YOUR FASHION

95 Tahun di Indonesia, Bata Tak Mau Berhenti

A. Firdaus
Sabtu 03 Oktober 2026 / 11:32
Jakarta: Hampir satu abad menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, Bata memasuki fase baru. Di tengah perubahan perilaku konsumen dan persaingan industri footwear yang semakin ketat, perusahaan asal Swiss itu tengah melakukan transformasi untuk memperkuat kembali bisnisnya.

Transformasi tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari produk, organisasi, hingga cara kerja. Fokusnya sederhana, yakni menghadirkan produk yang lebih relevan, organisasi yang lebih sederhana, serta cara kerja yang lebih efektif agar brand semakin dekat dengan konsumen.

Hal itu disampaikan Global CEO Bata Group, Panos Mytaros, saat berkunjung ke Indonesia pada September 2026. Memasuki satu tahun kepemimpinannya sebagai CEO global, Panos mengatakan perubahan yang dilakukan Bata merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat fundamental bisnis.

“Transformasi yang kami lakukan bukan tentang membuat Bata menjadi brand yang berbeda. Kami ingin menyederhanakan cara kami bekerja, menyederhanakan apa yang kami tawarkan, dan yang paling penting, memastikan produk yang kami hadirkan benar-benar memberikan nilai bagi konsumen,” ujar Panos.

Menurutnya, Bata ingin menjadi brand yang lebih mudah dipahami sekaligus relevan dengan kebutuhan konsumen yang terus berubah.
 

Kembali ke Hal yang Paling Penting


Salah satu kata kunci dalam transformasi Bata adalah simplifikasi. Bukan hanya pada struktur organisasi, tetapi juga pada portofolio produk dan cara perusahaan berinteraksi dengan konsumen.

Panos menilai langkah tersebut dibutuhkan agar Bata dapat bergerak lebih cepat dan kembali fokus pada hal yang paling mendasar, yakni menghadirkan produk yang memiliki nilai bagi konsumen.

Produk menjadi salah satu fondasi penting dalam perubahan tersebut. Ketika pilihan footwear semakin beragam, konsumen memiliki lebih banyak pertimbangan sebelum membeli, mulai dari desain, kenyamanan, kualitas hingga harga.

Karena itu, Bata ingin membuat portofolio produknya lebih mudah dipahami sekaligus mampu menjawab kebutuhan yang beragam, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun gaya hidup konsumen masa kini.

“Kami ingin membuat Bata lebih mudah dipahami, lebih relevan, dan pada akhirnya lebih dekat dengan konsumen,” kata Panos.
 

Konsumen Makin Digital, Kebutuhan Tetap Sama


Perubahan perilaku konsumen juga menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Bata.

Konsumen saat ini memiliki akses informasi yang jauh lebih cepat. Kanal digital membuat mereka dapat membandingkan produk, harga, desain, hingga berbagai pilihan brand sebelum menentukan pilihan.

Namun, menurut Panos, perubahan cara konsumen berbelanja tidak serta-merta mengubah kebutuhan dasarnya.

“Konsumen Indonesia memang berubah. Mereka semakin digital, mendapatkan lebih banyak informasi, dan memiliki lebih banyak pilihan. Tetapi ada hal yang tidak berubah: mereka ingin mendapatkan value yang baik, harga yang masuk akal, dan pilihan,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat Bata terus mendengarkan kebutuhan konsumen sekaligus menyesuaikan penawarannya. Kehadiran digital pun diperkuat melalui pengembangan platform online agar konsumen memiliki akses yang lebih mudah terhadap produk.

Meski demikian, kanal digital tidak serta-merta menggantikan toko fisik. Bagi Bata, retail tetap menjadi bagian penting dari pengalaman konsumen dan interaksi dengan brand.
 

95 Tahun dan Masih Ingin Berlanjut


Tahun 2026 menjadi tahun penting bagi Bata di Indonesia. Perusahaan menandai 95 tahun kehadirannya di Tanah Air, sebuah perjalanan yang membuat Indonesia menjadi salah satu pasar dengan hubungan terpanjang antara Bata dan konsumennya.

Panos melihat sejarah tersebut bukan sekadar catatan masa lalu. Justru, panjangnya perjalanan Bata di Indonesia menjadi alasan untuk membangun kembali bisnis dan memperkuat fondasi perusahaan di pasar ini.

“Kami sudah berada di Indonesia selama 95 tahun. Indonesia bukan pasar yang ingin kami tinggalkan. Justru sebaliknya, kami ingin membangun kembali Bata di Indonesia,” tegas Panos.

Untuk itu, Bata kini berfokus pada penguatan jaringan retail, kehadiran online, serta peluang franchise bersama mitra lokal.

Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan fondasi bisnis yang lebih stabil sekaligus membuka ruang bagi Bata untuk kembali lebih dekat dengan konsumen Indonesia.

“Ambisinya sederhana, kami ingin Bata kembali menjadi nama yang identik dengan sepatu di Indonesia,” pungkas Panos.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH