Purnama Tuta di Ngobras Bareng Medcom
Purnama Tuta di Ngobras Bareng Medcom

Sutradara Tak Menyangka Everyday is a Lullaby Tayang di Festival Film Busan

Hiburan film indonesia sineas kita Festival Film Busan
Elang Riki Yanuar • 26 September 2020 08:00
Jakarta: Sutradara Purnama Tuta tak menyangka film terbarunya, Everyday is a Lullaby berhasil lolos seleksi di Busan International Film Festival atau Festival Film Busan 2020.
 
Everyday is a Lullaby akan diputar dalam program A Window on Asian Cinema bersama 31 film Asia lainnya. Bagi Purnama Tuta, ini menjadi kali pertama filmnya bisa diputar di festival besar macam Busan International Film Festival.
 
"Busan itu hal yang luar biasa banget. Busan itu festival besar. Kita juga tidak ada yang menyangka. Saya belum menjadi sutradara langganan festival film. Ada sutradara yang sebelum bikin sudah ditunggu sama festival film besar. Ini pertama kali juga buat saya. Semua enggak ada menyangka saja masuk Busan International Film Festival," kata Purnama Tuta dalam acara Ngobras (Ngobrol Asyik) Bareng Medcom.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Everyday is a Lullaby bercerita tentang seorang penulis yang sekarat yang mencoba menulis karyanya dan menyadari bahwa ia telah mati dan hidup di dalam ceritanya. Menampilkan Anjasmara, Fahrani dan Raihaanun sebagai pemeran utama.
 
"Skripnya ini benar-benar mind blowing. Ada dunia di dalam dunia di dalam dunia. Filmnya tidak didesain jadi film dibuat mudah. Soal penulis yang sekarat lagi mau bikin cerita. Tapi dia tidak sadar kalau dia sudah mati dalam cerita yang dia tulis," jelas Tuta.
 
Sutradara Tak Menyangka Everyday is a Lullaby Tayang di Festival Film Busan
 
Everyday Is a Lullaby sudah disiapkan sejak 2016. Tuta mengaku langsung terkesima begitu membaca skenario film yang ditulis Ilya Sigma itu. Film Everyday Is a Lullaby diproduksi oleh The United Team of Art (TUTA) Films.
 
"Pas baca halaman kedua, buset ini bagus banget. Itu kaya kemarahan dia (penulis naskah) pada saat itu. Semua yang ditawarin ke dia itu harus bikin film ini film itu. Susah banget bikin film yang dia mau. Waktu itu inspirasinya dari situ. Apa yang mau disampaikan itu bagaimana kita belajar menyambut. Belajar mengenal. Ini bisa jadi beautiful movie to making friend with that," jelas Tuta.
 

 
(ELG)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif