama Pulang Kampung terletak pada keputusan tim produksi untuk melibatkan warga lokal Samosir secara langsung sebagai penari musikal kolosal. Produser Dipa Andika menyampaikan bahwa memboyong seluruh tim ke Pulau Samosir memang menjadi tantangan tersendiri, namun hal itu dilakukan demi menyajikan kebudayaan yang otentik.

"Tarian dilakukan 100 persen oleh orang Batak, beberapa warga lokal bahkan jadi talent baru yang kami temukan di sana. Kami juga sengaja tidak menggunakan orang yang sama di setiap wilayah agar keunikan tiap daerah terasa," kata Dipa.

"Harapannya, film musikal etnis ini bisa diterima hangat oleh semua kalangan penonton."

Di sisi lain, Ernest Prakasa membeberkan kerumitan logistik yang harus dihadapi Imajinari demi mewujudkan musikal etnis pertama di Indonesia ini.

"Membawa penari dari Jakarta ke Samosir itu sangat sulit, jadi kami merangkul warga lokal di sana. Mulai dari PNS, guru, sampai pedagang pasar kami ajak jadi figuran adegan musikal," jelas Ernest.

"Meskipun jalanan di Sumatera kelok-kelok dan medannya menantang, seluruh prosesnya ternyata sukses kami jalani. Kami ingin menyajikan musikalitas Batak yang otentik, penuh komedi, sekaligus menyentuh sebagai drama keluarga."

Dengan semangat kebudayaan yang kental serta sajian musik yang menghibur, film Pulang Kampung siap memberikan pengalaman menonton yang hangat dan berbeda bagi seluruh penikmat film Indonesia di bioskop akhir tahun ini.
 
(Sumber: Instagram @pilem.pulang.kampung)





(Dinda Intan Ramadhani)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA