WISATA
Wyndham Garden dan Ramada Jadi Andalan ARTOTEL Group Garap Wisata Yogyakarta–Borobudur
A. Firdaus
Sabtu 17 Oktober 2026 / 09:11
- ARTOTEL Group memperkuat pengelolaan Wyndham Garden dan Ramada di Sleman, membidik wisata Yogyakarta–Borobudur serta pasar olahraga dan komunitas.
- Pengembangan aktivitas dapat berlanjut ke penyelenggaraan acara atau kompetisi apabila kesiapan fasilitas dan kebutuhan komunitas mendukung.
- pengembangan Wyndham Garden dan Ramada akan diarahkan pada optimalisasi fasilitas, perluasan segmen pasar.
Sleman: Kawasan Yogyakarta dan sekitarnya memiliki beragam pilihan wisata, mulai dari destinasi budaya di pusat kota hingga wisata alam di Sleman dan Magelang. Potensi tersebut menjadi salah satu peluang yang ingin digarap ARTOTEL Group melalui penguatan pengelolaan Wyndham Garden dan Ramada di Jalan Magelang Kilometer 14.
Selain menyasar wisatawan yang membutuhkan akomodasi untuk perjalanan bisnis maupun liburan, kedua hotel ini juga diarahkan untuk mengembangkan pengalaman menginap melalui fasilitas olahraga, rekreasi, dan kegiatan komunitas.
Strategi tersebut dibahas dalam konferensi pers yang menghadirkan Yulia Maria, Director of Marketing & Communication ARTOTEL Group, Erik R. Tumbelaka, General Manager Wyndham Garden dan Ramada, serta Eduard Rudolf Pangkarego, COO ARTOTEL Group.
Dalam kesempatan tersebut, ARTOTEL Group memaparkan strategi pengelolaan hotel, pengembangan fasilitas, dan peluang pasar di kawasan Yogyakarta, Sleman, hingga Magelang.
Salah satu fokus ARTOTEL Group adalah menyediakan layanan pengelolaan profesional bagi pemilik properti. Melalui model hotel management, pemilik tetap memiliki aset, sementara operator menangani operasional sesuai ruang lingkup dan kesepakatan kerja sama dengan imbalan berupa management fee.
Skema ini memungkinkan pemilik hotel mempertahankan merek sendiri tanpa harus menangani seluruh kompleksitas operasional secara mandiri. Operator dapat mendukung pengembangan sistem pelayanan, pemasaran, penjualan, program loyalitas, serta penerapan standar operasional.
Model pengelolaan tersebut juga membuka peluang kerja sama dengan merek internasional maupun hotel yang ingin mempertahankan identitasnya sendiri.
Dengan dukungan operator profesional, pemilik dapat berfokus pada pengembangan aset, sementara pengelolaan sehari-hari ditangani tim yang memiliki kompetensi di bidang perhotelan.
Selain layanan kamar dan fasilitas menginap, pengelola melihat peluang dari fasilitas olahraga dan rekreasi yang tersedia di kawasan hotel, termasuk skatepark.
Keberadaan fasilitas tersebut membuka kemungkinan untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Hotel tidak hanya menyasar wisatawan yang membutuhkan akomodasi, tetapi juga masyarakat dan komunitas yang mencari tempat untuk beraktivitas.
Pengelola berencana mengoptimalkan fasilitas dengan memahami kebutuhan pengguna terlebih dahulu. Untuk skatepark, misalnya, pendekatan awal diarahkan pada pembentukan hubungan dengan komunitas, pemanfaatan area, serta identifikasi kebutuhan kegiatan.
Pengembangan aktivitas dapat berlanjut ke penyelenggaraan acara atau kompetisi apabila kesiapan fasilitas dan kebutuhan komunitas mendukung.
Kegiatan olahraga dan komunitas juga berpotensi menjadi sarana memperkenalkan hotel kepada masyarakat yang lebih luas. Meski tidak selalu menghasilkan pendapatan secara langsung, aktivitas tersebut dapat membuka peluang bisnis baru sekaligus membangun hubungan dengan calon pelanggan.
ARTOTEL Group melihat peluang dari karakter pariwisata Yogyakarta yang tidak hanya bertumpu pada pusat kota dan kawasan Malioboro. Sleman dan Magelang juga memiliki beragam destinasi yang dapat menjadi bagian dari perjalanan wisata regional.
Lokasi hotel di koridor Jalan Magelang berpotensi menjadi pilihan akomodasi bagi wisatawan yang ingin menjelajahi sejumlah destinasi di Yogyakarta dan sekitarnya, termasuk kawasan Borobudur.
Dengan pendekatan tersebut, hotel diharapkan menjadi titik singgah dalam perjalanan wisata, bukan sekadar tempat bermalam. Wisatawan dapat memanfaatkan hotel sebagai basis perjalanan sebelum melanjutkan kunjungan ke destinasi lain sesuai rencana mereka.
Potensi pasar juga datang dari kegiatan berskala besar, seperti agenda pemerintahan, kegiatan akademi militer, wisuda, serta acara olahraga dan budaya.
Kegiatan yang menarik banyak pengunjung dapat meningkatkan kebutuhan kamar dan fasilitas pendukung di kawasan sekitar lokasi acara. Namun, peluang tersebut tetap bergantung pada skala kegiatan, jumlah peserta, kebutuhan akomodasi, dan kondisi pasar.
Dalam pengelolaan hotel dengan merek berbeda, ARTOTEL Group menekankan pentingnya menghormati identitas merek serta kesepakatan dengan pemilik properti dan pemegang lisensi.
Penggunaan identitas operator, termasuk penanda operated by, harus mengikuti ketentuan kerja sama yang berlaku. Dengan demikian, identitas merek hotel tetap terjaga, sementara operator menjalankan tanggung jawab pengelolaan sesuai kesepakatan.
Pengelola juga menyoroti pentingnya informasi lokasi hotel yang jelas. Informasi tersebut membantu calon tamu memahami posisi properti sebelum melakukan pemesanan, sehingga pilihan akomodasi dapat disesuaikan dengan tujuan perjalanan.
Ke depan, pengembangan Wyndham Garden dan Ramada akan diarahkan pada optimalisasi fasilitas, perluasan segmen pasar, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Kegiatan komunitas, olahraga, rekreasi, dan penyelenggaraan acara menjadi sejumlah peluang yang dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan pasar dan kesiapan fasilitas.
Melalui strategi pengelolaan profesional dan pengembangan pengalaman yang beragam, ARTOTEL Group berupaya mengoptimalkan potensi kedua properti di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya.
(FIR)
Selain menyasar wisatawan yang membutuhkan akomodasi untuk perjalanan bisnis maupun liburan, kedua hotel ini juga diarahkan untuk mengembangkan pengalaman menginap melalui fasilitas olahraga, rekreasi, dan kegiatan komunitas.
Strategi tersebut dibahas dalam konferensi pers yang menghadirkan Yulia Maria, Director of Marketing & Communication ARTOTEL Group, Erik R. Tumbelaka, General Manager Wyndham Garden dan Ramada, serta Eduard Rudolf Pangkarego, COO ARTOTEL Group.
Dalam kesempatan tersebut, ARTOTEL Group memaparkan strategi pengelolaan hotel, pengembangan fasilitas, dan peluang pasar di kawasan Yogyakarta, Sleman, hingga Magelang.
ARTOTEL Group Perkuat Model Pengelolaan Hotel
Salah satu fokus ARTOTEL Group adalah menyediakan layanan pengelolaan profesional bagi pemilik properti. Melalui model hotel management, pemilik tetap memiliki aset, sementara operator menangani operasional sesuai ruang lingkup dan kesepakatan kerja sama dengan imbalan berupa management fee.
