Jakarta: Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, memberikan apresiasi kepada pendiri Langit Pictures, Ferly Halim yang segera merilis film Takkan Kubiarkan Kau Menangis. Teuku Riefky Harsya menilai langkah Ferly membangun rumah produksi sendiri merupakan contoh positif bagi generasi muda.
Menurutnya, keberanian menciptakan karya sekaligus membangun usaha di sektor kreatif akan memperkuat fondasi ekonomi kreatif Indonesia pada masa mendatang. Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap Ferly sebagai perempuan muda yang mampu menghasilkan karya dengan pesan sosial sekaligus mengembangkan perusahaan kreatif secara mandiri.
Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong pertumbuhan rumah produksi nasional melalui penguatan ekosistem perfilman dan perluasan akses layar bioskop di berbagai daerah.
Ferly pun berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada perkembangan perfilman nasional. Menurutnya, masa awal penayangan merupakan periode penting yang menentukan keberhasilan sebuah film dalam menarik perhatian penonton sehingga setiap karya membutuhkan kesempatan yang sama untuk menemukan audiensnya.
"Sebagai rumah produksi, perjuangan kami tidak berhenti ketika film selesai dibuat. Justru tantangan berikutnya adalah bagaimana menghadirkan film tersebut kepada masyarakat. Kami berharap semakin banyak ruang dan kesempatan bagi film Indonesia untuk berkembang sehingga karya-karya yang membawa nilai edukasi dapat benar-benar sampai kepada publik," ujar Ferly.
Sebagai sineas muda, Ferly memiliki tanggung jawab yang cukup besar. Selain menyutradarai film, ia juga memimpin Langit Pictures sebagai rumah produksi independen yang terus berupaya melahirkan karya berkualitas. Peran tersebut membuatnya harus mampu mengelola aspek kreatif sekaligus menjalankan strategi bisnis agar perusahaan terus berkembang.
Ferly meyakini film dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat. Karena itu, setiap karya yang diproduksinya tidak hanya mengedepankan hiburan, tetapi juga mengangkat nilai edukasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ferly mengangkat cerita tentang hubungan orang tua dan anak yang kerap dihadapkan pada tantangan komunikasi. Film ini menyoroti pentingnya keluarga sebagai tempat pertama bagi anak mengenal nilai kehidupan, membangun karakter, dan menumbuhkan cita-cita.
"Kadang kita lebih mudah menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada orang lain dibandingkan kepada keluarga sendiri. Padahal rumah adalah tempat pertama lahirnya mimpi, harapan, dan masa depan seorang anak," ungkap Ferly Halim.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi. Ia menilai film yang membawa nilai edukasi seperti Takkan Kubiarkan Kau Menangis perlu memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk menjangkau masyarakat.
Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis dijadwalkan tayang di seluruh jaringan bioskop XXI mulai 16 Juli 2026. Melalui kisah yang menyentuh tentang keluarga, film ini ingin mengajak masyarakat menyadari bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih impian.
"Dukungan pemerintah terhadap rumah produksi independen diharapkan mampu membuka jalan lahirnya lebih banyak film Indonesia yang berkualitas dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," tutupnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan