YOUR FASHION

Fashion Show saat World Tourism Day, Kemenparekraf Pamerkan Wastra Indonesia

Medcom
Jumat 30 September 2022 / 12:16
Jakarta: Perayaan Hari Pariwisata Dunia atau World Tourism Day (WTD) ke-42 menjadikan Bali, Indonesia menjadi tuan rumah yang berlangsung Selasa, 27 September 2022 di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali. Perayaan ini disambut hangat oleh para delegasi dari berbagai negara, tak terkecuali pendamping (istri) delegasi yang turut meramaikan hari bersejarah tersebut.

World Tourism Day diisi dengan panel diskusi multi-stakeholder dengan tema “Rethinking Tourism as a Key Element on Recovery”. Selain itu ada juga diskusi bertemakan “The Tourism We Want”.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjamu para pendamping delegasi melalui Spouse Program yang didukung oleh Global Modest Fashion Week Association (GMFW). Program ini berisikan kegiatan seperti high tea, talkshow, dan fashion show.

Karya desainer dari Jeny Tjahwati, Lia Afi, Ayu Dyah Andari, Tjok Abi, I Made Andika Putra, dan Kadek Wiradika Saskaara ditampilkan dalam fashion show tersebut. Keenam desainer ini menghadirkan busana-busana terbaik yang dibuat khusus dari Wastra Indonesia, yatu kain-kain yang memiliki nilai seni, budaya, dan filosofi bagi kehidupan masyarakat Indonesia.

Presiden GMFW, Nur Asia Uno mengatakan bahwa Hari Pariwisata Dunia ini merupakan momen tepat bagi bangsa Indonesia untuk memperkenalkan kain-kain terbaik untuk dikenalkan pada dunia.

“Kesempatan emas bagi para kreatif lokal untuk memperkenalkan potensi dan keunikan produk yang mereka miliki,” kata Nur Asia.

Keanekaragaman budaya dan kekayaan alam Indonesia menghasilkan banyak pengrajin lokal dengan produk khas mereka, seperti variasi Wastra Nusantara atau kain tradisional seperti ulos, tapis Lampung, batik, kain songket, dan tenun Sumba.

Setiap wastra memiliki motif dan karakteristik buaya unik serta memiliki makna mendalam bagi tiap daerah. Ciri khas ini yang membuat kain Indonesia berbeda dan tidak kalah dengan desainer fesyen internasional.

“Saya ingin Wastra Indonesia dikenal oleh para delegasi dan tamu-tamu dari negara peserta. Kita punya kain ulos, tapis Lampung, batik, kain songket, tenun Sumba, dan masih banyak jenis wastra lainnya dengan motif dan kekhasannya. Sehingga mereka terkesan dengan kekayaan Wastra Indonesia,” ujar Nur Asia.

Josephine Kamara, senior desainer Indonesia juga menambahkan Wastra Indonesia ini tidak hanya memperlihatkan motif dari kain, namun juga memperlihatkan bagaimana bangsa ini mampu mentransfer pengetahuan mengenai teknik dan keterampilan dalam membuat satu helai kain.

“Karena menurut saya yang paling penting dari sebuah wastra adalah menjaga orisinalitas demi mempertahankan keunikan masing-masing kain. Dan saya sangat bangga bisa terlahir, besar, dan tinggal di Indonesia,” katanya.

Founder GMFW, Russia Dzhannat Mingazova berpesan agar menjadikan busana sebagai kekuatan dalam diri seseorang. Sebab, apa yang dipakai akan mempresentasikan diri. Terlebih, jika perempuan berhijab, yang menjadi berbagai macam kendala saat ingin atau melakukan pekerjaan, khususnya di industri fesyen.

“Kita memiliki kekuatan yang jauh lebih besar yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Yang terpenting adalah kita harus bekerja karena keterampilan dan profesionalitas yang kita miliki. Bukan karena apa yang kita pakai,” ujarnya.

Pendamping delegasi juga mendapatkan beragam suvenir yang diharapkan dapat memberikan kesan positif pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia, seperti scraf dari batik Lasem dan Klamby, seperangkat skincare dari MsGlow, dan minuman jamu dari Kiranti.

Aulia Putriningtias
 
(FIR)

MOST SEARCH