Sutradara dan penulis naskah Nia Dinata kembali menghadirkan dinamika dan kompleksitas moral dalam hubungan keluarga poligami di era modern yang menyinggung masalah psikologis, emosional, serta konflik hak waris.
Film ini hadir sebagai karya yang merefleksikan dinamika relasi keluarga dan posisi perempuan dan anak dalam konteks sosial yang relevan dengan masa sekarang.
Relevansi Isu Poligami di Era Sekarang
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu perselingkuhan dan poligami di Indonesia, Komnas Perempuan menyebut praktik poligami kerap diawali dengan perselingkuhan. Hal ini pun berdampak pada penderitaan psikologis serta penelantaran terhadap perempuan.Perbincangan mengenai dampak mental dalam keluarga poligami juga kembali mencuat tahun ini, termasuk sorotan para psikolog mengenai meningkatnya risiko stres kronis, kecemasan, depresi, hingga rendahnya rasa percaya diri pada perempuan dan anak dalam relasi keluarga yang timpang.
Tidak Lanjutkan Cerita 20 Tahun Lalu
Berangkat dari realitas tersebut, alih-alih menjadi kelanjutan langsung dari film tahun 2006, Berbagi Suami 2.0 hadir sebagai karya baru dengan tiga karakter utama dan dinamika keluarga yang berbeda.Nia Dinata menyebut isu poligami tetap menjadi benang merah yang menghubungkan ketiganya, sekaligus membuka perspektif baru mengenai dampak emosional, tekanan sosial, dan ketimpangan relasi dalam keluarga modern.
“Dua puluh tahun lalu, Berbagi Suami berbicara tentang poligami sebagai fenomena sosial yang mulai terlihat di ruang publik. Hari ini, struktur film tetap dengan tiga karakter keluarga, detail dan kondisinya mengalami perubahan sesuai dengan zaman, tetapi persoalan tentang ketimpangan relasi, luka emosional, dan posisi perempuan dalam keluarga masih sangat relevan,” tutur Nia.
“Film ini berangkat bukan dari penghakiman, tetapi dari sebuah ajakan untuk merasakan dampak yang sering kali disembunyikan dan dianggap normal,” lanjutnya.
Menurut sutradara tersebut, banyak persoalan personal perkawinan dan keluarga berkembang menjadi sesuatu yang sensasional berkat era digital media sosial. Ia melihat bahwa luka emosional dalam hubungan sering kali dinormalisasi. Padahal, dampaknya dapat berjangka panjang bagi semua pihak, termasuk anak-anak.
Detail Produksi dan Jadwal Tayang Film Berbagi Suami 2.0
Diproduksi oleh Kalyana Shira Films, Berbagi Suami 2.0 menjalani proses produksi di Yogyakarta, Solo, dan Jakarta selama beberapa bulan ke depan.Sejumlah kru inti yang terlibat dalam film Berbagi Suami (2006), termasuk Penata Sinematografi Ipung Rachmat Syaiful, Penata Busana Tania Soeprapto, dan Penata Musik Aghi Narottama kembali bergabung dalam proyek ini.
Selain itu, Melissa Karim, yang turut berakting dalam film Berbagi Suami dua dekade lalu, hadir sebagai produser. Film ini diharapkan dapat membuka ruang diskusi publik mengenai relasi, keluarga, dan dinamika sosial yang masih terus terjadi di tengah masyarakat modern.
Berbagi Suami 2.0 dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia tahun 2027.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News