Lola Amaria (Foto: MI/Adam Dwi)
Lola Amaria (Foto: MI/Adam Dwi)

Lola Amaria Dukung Sineas Stop Produksi Film yang Libatkan Banyak Orang

Hiburan film indonesia
Dhaifurrakhman Abas • 31 Maret 2020 10:09
Jakarta: Sutradara dan produser film, Lola Amaria menyebut wabah korona menyebabkan industri film merugi. Sebab proses produksi film dilarang dilakukan.
 
"Film harus ditunda dulu karena produksinya bisa melibatkan lebih 50 orang," kata Lola, dalam Ngobrol Daring Dalam Rangka Hari Nasional bersama Kepala Divisi Produksi Film Layar Lebar Perum PFN, Erwin Arnada, yang ditayangkan melalui Live Instagram Medcom.id, Senin 30 Maret 2020.
 
Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta No 60/SE/2020 tentang Penutupan Sementara Kegiatan Operasional Industri Pariwisata Dalam Upaya Kewaspadaan Terhadap Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19). Namun, menurut Lola, hal ini harus dilakukan guna memutus rantai penularan pandemi korona
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Demi keselamatan kita harus relakan itu. Apalagi produksi film bisa melibatkan puluhan orang," ujar dia.
 
Lola mengajak para sineas untuk melakukan kegiatan positif selama pelarangan kegiatan produksi film. Waktu tersebut bisa digunakan untuk mencari ide dalam membuat naskah dari proyek film yang akan datang.
 
"Ide itu banyak banget, kalau kalian sadar setiap kita beraktivitas bangun sampai tidur akan mengalami banyak kejadian, Kalau saya biasanya idenya datang dari situ,"tandas dia.
 
Lola Amaria dikenal sebagai pemain sinetron, bintang film, produser serta sutradara. Lola memulai karier di dunia hiburan dengan menggeluti dunia model untuk majalah Femina.
 
Lepas dari dunia model, Lola menjajal sinetron bertajuk Penari garapan Sutradara Nan Triveni Achnas. Dia juga didaulat membintangi beberapa film layar lebar berjudul Tabir (2000), Ca Bau Kan (2002) dan lainnya.
 
Perempuan berusia 42 tahun ini juga menjadi bintang sekaligus sutradara di film Novel Tanpa Huruf R (2004) dan Betina. Kerja kerasnya di dunia perfilman membawanya meraih penghargaan Netpac Award dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2006 untuk filmnya berjudul Betina.
 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif