Nightmare Alley (Foto: imdb)
Nightmare Alley (Foto: imdb)

Kisah Pengkhianatan dan Sisi Kelam Kapitalisme Amerika di Film Nightmare Alley

Hiburan film hollywood bradley cooper cate blanchett
Sunnaholomi Halakrispen • 20 Januari 2022 14:56
Jakarta: Film terbaru Bradley Cooper dan Cate Blanchett telah tayang di bioskop, mulai 19 Januari 2022. Film berjudul Nightmare Alley itu disutradarai oleh Guillermo del Toro.
 
Skenario film tersebut digarap oleh Guillermo del Toro & Kim Morgan, yang diadaptasi dari novel William Lindsay Gresham pada tahun 1946. Film ini dibintangi Bradley Cooper, Cate Blanchett, Toni Collette, Willem Dafoe, Richard Jenkins, Rooney Mara, Ron Perlman, Mary Steenburgen, hingga David Strathairn.
 
Sebelumnya, Nightmare Alley telah dirilis dengan judul yang sama pada tahun 1947. Namun, Guillermo del Toro dianggap berhasil membawakan versi terbaru dari film ini dengan sentuhan segar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Film ini menghadirkan kisah noir klasik dengan nuansa baru yang menarik perhatian masyarakat. Sehingga, mampu mendapat beragam reaksi positif dari para kritikus serta sederet media internasional.
 
Nightmare Alley juga mendapatkan nominasi di berbagai ajang penghargaan bergengsi. Termasuk Critics Choice Awards 2022 untuk kategori Best Picture, Best Director, dan enam kategori lainnya.
 
Melalui Nightmare Alley, Del Toro membawa para penonton ke karnival di tahun 1930-an, untuk mengikuti kisah Stanton Carlisle (diperankan oleh Bradley Cooper). Stanton adalah pria yang memiliki masa lalu kelam dan ingin mengubah hidupnya.
 
Dia mempelajari cara hidup di karnaval dengan sangat cepat, berkat bantuan dari seorang peramal Zeena (Toni Collette) dan suaminya Pete (David Strathairn) yang merupakan mantan mentalis. Dari mereka, ia berubah menjadi seorang penipu dan manipulator ulung yang serakah.
 
Stanton juga menyadari keuntungan yang bisa didapatkan dari merebut harta para kaum elit New York pada tahun 1940-an. Dengan pengetahuannya, ia mulai merencanakan penipuan terhadap pengusaha kaya namun berbahaya bersama seorang psikiater misterius, Dr. Lilith Ritter, yang mungkin akan membawa akhir dari kejahatannya.
 
Rencana untuk menggarap kembali film ikonik dari tahun 1947 dengan judul yang sama ini telah dimulai sejak 30 tahun silam. Tepatnya, pada tahun 1992 saat del Toro menggarap film panjang pertamanya, Cronos. Sebagai salah satu kisah ikonik, del Toro tertarik untuk membuat versi lain dari Nightmare Alley.
 
Del Toro juga mengungkapkan, ia ingin mengembangkan gaya penyutradaraannya ke arah yang baru melalui film ini. "Ini adalah film pertama saya yang bercerita tentang dunia penuh keajaiban, namun tidak berlatar di dunia fantasi. Film ini menggunakan latar yang realistis," jelas del Toro.
 
Ia menyatakan bahwa Nightmare Alley membawa penonton masuk ke dalam kisah yang penuh dengan kejahatan. Juga ada keserakahan, pengkhianatan, kesuksesan, dan sisi kelam dari kapitalisme di Amerika.
 
"Saya ingin membawakan sebuah cerita klasik dengan gaya yang hidup dan kontemporer. Saya ingin para penonton merasa bahwa mereka menyaksikan sebuah cerita yang dekat dengan dunia kita," tuturnya.
 

 

 
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif