Pencapaian ini menegaskan lompatan besar bagi industri perfilman ASEAN yang kini semakin diperhitungkan di kancah sinema global lewat narasi yang autentik dan kaya akan nilai budaya lokal.
Tujuh Film Asia Tenggara Menuju Oscar 2027
1. Four Seasons in Java (Empat Musim Pertiwi)
Indonesia secara resmi mengirimkan film “Four Seasons in Java” atau “Empat Musim Pertiwi” karya sutradara Kamila Andini untuk berjuang memperebutkan Piala Oscar 2027. Film drama emosional ini menyoroti kehidupan Pertiwi, seorang wanita yang harus berhadapan kembali dengan kenangan kelam, dinamika masyarakat, dan kekerasan masa lalu setelah resmi bebas dari penjara dan pulang ke kampung halamannya.Sineas Kamila Andini merajut kisah ini dengan menggandeng aktris papan atas Putri Marino sebagai Pertiwi, didukung oleh penampilan apik Christine Hakim serta Arya Saloka. Karya ini telah melangsungkan pemutaran perdana dunianya di Toronto International Film Festival pada September 2026 sebelum akhirnya resmi menyapa penonton bioskop Tanah Air mulai 8 Oktober 2026.
(Sumber: YouTube @Forka Films)
2. Becoming Human (Chiet Chea Manusa)
Kamboja mengandalkan “Becoming Human” atau “Chiet Chea Manusa” sebagai wakil resminya dalam perburuan nominasi Film Fitur Internasional Terbaik Oscar 2027. Sineas Polen Ly menandai debut film panjangnya dengan mengisahkan Thida, sesosok hantu penjaga roh di bioskop tua yang dihadapkan pada dilema antara memilih reinkarnasi menjadi manusia atau tetap menjelma roh tanpa tempat tinggal saat bioskop tersebut hendak dihancurkan.Pertemuan Thida dengan pria bernama Hai mengungkap ikatan emosional mendalam sekaligus mengeksplorasi isu perubahan sosial dan pemulihan trauma sejarah di Kamboja. Sebelum didaftarkan ke ajang Academy Awards, film ini menggelar tayang perdana di Venice International Film Festival 2025 serta berkeliling di Busan International Film Festival dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival.
(Sumber: YouTube @Light On)
3. Spirit Guardians: The Last Secret of the First Emperor
Vietnam menjagokan film sejarah fantasi “Spirit Guardians: The Last Secret of the First Emperor” atau “Hộ Linh Tráng Sĩ Bí Ẩn Mộ Vua Đinh” untuk bersaing di seleksi awal Oscar 2027. Sutradara Nguyễn Phan Quang Bình mengangkat legenda populer seputar makam kaisar pertama Vietnam, Đinh Tiên Hoàng, pada masa pemerintahan Dinasti Đinh melalui petualangan tujuh prajurit tangguh yang mengemban misi rahasia melindungi situs suci tersebut.Jajaran pemain berbakat Vietnam mengeksekusi aksi laga dan drama kolosal ini dengan memukau di layar lebar. Film ini mencatatkan sejarah sebagai karya Vietnam pertama yang berhasil menembus program prestisius Gala Presentations di Toronto International Film Festival 2026 sebelum tayang luas di bioskop kawasan Asia Tenggara.
(Sumber: YouTube @TIFF)
4. The Fox King (Semusim Lara)
Malaysia mengusung film drama “The Fox King” atau “Semusim Lara” karya sutradara Woo Ming Jin sebagai amunisi utama menuju panggung Piala Oscar 2027. Cerita berfokus pada kehidupan saudara kembar Ali dan Amir yang tumbuh tanpa figur seorang ibu, hingga hubungan kekeluargaan mereka merenggang saat sang ayah memutuskan untuk menikah lagi.Kehadiran Lara, seorang guru bahasa Inggris baru yang diperankan oleh aktris kenamaan Indonesia Dian Sastrowardoyo bersama aktor muda Idan Aedan serta Hadi Putra, membawa pengaruh dan dinamika besar dalam kehidupan kedua remaja tersebut. Sebelum resmi tayang di bioskop Malaysia pada 17 September 2026, proyek kolaborasi Malaysia dan Indonesia ini sukses mencuri perhatian di Toronto International Film Festival 2025, Busan International Film Festival, dan Jakarta Film Week.
(Sumber: YouTube @Kuman Pictures)
5. 9 Temples to Heaven
Thailand mempercayakan peluangnya di Academy Awards 2027 kepada film “9 Temples to Heaven” atau “9 วัด สู่สวรรค์” yang disutradarai oleh Sompot Chidgasornpongse. Film ini mengisahkan perjalanan spiritual sembilan anggota keluarga yang berusaha mendatangi sembilan kuil berbeda dalam satu hari setelah seorang peramal memprediksi bahwa nenek mereka yang berusia 83 tahun tidak akan bertahan hingga ulang tahun berikutnya.Perjalanan intens tersebut perlahan membongkar konflik internal, perbedaan pandangan keyakinan, serta pergeseran nilai antargenerasi di antara para anggota keluarga yang diperankan oleh Sompop Songkampol dan jajaran aktor Thailand lainnya. Karya ini mencetak prestasi gemilang saat melakukan pemutaran perdana di program Directors Fortnight Cannes Film Festival 2026 serta membawa pulang penghargaan Best Director di Shanghai International Film Festival 2026.
(Sumber: YouTube @Film at Lincoln Center)
6. We Are All Strangers
Singapura resmi mendaftarkan film “We Are All Strangers” karya sutradara ternama Anthony Chen untuk mewakili negaranya dalam persaingan Oscar 2027. Narasi film ini berfokus pada Junyang, pemuda berusia 21 tahun yang diuji oleh dinamika rumit ketika kekasihnya hamil di saat sang ayah yang lama menduda memutuskan untuk memulai hubungan asmara baru.Penampilan emosional dari Yeo Yann Yann, Koh Jia Ler, Andi Lim, serta Regene Lim berhasil menghidupkan benturan emosi dan ikatan keluarga dalam konteks masyarakat modern Singapura. Sebagai penutup dari trilogi Growing Up setelah Ilo Ilo dan Wet Season, film ini mencatatkan sejarah sebagai perwakilan Singapura pertama yang berkompetisi di Berlin International Film Festival pada awal tahun 2026 sebelum tayang secara global.
(Sumber: YouTube @Giraffe Pictures)
7. Filipiñana
Filipina memilih film “Filipiñana” karya sutradara Rafael Manuel sebagai perwakilan resmi untuk melangkah ke babak seleksi Best International Feature Film Oscar 2027. Film ini menceritakan kisah Isabel, seorang pekerja muda yang bertugas sebagai pencari bola golf di sebuah klub eksklusif, di mana ia secara tidak sengaja menyaksikan berbagai rahasia gelap serta realitas kehidupan kaum elit.Aktris Jorrybell Agoto dan Carmen Castellanos membawakan peran mereka dengan kuat untuk menyoroti isu ketimpangan kelas, eksploitasi kekuasaan, dan kekerasan struktural yang terjadi di Filipina. Menandai debut film panjangnya, karya ini sukses meraih World Cinema Dramatic Special Jury Award at Sundance Film Festival 2026 serta diputar di Berlin International Film Festival sebelum menyapa para pencinta film di bioskop internasional.
(Sumber: YouTube @Kino Lorber)
Melalui ragam genre dan cerita yang menyentuh, ketujuh film Asia Tenggara ini membawa harapan besar untuk menembus daftar pendek shortlist hingga nominasi resmi Piala Oscar 2027. Mari kita dukung terus karya-karya terbaik sineas ASEAN agar mampu mengukir sejarah baru di panggung sinema tertinggi dunia.
(Dinda Intan Ramadhani)