Atasi Keletihan Sosial Perkuat Komunitas

Grafis Virus Korona
27 Februari 2021 07:19
PANDEMI covid-19 yang berlangsung berkepanjangan telah berdampak pada hampir semua aspek kehidupan manusia, termasuk fenomena keletihan sosial. Kondisi itu ditunjukkan dengan ketidakpedulian masyarakat pada kondisi pandemi dan menolak mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah.

“Ini terjadi karena masyarakat bingung dengan informasi yang simpang siur,” kata dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Baequni Boerman, dalam keterangan resminya.

Dia pun menyarankan pemerintah untuk memulai upaya penanggulangan pandemi berbasis akar rumput. Pasalnya, selama ini pemerintah terlalu menekankan pada solusi dengan konsep pendekatan struktural atau top-down, bukan kultural atau down-top.

“Kuncinya ada di mobilisasi masyarakat. Intervensi harus dilakukan di akar rumput dan dilakukan melalui satu pintu, satu komando di bawah gugus tugas rukun warga (RW). Di setiap desa harus ada mitigasi, perawatan di rumah, dan surveilans. Kita harus kembali ke akar rumput,” ujarnya.

Guru Besar Sosiologi FISIP UI Paulus Wirutomo mendukung solusi tersebut. Dia menyatakan pendekatan komunitas sangat penting dalam mengatasi pandemi covid-19.

Ia menyarankan pemerintah untuk melakukan penguatan komunitas di seluruh Indonesia melalui pendayagunaan social capital, local wisdom, pengembangan infrastruktur sosial yang ada, komunikasi tradisional, dan sebagainya.

“Situasi sekarang ini merupakan kesempatan emas untuk memaksa pemerintah agar menguatkan political will-nya memberdayakan masyarakat Indonesia sampai ke akar rumput,” kata Paulus.

Menurutnya, banyak keunggulan dari pendekatan komunitas jika dibandingkan dengan program-program dari pemerintah yang selama ini telah dijalankan. Di antaranya, dengan adanya pemberdayaan komunitas, aspirasi warga mudah didengar, pengawasan sosial dan individu lebih mudah dilakukan, serta ada komitmen yang lebih besar terhadap kesehatan warga komunitasnya.

“Komunitas juga lebih memahami potensi-potensi permasalahan yang ada di warganya jika dibandingkan dengan birokrasi daerah,” ucapnya.

Paulus mengapresiasi langkah pemerintah menerbitkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang dilakukan dengan pendekatan manusiawi, pendekatan berbasis komunitas, dan pendekatan gotong royong untuk memperkuat ketahanan masyarakat Indonesia.

Sukses di India
Sementara itu, dosen Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia, Idhamsyah Eka Putra, menjelaskan bahwa penerapan pendekatan berbasis komunitas sebenarnya juga telah diterapkan di India, tepatnya di daerah Mumbai sebagai salah satu daerah permukiman kumuh terbesar di Asia.

Pemerintah India di Mumbai, kata Idhamsyah, telah mengubah tempattempat umum yang tidak dipakai menjadi pusat-pusat penanganan dan sumber informasi resmi covid-19 sehingga proses skrining bisa dilakukan dengan masif dan menghindari simpang siur informasi di masyarakat.

“Ini adalah salah satu contoh penerapan pendekatan berbasis komunitas yang telah sukses dilakukan,” tuturnya. Dok Media Indonesia
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan berita terkini dari medcom.id Notifikasi dapat dimatikan kapanpun dari pengaturan browser

push notif

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif