Film Joker (Foto: warnerbros)
Film Joker (Foto: warnerbros)

Penonton Joker di Amerika Kabur Setelah Ada Pria Mencurigakan

Hiburan film joker
Medcom • 18 Oktober 2019 14:21
Jakarta: Penonton di pemutaran film Joker pada pembukaan akhir pekan kemarin kabur mengevakuasi dirinya di salah satu teater Long Beach, California, Amerika Serikat setelah terdapat seorang pria yang bertindak mencurigakan.
 
Menurut pihak Long Beach Post, saat kejadian pada 5 Oktober 2019 itu, polisi langsung dikirimkan ke teater Regal Edwards di Long Beach Towne Center setelah mereka menerima panggilan bahwa ada sebuah tembakan yang terdengar.
 
Juru bicara kepolisian Long Beach, Arantxa Chavarria, mengatakan bahwa para penonton bioskop mengevakuasi teater secara mandiri karena subjek yang mencurigakan berada di dalam.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Petugas berada di tempat dalam satu menit pengiriman dan menemukan pelanggan telah dievakuasi sendiri karena seorang pria dewasa yang mencurigakan yang mengenakan ransel dan melihat keluar kerumunan di dekat pintu keluar darurat di dalam teater," kata Departemen Kepolisian Long Beach, yang diunggah di halaman Facebook resmi mereka.
 
Mereka juga menjelaskan bahwa tersangka itu sekarang sudah ditahan dan tidak ditemukan memiliki senjata apa pun, namun tersangka ditahan karena ada surat perintah yang tidak terkait.
 
Kejadian ini terjadi setelah Cinemark Century Huntington Beach dan XD Cineplex ditutup pada 3 Oktober setelah menerima kabar tentang ancaman kredibel di sekitar pemutaran film.
 
Dalam minggu-minggu menjelang rilisnya Joker, Warner Bros telah mengangkat alis dalam satu tahun penembakan massal di seluruh negara. Juga bersama dengan koneksi IP-nya ke penembakan Juli 2012 di Aurora, pada saat pemutaran The Dark Knight Rises yang menewaskan 12 orang dan melukai 70 orang.
 
Bulan lalu, beberapa keluarga korban Aurora berbicara tentang kekhawatiran atas film tersebut. Sebagai tanggapan, Warner Bros berusaha untuk mengatasi masalah itu dan berjanji itu bukan maksud dari filmnya, melainkan untuk mengangkat karakter ini sebagai pahlawan.
 
Halaman daftar Joker situs Cinemark juga menyoroti kebijakan dalam mengenakan kostum yang menyatakan pelarangan memakai topeng, topi, helm yang menutupi wajah, dan melukis di dalam teater ataupun auditorium.
 
(Azhar Bagas Ramadhan)
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif