Namun, belakangan ini, kalimat tersebut tidak lagi hanya terdengar di dalam cerita anime. Netizen di media sosial, khususnya TikTok, ramai-ramai mengadopsi catchphrase ini sebagai snowclone atau template caption untuk postingan foto dan video pemandangan mereka. Tren ini menciptakan nuansa nostalgia dan makna mendalam pada momen liburan yang dibagikan.
Catchphrase "30 Years After the Death of Himmel the Hero" sebenarnya sudah ada sejak musim pertama anime Frieren: Beyond Journey’s End ditayangkan. Jauh sebelum menjadi tren viral di TikTok, referensi terhadap kalimat ini sudah muncul di media sosial lain.
Salah satu contoh terawal penggunaan catchphrase ini di luar konteks anime adalah pada tanggal 13 Desember 2023. Akun Twitter/X resmi Sharp Jepang (@SHARP_JP) mengunggah postingan yang mereferensikan kalimat tersebut untuk mempromosikan air purifier edisi spesial bertema Frieren.
Dalam bahasa Jepang, postingan tersebut berbunyi: "283 tahun setelah kematian Pahlawan Himmel, Plasma Cluster telah merosot dari mantra sihir yang merdu menjadi hanya satu fungsi dari alat rumah tangga."
Hal ini menunjukkan bahwa potensi viral kalimat tersebut sudah terlihat sejak awal, bahkan digunakan untuk strategi pemasaran yang unik.
Tren template caption "Teks Kematian Himmel" ini mulai meledak di TikTok pada awal April 2026, tak lama setelah berakhirnya musim kedua anime Frieren: Beyond Journey’s End. Pengguna TikTok mulai menggunakan foto atau video pemandangan alam yang indah, kemudian menambahkan caption tersebut di atasnya, menciptakan kesan seolah-olah pemandangan tersebut menjadi saksi bisu perjalanan Frieren selama puluhan tahun setelah kematian Himmel.
Untuk memperkuat nuansa nostalgia dan kesedihan yang khas dari anime Frieren, tren ini umumnya disertai dengan lagu latar berjudul "Time Flows Ever Onward". Kombinasi teks, visual pemandangan, dan musik ini berhasil menciptakan konten yang menyentuh hati para penggemar anime dan bahkan menarik perhatian netizen lain.
Tren ini dengan cepat menyebar ke berbagai negara, memperlihatkan betapa universalnya pengaruh anime Frieren. Contohnya seperti postingan pengguna TikTok @ahbasilio mengunggah video pemandangan gunung di Veracruz, Meksiko, dengan tambahan caption "30 years after the death of Himmel the Hero" dalam bahasa Spanyol. Ini adalah salah satu contoh awal tren ini muncul di TikTok, hanya satu minggu setelah musim kedua anime berakhir.
Tren 'Teks Kematian Himmel' di TikTok bukan sekadar fenomena media sosial biasa. Ini adalah bukti nyata bagaimana sebuah catchphrase ikonik dari dunia anime dapat melampaui batas cerita dan menyatu dengan kehidupan nyata. Bagi para penggemar Frieren, tren ini adalah cara yang indah untuk terus mengenang Himmel dan merayakan perjalanan Frieren, bahkan setelah serialnya berakhir.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News