Meski bukan satu-satunya produser perempuan untuk saat ini, produser yang karib disapa Lala itu mengaku terinspirasi cara sang ayah bekerja ketika menjadi produser musik di Remaco.
"Aku lebih melihat sepak terjang bapakku karena bapakku produser musik. Lebih banyak ke dia (inspirasi). Jadi lebih ke dia bagaimana dia begitu punya passion besar di musik," kata Sheila Timothy dalam Ngobrol Daring bersama Medcom dan Studio PFN, Jumat, 24 April 2020.
Kurang lebih selama 11 tahun Sheila Timothy mengemban peran sebagai produser film di LifeLike Pictures. Lala memelajari kinerja produser yang tak sekadar mendanai proyek.
"Dari pencarian cerita, pendanaan, terlibat di kreatif, pencarian kru, cast, sampai marketing distribusi tugas seorang produser," kata Lala Timothy.
Dalam diskusi bertema Peran Perempuan dalan Sinema Indonesia, Sheila Timothy juga mengungkapkan tak pernah merasa ada ketimpangan gender sebagai produser. Namun, tentu ada tantangan di balik profesinya terlepas dia seorang perempuan.
"Saya enggak pernah menemukan hambatan khusus karena saya perempuan karena saya terbiasa lahir atau besar di sekolah perempuan dari SMA Tarakanita yang perempuan semua," cerita Lala.
"Kepala sekolah selalu menekankan bahwa perempuan harus berdaya guna mandiri. Jadi terus terang saya sering ditanya apakah ada kesulitan masuk ke dalam industri film? Sulit, ada, tapi tantangan sebagai produser dan sineas," kata Lala.
Sejumlah film Indonesia yang telah diproduseri Sheila Timothy bersama LifeLike Pictures antara lain Pintu Terlarang, Modus Anomali, Tabula Rasa, Banda, dan Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News