YOUR FASHION

Lindungi Motif Batik, Perluas Pasar ke Mancanegara

A. Firdaus
Jumat 02 Oktober 2026 / 07:11
Ringkasnya gini..
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong promosi dan perlindungan kekayaan intelektual batik agar semakin dikenal dunia sekaligus memperkuat industri dalam negeri.
  • Batik telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage).
  • Fadli berharap batik semakin mendapat apresiasi dari masyarakat internasional.
Jakarta: Pemerintah terus mendorong pelestarian dan pengembangan batik Indonesia melalui promosi serta perlindungan kekayaan intelektual. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberagaman motif batik sekaligus memperluas pengenalannya di tingkat internasional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, Kementerian Kebudayaan berkomitmen mendukung keberadaan batik melalui berbagai program, termasuk fasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual komunal. Salah satu upaya yang telah dilakukan ialah membantu pendaftaran kekayaan intelektual Batik Walang Kekek yang berkaitan dengan penyanyi keroncong Waljinah.

"Kita memfasilitasi misalnya yang kita fasilitasi beberapa waktu lalu itu batik Walang Kekek dari Ibu Waljinah itu kita bantu pendaftarannya (kekayaan intelektual)," ujar Fadli melansir Antara.
 

Menurut Menbud Fadli, perlindungan kekayaan intelektual diperlukan agar beragam motif batik yang dimiliki Indonesia tetap terjaga. Terlebih, batik telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage), sehingga upaya pelestarian dan pengembangannya perlu terus dilakukan.

"Yang kita lakukan adalah mempromosikan, mengembangkan, kemudian tentu saja memanfaatkan semaksimal mungkin," kata Menbud Fadli.

Fadli menilai perkembangan ekosistem batik di Indonesia menunjukkan tren positif. Batik kini tidak hanya digunakan dalam acara resmi, tetapi juga semakin lekat dengan keseharian masyarakat.

"Sekarang hampir semua orang Indonesia pasti punya batik dan tiap hari ada saja di mana-mana pakai batik. Itu artinya ekosistem batik sudah tumbuh dan berjalan secara berkelanjutan menjadi industri mulai dari yang seni, sampai yang industri itu sudah berjalan," tuturnya.

Ia berharap perkembangan tersebut dapat terus dijaga melalui kolaborasi berbagai pihak. Dengan demikian, batik tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari industri kreatif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dari sisi promosi, Kementerian Kebudayaan turut mendukung berbagai komunitas yang bergerak memperkenalkan batik kepada masyarakat. Salah satunya melalui inisiatif Museum Batik yang berada di bawah naungan Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya sebagai kepanjangan tangan Kementerian Kebudayaan.

Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat memperluas pengenalan motif dan corak batik Indonesia, baik di dalam negeri maupun di mancanegara. Promosi yang berkelanjutan juga diharapkan membuka peluang bagi pelaku industri batik untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Fadli berharap batik semakin mendapat apresiasi dari masyarakat internasional. Selain memperkuat posisi batik sebagai warisan budaya Indonesia, pengenalan di pasar global juga berpotensi membuka lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan industri batik di dalam negeri.

"Harapannya ya batik akan terus mendunia, kita berharap masyarakat internasional bisa apresiasi keberadaan batik sehingga ini tentu akan menciptakan juga lapangan kerja yang lebih luas di dalam negeri dan ekosistemnya yang semakin kondusif," tutupnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH