Tayangan ini berfokus pada alur narasi palsu yang sempat dibangun oleh mantan Kepala Divisi Pemprov Polri, Irjen Ferdy Sambo, untuk menutupi peristiwa pembunuhan yang terjadi di kediamannya. Mulai dari rekayasa tembak-menembak antaranggota, intervensi jabatan, pengrusakan dan penembakan barang bukti CCTV, hingga proses persidangan maraton yang akhirnya meruntuhkan skenario palsu tersebut, semuanya dikupas secara sistematis dan komprehensif.
Pembunuhan Brigadir J
Peristiwa ini melibatkan mantan pejabat tinggi kepolisian Ferdy Sambo beserta kroninya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kematian ajudannya, Brigadir J. Tragedi berdarah tersebut berlokasi di rumah dinas Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada pertengahan tahun 2022.Motivasi pembunuhan ini dipicu oleh dugaan kekecewaan serta kemarahan Ferdy Sambo terkait laporan klaim pemicu di Magelang, yang kemudian berlanjut pada perintah penembakan di Jakarta. Eksekusi dan manipulasi bukti dilakukan dengan merusak rekaman CCTV sekitar TKP serta menekan para bawahan agar mematuhi alur kebohongan yang dirancang.
Namun, skenario tersebut runtuh setelah kejujuran Richard Eliezer (Bharada E) mematahkan narasi awal, yang akhirnya membawa para pelaku ke meja hijau dan membuahkan vonis pidana dari Majelis Hakim.
Jajaran Tokoh Utama dan Penampil Fokus
Mengingat format film ini merupakan dokumenter true crime, para tokoh yang hadir bukanlah aktor drama fiktif, tetapi penampil dokumen arsip serta narasumber wawancara nyata yang berkaitan langsung dengan kasus tersebut.Tayangan ini menampilkan rekaman arsip Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer (Bharada E), serta pihak keluarga korban seperti Rosti Simanjuntak yang memberikan kesaksian emosional. Selain itu, jajaran jurnalis investigasi, pengamat hukum, hingga pakar kepolisian turut dihadirkan untuk memberikan sudut pandang objektif mengenai bagaimana kekuasaan sempat membungkam kebenaran.
Sutradara dan Informasi Penayangan
Dokumenter "Skenario Sang Jenderal" disutradarai oleh Rob Sixsmith, sineas kenamaan yang sebelumnya juga sukses menggarap film dokumenter kontroversial "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso".Dokumenter berdurasi sekitar 1 jam 29 menit ini diproduksi dan dirilis secara global di platform layanan streaming Netflix sejak tanggal 18 September 2026. Penayangan ini langsung menyita perhatian publik internasional dan berhasil menembus jajaran 10 besar tayangan terpopuler di Netflix di berbagai negara.
(Sumber: Instagram @netlixid)
(Dinda Intan Ramadhani)