Pengambilan gambar dilakukan di Kampung Nelayan di Cilincing, Jakarta Utara. Ada beberapa alasan mengapa Kampung Nelayan dipilih sebagai lokasi syuting.
Sutradara Film Misti Svetlana Dea menjelaskan, semula pihaknya mempunyai dua pilihan lokasi untuk syuting, yakni Indramayu dan Kampung Nelayan. Pada akhirnya, disepakati lokasi syuting di Kampung Nelayan dengan pertimbangan efisiensi waktu dan biaya.
"Di Kampung Nelayan lebih dekat. Secara geografis ternyata look (tampilan lokasi) lebih bagus di Cilincing," ujar Lana, biasa dia disapa.
Dalam prosesnya, pembuatan film Misti tidak berjalan mudah. Produksi film Misti memakan waktu tiga bulan sejak persiapan hingga rilis. Syuting berjalan tiga hari dengan rata-rata 18 hingga 20 jam kerja tiap harinya.
"Hal ini disebabkan mobilitas terhambat kemacetan jalan kendati lokasi terbilang dekat," ujar Produser Pelaksana Bambang Supriadi, ditemui di bilangan Jakarta Selatan, belum lama ini.

(Kampung Nelayan dipilih sebagai lokasi syuting karena pertimbangan efisiensi waktu dan biaya. Foto: Dok.)
Tantangan lainnya adalah kondisi fisik rumah yang dijadikan lokasi syuting. Project Manager Kupu Mita Airlangga sempat khawatir lantai rumah akan ambrol karena hanya dilapisi papan triplek tipis.
"Ini yang membuat deg-degan. Budget terbatas, jangan sampai habis karena produksi," ujar Mita.
Film pendek Misti mengisahkan perjuangan seorang gadis remaja yang hidup di pemukiman nelayan kota Jakarta untuk tetap melanjutkan sekolah, meskipun mendapat hambatan. Hambatan itu berupa kebiasaaan menikah muda di lingkungannya dan kemiskinan.
Film Misti telah ditayangkan di Metro TV, pada 31 Agustus 2019, pukul 15.30 WIB. Jika belum sempat menonton, Anda masih bisa menyaksikan film Misti melalui Medcom.id, Mediaindonesia.com, dan channel YouTube Medcom.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News