Poster film Kokuho (dok. IMDb)
Poster film Kokuho (dok. IMDb)

Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Kokuho, Perjalanan Hidup Sang Putra Yakuza

Elang Riki Yanuar • 17 Februari 2026 08:00
Ringkasnya gini..
  • Film Jepang Kokuho tayang di Indonesia 18 Februari 2026 usai pecahkan rekor box office di Jepang.
  • Disutradarai Lee Sang-il, Kokuho diadaptasi dari novel Shuichi Yoshida dan diputar di Cannes Film Festival.
  • Dibintangi Ryo Yoshizawa, film ini angkat kisah rivalitas dan ambisi di dunia kabuki.
Jakarta: Film drama sejarah Jepang Kokuho akhirnya dipastikan tayang di Indonesia pada 18 Februari 2026 setelah mencetak rekor box office di negara asalnya.
 
Disutradarai oleh Lee Sang-il, film ini pertama kali dirilis di Jepang pada 6 Juni 2025 dan langsung menjadi fenomena nasional. Kesuksesan tersebut membuka jalan distribusi global, termasuk penayangan di bioskop Indonesia awal 2026.
 
Diadaptasi dari novel karya Shuichi Yoshida, Kokuho sebelumnya juga diputar di sejumlah festival film internasional bergengsi seperti Cannes Film Festival. Film berdurasi hampir tiga jam ini disebut sebagai salah satu film live-action Jepang terlaris sepanjang masa dan masuk dalam perbincangan musim penghargaan 2026.

Deretan pemeran dipimpin oleh Ryo Yoshizawa sebagai Kikuo Tachibana, bersama Ryusei Yokohama yang memerankan rival sekaligus sahabatnya dalam dunia kabuki. Totalitas akting keduanya menuai pujian karena harus menjalani pelatihan intens demi menampilkan seni kabuki secara autentik di layar lebar.

Sinopsis Film Kokuho

Kokuho mengikuti perjalanan hidup Kikuo Tachibana, putra seorang pemimpin yakuza yang kehidupannya berubah drastis setelah tragedi keluarga. Ia kemudian diasuh oleh seorang maestro kabuki ternama dan mulai menjalani disiplin keras dunia seni pertunjukan tradisional Jepang.
 
Seiring waktu, Kikuo tumbuh bersama anak kandung sang maestro. Hubungan keduanya berkembang menjadi perpaduan antara persahabatan, persaingan, dan ambisi untuk mencapai puncak kesempurnaan sebagai aktor kabuki, khususnya dalam peran onnagata, yakni laki-laki yang memerankan karakter perempuan di atas panggung.
 
Dengan latar waktu pasca-Perang Dunia II hingga beberapa dekade setelahnya, Kokuho menghadirkan kisah emosional tentang pengorbanan, harga diri, serta makna menjadi “harta nasional” dalam dunia seni dan tradisi Jepang. (Maulia Chasanah)
 

 

 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA