Kenapa Warna Baju Bisa Bikin Wajah Kelihatan Fresh atau Kusam?
- Warna baju yang dekat dengan wajah bisa bikin rona kulit terlihat beda.
- Undertone bisa dipakai sebagai salah satu acuan memilih warna outfit.
- Satu warna punya banyak shade, jadi jangan buru-buru ngecap warna tertentu nggak cocok.
Jakarta: Pernah nggak sih ada satu warna baju yang tiap dipakai bikin muka kelihatan auto fresh? Tapi pas ganti warna lain, kok tiba-tiba kelihatan capek dan kusam? Padahal skincare sama, makeup sama, bahkan tidurnya juga sama-sama aja.
Bukan halu. Warna yang ada tepat di sekitar wajah memang bisa memengaruhi kesan warna kulit secara visual. Jadi, bukan bajunya yang bikin kulit berubah, tapi warna tersebut bisa membuat rona tertentu di wajah kelihatan lebih menonjol.

(Warna baju bisa memengaruhi kesan wajah. Foto: AI Generated)
Kok warna baju bisa ngaruh?
Coba aja eksperimen kecil. Ambil dua baju dengan warna yang kontras, lalu pakai bergantian di depan cermin. Usahakan pencahayaan dan makeup tetap sama.
Bisa aja saat pakai warna pertama, wajah kelihatan lebih cerah dan mata terasa lebih hidup. Begitu ganti baju, area bawah mata malah terlihat lebih gelap atau kemerahan di wajah jadi makin kelihatan.
Ini berkaitan dengan kontras warna. Warna pakaian yang berada dekat wajah bisa menjadi semacam “background” yang memengaruhi cara mata menangkap rona kulit.
Makanya, warna yang kelihatan cakep banget di hanger belum tentu punya efek yang sama saat udah nempel dekat wajah.
Undertone bisa bantu pilih warna
Nah, undertone juga sering dipakai buat menentukan warna yang terasa lebih harmonis dengan kulit. Undertone adalah rona dasar kulit yang berada di bawah warna permukaan kulit. Umumnya ada warm, cool, dan neutral.
Warm undertone bisa coba warna seperti caramel, terracotta, olive, atau cokelat. Sementara cool undertone bisa eksplor berry, lavender, dan beberapa shade biru.
Tapi jangan sampai ini malah bikin kamu punya daftar warna “haram dipakai”. Undertone cuma salah satu pertimbangan, bukan aturan fashion yang wajib ditaati.
Jangan terpaku satu shade
Ini yang sering bikin orang kejebak. Ngerasa nggak cocok sama merah, akhirnya semua warna merah dicoret. Padahal merah itu punya banyak banget versi.
Kalau merah terang bikin wajah terasa pucat, coba brick red, maroon, atau burgundy. Bisa jadi hasilnya malah lebih cakep. Hal yang sama berlaku buat pink, hijau, biru, sampai kuning.
Jadi, sebelum menyalahkan undertone, coba main-main dulu sama shade-nya. Pakai beberapa warna di depan cermin dengan pencahayaan yang sama, lalu bandingin mana yang bikin wajah paling hidup.
Intinya, nggak ada satu warna yang otomatis cocok atau jelek buat semua orang. Kalau sebuah warna bikin kamu merasa lebih fresh, pede, dan nyaman, ya udah gas aja. Fashion juga nggak harus selalu tunduk sama aturan.
Desi I.
(FIR)