WISATA

Kemenparekraf Berikan Bantuan untuk Pemandu Wisata Gunung

Sunnaholomi Halakrispen
Jumat 21 Agustus 2020 / 17:10

Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan bantuan untuk pemandu pariwisata gunung di Garut, Jawa Barat. Bantuan kali ini berupa peralatan mendaki gunung yang asli buatan Indonesia. 

"Bantuan yang diberikan berupa sepatu pendakian, jas hujan, tas, serta topi rimba, kepada 380 anggota APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia), komunitas pendakian di seluruh Indonesia," ujar Plt. Kepala Bidang Wisata Buatan Kemenparekraf Arya Galih Anindita di kawasan Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat.

Dukungan perlengkapan mendaki diberikan melalui Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), pada Senin, 17 Agustus 2020. Produk lokal yang diberikan, kata Arya, merupakan langkah untuk memperkenalkan produk dalam Negeri sekaligus menggerakan ekonomi Indonesia.

"Ini merupakan dukungan kami kepada pemandu gunung dan menggaungkan kembali bangga buatan Indonesia, karena banyak produk lokal yang bisa digunakan," tuturnya.

embed

(Bantuan yang diberikan berupa sepatu pendakian, jas hujan, tas, serta topi rimba, kepada 380 anggota APGI. Foto: Dok. Kemenparekraf)

Tujuan lainnya, membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sekaligus memberdayakan pelaku UMKM. Kemenparekraf meyakini bahwa membeli dan menggunakan produk dalam negeri tidak saja meningkatkan pendapatan produsen lokal, tetapi juga memupuk kepercayaan dan rasa bangga dengan produk buatan Indonesia.

Selain itu, memberikan semangat lebih besar bagi pekerja pariwisata terdampak pandemi untuk kembali membangun pariwisata Indonesia di masa adaptasi kebiasaan baru pandemi covid-19. Demikian pula momennya bertepatan dengan momen Dirgahayu Republik Indonesia ke-75 Indonesia Maju.

Kadisparbud Jawa Barat Dedi Taufik pun mengatakan bahwa di saat seperti ini dibutuhkan belanja pemerintah dalam menggerakan ekonomi. Salah satu cara mewujudkannya ialah membeli produk-produk lokal. 

"Semua produknya buatan dalam negeri, kalau bukan dari kita yang membeli, siapa lagi," pungkas Dedi.


(yyy)

MOST SEARCH