Tom Cruise di film Digger (Foto: Warner Bros. Pictures)
Tom Cruise di film Digger (Foto: Warner Bros. Pictures)

Film Digger yang Dibintangi Tom Cruise Jeblok di Box Office, Ini Kata Sutradara

Basuki Rachmat • 08 Oktober 2026 07:27
Ringkasnya gini..
  • Sutradara Alejandro González Iñárritu buka suara terkait respons beragam dan ulasan buruk kritikus terhadap film Digger, menyebut dirinya lebih menyukai karyanya memancing perdebatan ketimbang sekadar mendapat respons biasa.
  • Iñárritu menegaskan bahwa Digger mengangkat isu ekologi di mana umat manusia adalah "bencananya", sehingga ia mewajarkan jika pendekatan cerita yang tidak biasa ini tidak bisa memuaskan selera semua orang.
  • Meski dibintangi Tom Cruise, film beranggaran hingga USD180 juta ini terancam rugi besar di box office, dengan proyeksi kerugian mencapai USD200 juta (sekitar Rp3,5 triliun) akibat debut pembukaan yang hanya menyentuh angka USD8 juta.
Jakarta: Sutradara peraih Oscar, Alejandro González Iñárritu, akhirnya angkat bicara mengenai film terbarunya, Digger, yang mendapat respons beragam dari kritikus dan kurang mendapat sambutan di box office.

Dalam wawancara terbaru bersama The New York Times, Iñárritu mengaku menyadari bahwa film garapannya tidak akan disukai semua orang. Ia pun menanggapi kritik serta skor rendah yang diterima Digger dari sejumlah kritikus.

Alih-alih kecewa, Iñárritu justru mengaku lebih memilih filmnya memancing perdebatan dibandingkan mendapat respons yang biasa-biasa saja.

"Saya lebih memilih hal itu daripada sambutan yang biasa-biasa saja," ujar González Iñárritu, dikutip dari Entertainment Weekly, Rabu, 7 Oktober 2026.

Menurutnya, Digger memang bukan film yang sempurna. Namun, keputusan untuk mengambil risiko dan menghadirkan cerita yang tidak biasa merupakan bagian dari pendekatan kreatif yang ingin ia pertahankan.

"Film ini tidak sempurna. Saya suka mengambil risiko. Menurut saya, ini jelas film yang tidak biasa. Ini film yang memancing pemikiran," lanjutnya.

Iñárritu juga melihat film sebagai medium untuk membuka percakapan. Karena itu, ia tidak mempermasalahkan apabila karyanya memunculkan perbedaan pendapat di kalangan penonton.

"Bagi saya, itulah peran sebuah film-mari kita mulai percakapan. Selera pribadi saya adalah film-film yang mencoba menyampaikan sesuatu dengan cara yang berbeda," tuturnya.

Ia pun menyadari bahwa tidak semua penonton memiliki selera yang sama dalam menikmati sebuah film. Menurutnya, sebagian orang mungkin membutuhkan pola penceritaan yang lebih mudah ditebak, sementara Digger justru menawarkan pendekatan yang berbeda.

"Ada orang-orang yang menginginkan kepastian lebih dalam penceritaan, dan itu pun tidak masalah. Film ini bukan seperti es krim. Jadi, ya, sejujurnya kami sudah menduga hal itu," ungkap González Iñárritu.
   

Digger Dapat Respons Beragam


Respons terhadap Digger memang terbilang beragam. Di Rotten Tomatoes, film tersebut sejauh ini memperoleh skor 51 persen dari kritikus. Namun, respons penonton justru lebih positif dengan skor 71 persen.

Hal serupa juga terlihat di Metacritic. Digger mendapat skor 46 dari 100 berdasarkan penilaian kritikus, sementara pengguna memberikan nilai 66 dari 100.

Di balik cerita film tersebut, Iñárritu ingin menyampaikan gambaran mengenai hubungan manusia dengan lingkungan dan berbagai persoalan yang muncul akibat ulah manusia sendiri.

"Film ini adalah film bencana, tetapi bencananya adalah kita sendiri. Dunia ini begitu indah dan luar biasa. Ada begitu banyak sumber daya, dan keseimbangan ekosistemnya sungguh sangat indah," ujar Iñárritu.

Ia berharap pesan tersebut dapat membuka ruang bagi penonton untuk melihat kembali posisi manusia dalam kehidupan dan lingkungan di sekitarnya.

"Jika kita bisa berkumpul di ruangan yang sama, dalam realitas yang sama, dan memahami posisi kita dalam narasi ini, menurut saya itu memberikan harapan," tutupnya.
 

Digger Terancam Rugi Triliunan Rupiah


Meski mendapat respons yang cukup positif dari sebagian penonton, Digger belum mampu menunjukkan performa yang memuaskan di box office.

Nama besar Tom Cruise dan Alejandro González Iñárritu ternyata belum cukup untuk menarik minat penonton dalam jumlah besar. Film tersebut bahkan terancam mengalami kerugian besar setelah resmi tayang di bioskop pada 1 Oktober 2026.

Diproduksi dengan anggaran sekitar USD160-180 juta atau setara Rp2,8-3,2 triliun, Digger hanya mampu mengumpulkan sekitar USD8 juta atau Rp143 miliar pada pekan pertama penayangannya di Amerika Utara.

Dengan capaian tersebut, film ini diperkirakan berpotensi mengalami kerugian sedikitnya USD150-200 juta atau sekitar Rp2,6-3,5 triliun dari penayangan bioskop.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA