Antiseptik Unggulan Lokal Berbahan Kelor dan Patin

Antiseptik Unggulan Lokal Berbahan Kelor dan Patin

Grafis Virus Korona
24 Juli 2021 11:05
INDONESIA dikenal sebagai negara dengan kekayaan biodiversitas terestrial kedua di dunia. Sangat banyak flora dan fauna yang digunakan dalam berbagai riset semasa pandemi covid-19 ini yang kerap didasari oleh kearifan lokal masyarakat.

Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB), misalnya, terinspirasi membuat body lotion antiseptik dengan bahan daun kelor dan kulit ikan patin yang mampu menangkal virus SARS-Cov-2 penyebab covid-19.

Produk itu diberi nama Moristin atau singkatan dari moringa oleifera dan kulit ikan patin. Mereka memanfaatkan kandungan flavonoid dalam daun kelor dan kolagen kulit ikan patin.

“Kandungan daun kelor, seperti apilin, epicatechin, dan hesperetin, memiliki afinitas yang baik terhadap sisi aktif angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) dapat menghambat proses interaksi SARS-Cov-2,” jelas salah seorang mahasiswa, Dwi Fitria, dilansir dari laman resmi Unbraw.

Produk tersebut diformulasikan sebagai body lotion antiseptik yang kaya antioksidan, mampu membuat kulit lembab dan sehat, melindungi dari sinar UV, serta terhindar dari ancaman bakteri dan virus.

Sederet hasil studi menemukan bahwa virus korona masuk ke sel inang melalui reseptor ACE2, suatu protein yang terdapat di dalam inang, terutama paru, hati, dan ginjal.

Dwi mengungkapkan mereka membuat body lotion ini karena terinspirasi dari maraknya penggunaan hand sanitizer yang  justru menyebabkan dehidrasi pada kulit sehingga kulit menjadi kering.

Hal itu terjadi akibat penggunaan bahan sintetis, seperti butylateed hidroxytoluene (BHT) dan paraben pada body lotion yang memiliki efek negatif dalam pemakaian jangka panjang dan terbukti dapat beracun serta bersifat karsinogenik.

Selain Dwi, mahasiswa lain yang tergabung dalam riset ini ialah Indri Dwi Fitria, Rani Elvira, Jamiilah Zahrotul Jannah, Kevin, dan Alfain Homis Fadil, di bawah bimbingan dosen Muhammad Fakhri.

Moristin saat ini sudah tersebar secara komersial di pasar daring. Moristin juga berhasil mendapatkan pendanaan riset dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan Tahun 2021. Dok Media Indonesia
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan berita terkini dari medcom.id Notifikasi dapat dimatikan kapanpun dari pengaturan browser

push notif

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif