Kemenangan Emosional di Panggung Oscar
Di atas panggung Piala Oscar, Amy Madigan tak kuasa menahan tawa renyahnya yang khas layaknya seorang penyihir saat menerima penghargaan tersebut."Ini luar biasa! Maksud saya, semua orang di media bertanya kepada saya, 'Yah, ini sudah 40 tahun berlalu,' dan, 'Apa bedanya kali ini?' Perbedaannya adalah pria emas kecil ini," ujar Amy Madigan, dikutip dari Variety, pada 16 Maret 2026.
Di usianya yang ke-75 tahun, Amy Madigan tercatat sebagai pemenang Oscar tertua kedua sepanjang sejarah untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik.
Sebelum menerima penghargaan, ia mengaku sempat bingung memikirkan kalimat yang harus diucapkan di atas panggung. Ia bahkan sempat bercanda mengenai rasa khawatirnya tersebut.
"Maksud saya, semalam saya sedang di kamar mandi mencoba memikirkan apa yang harus diucapkan sambil mencukur bulu kaki. Sekarang, karena saya memakai celana, saya tidak perlu khawatir soal itu. Maaf,” ucap Amy Madigan.
Makna di Balik Pidato Kemenangan
Pada kesempatan itu, ia membahas tentang penyebutan nama-nama kolega dalam pidato kemenangan. Meski tidak banyak orang yang tahu, ia menilai bahwa nama-nama yang disebutkan merupakan sosok yang berperan penting dalam pencapaiannya.“Dan, kalian tahu, kami sempat disarankan untuk tidak menyebutkan semua nama itu karena tidak ada yang tahu siapa mereka—tapi kalian tidak sekadar menyebutkan rentetan nama. Mereka adalah orang-orang yang berarti bagi kalian, yang tanpa mereka, kalian tidak akan bisa berdiri di sini,” jelas Amy.
Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi khusus kepada sutradara Zach Cregger yang dinilai telah menulis peran impian tersebut dan membiarkan Amy mengeksekusinya dengan totalitas penuh.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarganya, termasuk sang suami, aktor Ed Harris, yang hadir di barisan penonton.
Persaingan Ketat dan Rekor Sejarah
Kemenangan Amy Madigan sebagai Aktris Pendukung Terbaik di Piala Oscar 2026 diraih setelah mengalahkan sejumlah pesaing kuat, mulai dari Wunmi Mosaku (Sinners), Teyana Taylor (One Battle After Another), serta Elle Fanning dan Inga Ibsdotter Lilleaas dari film Sentimental Value.Amy Madigan pun menutup pidatonya dengan menceritakan kehangatan di balik layar selama proses produksi.
"Saat saya sedang mengerjakan segala hal terkait Weapons, saya merasa seperti berjalan sendirian. Namun, orang-orang dari One Battle, Sinners, dan film-film lainnya—mereka merangkul saya dan berkata, 'Mari bergabung. Izinkan kami mengenalmu, dan kau bisa mengenal kami’,” pungkas Amy.
Sebelumnya, Amy Madigan pernah dinominasikan untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik pada tahun 1986 lewat film Twice in a Lifetime. Nominasinya tahun ini mencetak rekor sebagai jeda waktu terlama antar-nominasi dalam sejarah Oscar.
Pada tahun 2026, ia juga berhasil memenangkan penghargaan dari SAG-AFTRA dan masuk dalam nominasi Golden Globe.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News