Angka Kematian Meninggi Aktifkan Pemantauan

Angka Kematian Meninggi Aktifkan Pemantauan

Grafis Virus Korona
24 Juli 2021 07:28
ANGKA kematian covid-19 di Indonesia terus meninggi dari hari ke hari. Hal itu seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera mengevaluasi kebijakan penanggulangan pandemi.

Kementerian Kesehatan RI merilis penambahan kasus meninggal dunia sebanyak 1.566 orang, Jumat, 23 Juli 2021, dan menjadi rekor tertinggi selama setahun terakhir. Total kematian covid19 ialah 80.598 orang.

Sementara itu, total kasus aktif tercatat 569.901 dengan adanya penambahan kasus positif baru sebanyak 49.071 orang dan total kasus 3.082.410 orang.

Satgas Penanganan Covid19 memerinci tiga provinsi dengan kematian tertinggi harian ialah Jawa Tengah yang menambahkan 446 kasus, Jawa Timur (349 kasus), dan DKI Jakarta (157 kasus).

Menurut platform Laporcovid-19, naiknya angka kematian covid-19 disebabkan banyaknya pasien yang meninggal dunia di luar rumah sakit saat isolasi mandiri (isoman), termasuk di Provinsi DKI Jakarta yang menjadi episentrum covid-19 di Indonesia.

Dalam merespons kondisi itu, Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) meminta satgas di tingkat RT/RW untuk mengaktifkan pemantuan komunitas guna menilai kondisi kegawatan pasien isoman. “Cek kondisi klinisnya. Kalau pasien dalam kondisi lemah, saya kira harus segera dibawa ke rumah sakit,” kata Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi.

Satgas RT/RW juga wajib memantau laju napas dan saturasi oksigen pasien. Jika laju napas sudah lebih dari 20 kali per menit, berarti terjadi gangguan sesak, sedangkan anak-anak dengan interval napas lebih dari 30 kali per menit perlu segera dibawa ke rumah sakit.

Jika angka saturasi oksigen menunjukkan kurang dari 94%, terjadi penurunan kadar oksigen di dalam tubuh pasien dan harus segera dibawa ke rumah sakit.

Untuk mengaktifkan pemantauan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warga yang sedang isoman agar melaporkan diri. “Nanti, petugas akan memberi tanda di setiap rumah dan memberikan obat serta bantuan lain yang dibutuhkan,” katanya.

Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma pun mengatakan pemantauan aktivitas warga yang isoman juga penting agar tidak terjadi penyebaran kasus. 

Hal itu juga yang menjadi perhatian Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Jaya Raya di Ombudsman Teguh Nugroho. “Banyak RT/RW di zona merah yang tidak melaporkan secara akurat warga yang melakukan kontak erat dengan suspect covid-19,” cetusnya.

Obat kosong
Presiden Joko Widodo mendadak blusukan ke apotek untuk meninjau ketersediaan obat yang digunakan untuk pasien covid-19 di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat siang.

Dengan mengenakan kemeja putih dan masker hitam, Presiden mengecek stok obat di Apotek Vila Duta, Bogor. Jokowi mencari oseltamivir dan favipiravir, obat antivirus untuk pasien covid-19. “Sudah kosong, Pak,” jawab apoteker di sana.

Dari apoteker itu, Presiden Jokowi mendapat info bahwa kedua obat itu sudah lama kosong. Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengonfirmasikan kegiatan Presiden tersebut mendadak dilakukan. Presiden ingin mengecek langsung persoalan ketersediaan obat yang biasa digunakan untuk perawatan covid-19 setelah serangkaian kebijakan yang dirilis pemerintah. Dok Media Indonesia
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan berita terkini dari medcom.id Notifikasi dapat dimatikan kapanpun dari pengaturan browser

push notif

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif