Terapkan Prokes Ketat Mal Diyakini Aman

Terapkan Prokes Ketat Mal Diyakini Aman

Grafis Protokol Covid-19
13 September 2021 09:22
KETUA Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menegaskan pemerintah telah berhasil mencegah ribuan orang positif covid-19 yang terdeteksi melalui aplikasi Pedulilindungi yang mencoba untuk masuk ke mal.

Orang-orang tersebut mendapatkan notifikasi warna hitam pada saat memindai QR code dari aplikasi itu di pintu masuk pusat perbelanjaan. Berdasarkan ketentuan, notifikasi warna hitam ialah kategori yang dilarang masuk ke tempat tersebut.

“Dengan ditolaknya ribuan orang dengan notifikasi warna hitam tersebut, semakin menegaskan bahwa pusat perbelanjaan selalu memberlakukan dan menerapkan protokol kesehatan ketat dan aman saat dikunjungi,”  tutur Alphonzus dalam keterangannya, Minggu, 12 September 2021.

Penanganan orang yang terpapar oleh covid-19 diminta APPBI harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah karena mereka seharusnya melakukan isolasi di tempat khusus dan pemerintah memastikan agar warga yang terindikasi penyakit menular itu tidak bebas berkeliaran di tempat-tempat umum.

“Sehingga mereka tidak merepotkan dan tidak membahayakan masyarakat umum lainnya. Pusat perbelanjaan telah terbukti memiliki kemampuan untuk menolak dan mencegah orang-orang yang terpapar oleh covid-19,” ucapnya.

Ketua Umum APPBI itu menekankan pusat perbelanjaan kelolaannya memberlakukan dua lapis protokol covid-19, yakni protokol kesehatan dan protokol wajib vaksinasi yang penerapan pemeriksaannya melalui aplikasi Pedulilindungi.

“Protokol wajib vasinasi tidak meniadakan dan tidak mengurangi serta tidak menggantikan protokol kesehatan yang sudah diberlakukan sejak awal terjadinya pandemi, yaitu seperti keharusan menggunakan masker, jaga jarak, dan mencuci  tangan,” imbuh Alphonzus.

Dalam perpanjangan PPKM hingga hari ini, pemerintah mengizinkan penambahan waktu makan di pusat perbelanjaan menjadi sejam.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan pada Senin, 6 September 2021 menjabarkan, hingga per 5 September 2021, total masyarakat yang melakukan screening dengan Pedulilindungi tembus 21 juta orang dengan 761 ribu orang di antaranya masuk kategori merah dan tidak diperkenankan masuk oleh sistem.

“Lalu, sebanyak 1.603 orang dengan status positif dan kontak erat mencoba melakukan aktivitas publik. Itu kami tolak masuk,” terangnya.

Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.

Dok Media Indonesia
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan berita terkini dari medcom.id Notifikasi dapat dimatikan kapanpun dari pengaturan browser

push notif

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif