Vigilante (2023) (Foto: YouTube @Disney+ Indonesia)
Vigilante (2023) (Foto: YouTube @Disney+ Indonesia)

Rekomendasi Drakor Terbaik yang Menyimpan Kritik Tajam Peradilan Formal

Elang Riki Yanuar • 17 Oktober 2026 16:20
Ringkasnya gini..
  • Sistem hukum dan peradilan formal kerap meninggalkan celah yang membuat para korban merasa tidak mendapatkan keadilan secara utuh.
  • Keenam drama Korea ini menghadirkan sudut pandang berani mengenai aksi penghakiman mandiri dan kritik terhadap hukum resmi negara.
  • Penonton diajak menyelami dilema moral saat keadilan harus ditegakkan di luar batas perundangan yang berlaku.
Jakarta: Banyak judul drama Korea bertema kriminal dan hukum tidak hanya menjual ketegangan investigasi, tetapi juga menyuarakan kritik tajam terhadap kelemahan sistem peradilan formal. Fenomena hukum yang tumpul ke atas serta kegagalan perlindungan terhadap korban mendorong lahirnya narasi penghakiman jalanan yang penuh dilema moral.
 

Taxi Driver (2021)

Perusahaan Rainbow Taxi menjalankan operasi rahasia balas dendam di Seoul demi membantu para korban kejahatan yang tidak mendapatkan keadilan dari hukum resmi. Kim Do-gi bersama tim mekanik dan peretas terlatih mengeksekusi misi pembalasan dendam secara terencana terhadap para pelaku kekerasan, penipuan, hingga perundungan. Tindakan mereka memicu konflik intensif dengan pihak kejaksaan yang berusaha menegakkan prosedur hukum formal di tengah kebobrokan sistem peradilan.

Disutradarai oleh Park Joon-woo untuk musim pertama dan Lee Dan untuk musim kedua, drama ini dibintangi oleh Lee Je-hoon, Kim Eui-sung, Pyo Ye-jin, dan Jang Hyuk-jin. Penayangan perdananya dimulai pada 9 April 2021 di SBS serta Viu, menyindir keras adagium hukum yang sering kali tumpul ke atas namun tajam ke bawah.


(Sumber: YouTube @Viu Indonesia)
 

The Devil Judge (2021)

Layar kaca menampilkan ruang sidang dystopian Korea Selatan yang diubah menjadi ajang reality show interaktif secara langsung di bawah pimpinan hakim ketua Kang Yo-han. Berlatar masa krisis politik dan sosial, Kang Yo-han menjatuhkan hukuman berat tanpa ampun berdasarkan persetujuan suara terbanyak dari masyarakat yang memberikan vote melalui aplikasi. Hakim pemula Kim Ga-on berupaya membongkar motivasi tersembunyi di balik persidangan publik tersebut yang penuh konspirasi dengan yayasan penguasa.

Drama yang disutradarai oleh Choi Jung-kyu ini menampilkan jajaran aktor ternama seperti Ji Sung, Kim Min-jung, Jinyoung, dan Park Gyu-young. Serial bertema hukum ini mengudara pada 3 Juli 2021 di tvN serta dapat disaksikan melalui Viu, menyentuh isu kerapuhan peradilan resmi dan bahaya populisme hukum.


(Sumber: YouTube @Viki Global TV)
   

Juvenile Justice (2022)

Pengadilan Distrik Yeonhwa menjadi arena perjuangan Hakim Shim Eun-seok yang memiliki kebencian mendalam terhadap kejahatan remaja di bawah umur. Kisah ini berfokus pada penanganan berbagai kasus kriminal berat yang dilakukan oleh anak-anak yang sering kali memanfaatkan celah undang-undang perlindungan remaja untuk menghindari sanksi pidana. Bersama rekan sejawatnya Hakim Cha Tae-joo, Shim Eun-seok memberlakukan vonis ketat demi memberikan efek jera yang nyata tanpa celah kompromi.

Disutradarai oleh Hong Jong-chan, drama ini dibintangi oleh Kim Hye-soo, Kim Mu-yeol, Lee Sung-min, dan Lee Jung-eun. Dirilis secara global di platform Netflix pada 25 Februari 2022, narasi ini mengkritik batas toleransi sistem hukum formal terhadap kejahatan anak yang kian meresahkan.


(Sumber: YouTube @Netflix Indonesia)
 

The Killing Vote (2023)

Drama Korea ini menghadirkan fenomena eksekusi hukum berbasis suara rakyat yang dipicu oleh sosok misterius bertopeng anjing bernama Gaetal di Korea Selatan pada tahun 2023. Fenomena ini bermula saat Gaetal mengirimkan pesan polling eksekusi mati kepada seluruh warga berusia di atas 18 tahun untuk menghukum penjahat kelas kakap yang berhasil lolos dari vonis berat. Tim kepolisian yang dipimpin oleh Kim Moo-chan dan Joo Hyun berpacu dengan waktu untuk menghentikan aksi main hakim sendiri tersebut sekaligus menghadapi dilema moral.

Serial garapan sutradara Park Shin-woo ini dibintangi oleh Park Hae-jin, Park Sung-woong, dan Lim Ji-yeon. Tayang perdana pada 10 Agustus 2023 di jaringan SBS dan platform global Prime Video, kisah ini mengkritik tajam bagaimana uang serta kekuasaan mampu memanipulasi hukum formal.


(Sumber: YouTube @Prime Video Indonesia)
 

Vigilante (2023)

Seorang mahasiswa berprestasi di Akademi Kepolisian bernama Kim Ji-yong menjalani kehidupan ganda sebagai sosok pahlawan gelap di jalanan kota pada malam hari. Didorong oleh rasa trauma masa kecil atas kematian ibunya yang dibunuh penjahat yang hanya dihukum ringan, Ji-yong berburu para residivis yang tidak menunjukkan rasa penyesalan. Aksi kejar-kejaran terjadi ketika pihak kepolisian dan seorang jurnalis berusaha membongkar identitas sang vigilante.

Serial yang disutradarai oleh Choi Jeong-yeol ini menampilkan Nam Joo-hyuk, Yoo Ji-tae, Lee Joon-hyuk, dan Kim So-jin sebagai pemeran utama. Mengudara mulai 8 November 2023 di Disney+ Hotstar, drama ini melayangkan kritik keras pada prinsip rehabilitasi hukum yang kerap mengabaikan penderitaan nyata para korban kejahatan.


(Sumber: YouTube @Disney+ Indonesia)
 

A Bona Fide Killer (2026)

Yoo Bo-na menjalani kehidupan ganda yang rumit sebagai seorang ibu rumah tangga biasa sekaligus penembak jitu legendaris berjuluk Kingfisher. Aksi penembakan rahasia ini dilakukan bersama timnya untuk mengeliminasi para penjahat kelas kakap yang berhasil melenggang bebas dari jerat hukum negara. Ketegangan memuncak ketika suaminya sendiri yang bekerja sebagai jurnalis investigasi mulai melacak jejak eksekutor rahasia tersebut tanpa menyadari identitas asli sang istri.

Disutradarai oleh Yoon Jong-ho dan ditulis oleh Kim Eun-hee, drama action slice-of-life ini dibintangi oleh Gong Hyo-jin, Jung Joon-won, dan Lee Sang-yi. Serial ini resmi tayang pada 31 Juli 2026 di saluran MBC TV serta platform Rakuten Viki, merefleksikan keputusasaan masyarakat ketika peradilan formal gagal menghukum kejahatan secara adil.


(Sumber: YouTube @Lovebreak_Insights)


Melalui sajian narasi yang mendalam, keenam drama Korea ini berhasil membuktikan bahwa isu peradilan bukan sekadar latar cerita hiburan semata. Deretan judul tersebut mengajak penonton untuk terus kritis melihat realita penegakan hukum dan arti keadilan yang sejati.





(Dinda Intan Ramadhani)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA