Gala premier film Bumi Itu Bulat di XXI Epicentrum Jakarta (Foto: Medcom/Purba)
Gala premier film Bumi Itu Bulat di XXI Epicentrum Jakarta (Foto: Medcom/Purba)

Film Bumi Itu Bulat Diharapkan Menggugah Kesadaran Toleransi

Hiburan Film Bumi Itu Bulat
Purba Wirastama • 02 April 2019 20:45
Jakarta: Film drama persahabatan Bumi Itu Bulat digagas GP Ansor bersama Robert Ronny, Christine Hakim, dan Arie Kriting sebagai respons atas beragam masalah intoleransi. Mereka berharap film ini mampu menggugah kesadaran penonton soal pentingnya toleransi dalam hidup bermasyarakat.
 
"Masalah intoleransi meningkat drastis beberapa tahun terakhir. Ini bukan kira-kira atau kata siapa, tetapi fakta. Bahwa ada kasus seperti pembakaran, penutupan tempat ibadah. Tentu saja GP Ansor paling tahu karena mereka paham statistik di lapangan," kata Robert dalam gala premier di XXI Epicentrum Jakarta, Selasa, 2 April 2019.
 
Syaiful dari GP Ansor berujar hal serupa. Kasus ketidakadilan karena paham intoleransi semakin banyak terungkap. Namun kebanyakan orang cenderung diam kala mengetahui masalah terjadi di sekitar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Film ini semestinya menggugah kita semua karena hari ini, kita mayoritas diam melihat intoleransi pesat berkembang. Mereka (kaum intoleran) kecil, tetapi berisik. Sementara yang mayoritas diam – diam karena takut, tidak tahu, atau memang tidak peduli lagi," kata Syaiful.
 
Bagi Syaiful, penghormatan terhadap hak-hak individu, misalnya beragama, seharusnya dijunjung tinggi dan tetap diperlakukan dalam ruang pribadi.
 
"Ketika kita sudah ada di masyarakat, karena sudah bertemu dengan orang lain, pada hakekatnya kita ini sama – sama-sama manusia Indonesia yang harus dihilangkan sekat-sekatnya saat berinteraksi. Di ruang pribadi, kita punya hak masing-masing," ungkap Syaiful.
 
Ron Widodo, yang bergabung sebagai sutradara, menemukan masalah yang sama di lingkungan sekitarnya. Bahkan dalam lingkup kecil seperti pergaulan sehari-hari.
 
"Kita tidak omong intoleransi besar ya, tetapi yang kecil. Misal orang nanya, 'Lo agamanya apa?' Secara enggak langsung, orang akan terintimidasi. Saya ingin memberikan gambaran kepada penonton, ini lho yang terjadi di sekitar. Setelah ini, mau berbuat apa?" ungkapnya.
 
Keresahan itu akhirnya dituangkan lewat kisah persahabatan Rahabi dengan empat kawan kuliahnya, relasi dengan ayah dan adiknya, serta relasi dengan Aisha, mantan penyanyi yang telah "hijrah" untuk mendalami agama. Rahabi mendekati Aisha agar grup musik acapella dia bisa masuk studio rekaman. Perjalanan ini diwarnai dengan konflik radikalisme agama di kampus.
 
"Mudah-mudahan film ini menggugah mayoritas supaya mau bersuara, bahwa intoleransi harus dicegah dan diredam di bumi Nusantara. Kita tahu Indonesia beragam sehingga tidak ada klaim kebenaran yang mengalahkan kemajemukan," pungkas Syaiful.
 
Bumi Itu Bulat akan dirilis di bioskop pada 11 April 2018.
 

 

(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif