Maraknya Praktik Korupsi di Kalangan Kepala Daerah

Maraknya Praktik Korupsi di Kalangan Kepala Daerah

Grafis kasus korupsi
29 Januari 2022 09:20
TIDAK sedikit kasus korupsi yang menjerat kepala daerah. Pada awal 2022 ini saja sudah tiga kepala daerah yang terjerat oleh operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Tiga kepala daerah tersebut ialah Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud, dan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin. Penangkapan tiga kepala daerah dalam waktu kurang dari satu bulan ini menambah panjang daftar kepala daerah yang terjerat oleh kasus korupsi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari KPK, jabatan sebagai wali kota/bupati/wakil masuk lima besar profesi/jabatan yang paling banyak terdapat kasus korupsi dalam kurun waktu 2004-2021. Selama 2021 saja tercatat 20 kepala daerah terjerat oleh kasus korupsi. Satu di antaranya gubernur dan lainnya merupakan wali kota, bupati, hingga wakilnya.

Mahalnya ongkos politik menjadi salah satu alasan banyaknya kepala daerah melakukan korupsi agar dapat mengembalikan 'modal' saat mencalonkan diri. Banyaknya uang yang dikeluarkan untuk kampanye pada akhirnya mendorong para kepala daerah terpilih melakukan korupsi. Cara pengembalian 'modal' itu pun beragam, seperti penyalahgunaan anggaran, penggelembungan anggaran, dan laporan fiktif. Dok: Fokus Media Indonesia (Dhi)
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan berita terkini dari medcom.id Notifikasi dapat dimatikan kapanpun dari pengaturan browser

push notif

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif