Soal Kasus Benyamin Biang Kerok, Syamsul Fuad Enggan Terima Uang
Poster Film Benyamin Biang Kerok (1972) dan versi tahun 2018
Jakarta: Syamsul Fuad, penulis naskah film Benyamin Biang Kerok versi 1972 mengaku enggan menerima uang dari produser Benyamin Biang Kerok versi 2018 jika intensi mereka adalah "tali kasih". Syamsul tetap berpegang pada klaimnya sebagai pemilik hak cipta atas judul dan karakter film tersebut.

"Sekarang bukan masalah uang Rp25 juta lagi," kata Syamsul usai sidang perdana gugatan balik dari Max Pictures di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 7 Mei 2018.

Alasan Falcon Pictures Tak Penuhi Permintaan Rp25 Juta untuk Kasus "Biang Kerok"



"Prinsipnya satu. Apa yang saya minta dan apa yang mereka berikan adalah uang hak cipta, bukan tali kasih. Kalau tali kasih kan pemberian mereka, ya saya tolak," imbuhnya.

Syamsul belum bisa menyebutkan nominal yang dia minta jika gugatan dari pihaknya dipenuhi. Dalam perkara hak cipta di PN Jakpus yang terdaftar dengan nomor 9/Pdt.Sus HKI/Cipta/2018/PN Niaga Jkt.Pst pada 5 Maret, Syamsul selaku penggugat menuntut ganti rugi materiil dan imateriil sebesar Rp11 miliar.

Falcon Klaim Telah Beli Segala Hak atas Film-film Benyamin

Namun menurut pria kelahiran 1936 ini, soal jumlah akan dibicarakan jika tuntutannya atas pengakuan hak cipta dipenuhi Falcon Pictures dan Max Pictures selaku pihak tergugat.

"Jumlahnya kita bicarakan lagi. Soal Rp25 juta sudah enggak berlaku, apalagi sekarang (kasus) ada di tangan pengacara, berarti sudah lain. Kecuali dulu, sebelum ada gugatan pengadilan, bisa kita bicarakan," ungkap Syamsul.

Alasan Max Pictures Gugat Balik Penulis Asli Benyamin Biang Kerok Rp50 M

"Belum saya pikirkan (jumlahnya). Biaya yang saya keluarkan selama ini, tenaga, pikiran. Ini sidang ke berapa, sudah keenam," tambah pria 81 tahun ini, yang saban hari bertandang di kantor redaksi Pos Kota, surat kabar tempatnya dulu bekerja sebagai wartawan.

Sebelumnya, Syamsul menuding Falcon dan Max telah melanggar hak cipta lewat proyek film Benyamin Biang Kerok dan Biang Kerok Beruntung versi 2018. Sebagai pemilik cerita asli dan penulis naskah, dia mengklaim sebagai pemilik hak cipta atas judul dan karakter film. Dia juga mengaku belum pernah mengalihkan hak itu ke pemilik lain.

Sementara itu, produser Max, Ody Mulya Hidayat, lewat kuasa hukum HRM Bagiono menggugat balik Syamsul di pengadilan yang sama. Ody menuding gugatan hukum Syamsul membuat film Benyamin Biang Kerok 2018 punya citra negatif dan tidak laris di bioskop. Ody menuntut Syamsul membayar ganti rugi Rp50 miliar. Gugatan ganti rugi ini masuk tahap mediasi.

 



(DEV)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id