Villa Pool Acces. Dok. WGY
Skema ini memungkinkan pemilik hotel mempertahankan merek sendiri tanpa harus menangani seluruh kompleksitas operasional secara mandiri. Operator dapat mendukung pengembangan sistem pelayanan, pemasaran, penjualan, program loyalitas, serta penerapan standar operasional.
Model pengelolaan tersebut juga membuka peluang kerja sama dengan merek internasional maupun hotel yang ingin mempertahankan identitasnya sendiri.
Dengan dukungan operator profesional, pemilik dapat berfokus pada pengembangan aset, sementara pengelolaan sehari-hari ditangani tim yang memiliki kompetensi di bidang perhotelan.
Fasilitas Olahraga Jadi Daya Tarik Tambahan
Selain layanan kamar dan fasilitas menginap, pengelola melihat peluang dari fasilitas olahraga dan rekreasi yang tersedia di kawasan hotel, termasuk skatepark.
Keberadaan fasilitas tersebut membuka kemungkinan untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Hotel tidak hanya menyasar wisatawan yang membutuhkan akomodasi, tetapi juga masyarakat dan komunitas yang mencari tempat untuk beraktivitas.
Skatebowl Dok. Ist
Pengelola berencana mengoptimalkan fasilitas dengan memahami kebutuhan pengguna terlebih dahulu. Untuk skatepark, misalnya, pendekatan awal diarahkan pada pembentukan hubungan dengan komunitas, pemanfaatan area, serta identifikasi kebutuhan kegiatan.
Pengembangan aktivitas dapat berlanjut ke penyelenggaraan acara atau kompetisi apabila kesiapan fasilitas dan kebutuhan komunitas mendukung.
Kegiatan olahraga dan komunitas juga berpotensi menjadi sarana memperkenalkan hotel kepada masyarakat yang lebih luas. Meski tidak selalu menghasilkan pendapatan secara langsung, aktivitas tersebut dapat membuka peluang bisnis baru sekaligus membangun hubungan dengan calon pelanggan.
Membidik Wisata Yogyakarta hingga Borobudur
ARTOTEL Group melihat peluang dari karakter pariwisata Yogyakarta yang tidak hanya bertumpu pada pusat kota dan kawasan Malioboro. Sleman dan Magelang juga memiliki beragam destinasi yang dapat menjadi bagian dari perjalanan wisata regional.
Lokasi hotel di koridor Jalan Magelang berpotensi menjadi pilihan akomodasi bagi wisatawan yang ingin menjelajahi sejumlah destinasi di Yogyakarta dan sekitarnya, termasuk kawasan Borobudur.
Dengan pendekatan tersebut, hotel diharapkan menjadi titik singgah dalam perjalanan wisata, bukan sekadar tempat bermalam. Wisatawan dapat memanfaatkan hotel sebagai basis perjalanan sebelum melanjutkan kunjungan ke destinasi lain sesuai rencana mereka.
Potensi pasar juga datang dari kegiatan berskala besar, seperti agenda pemerintahan, kegiatan akademi militer, wisuda, serta acara olahraga dan budaya.
Kegiatan yang menarik banyak pengunjung dapat meningkatkan kebutuhan kamar dan fasilitas pendukung di kawasan sekitar lokasi acara. Namun, peluang tersebut tetap bergantung pada skala kegiatan, jumlah peserta, kebutuhan akomodasi, dan kondisi pasar.
Jaga Identitas Merek dan Pengalaman Tamu
Dalam pengelolaan hotel dengan merek berbeda, ARTOTEL Group menekankan pentingnya menghormati identitas merek serta kesepakatan dengan pemilik properti dan pemegang lisensi.
Penggunaan identitas operator, termasuk penanda operated by, harus mengikuti ketentuan kerja sama yang berlaku. Dengan demikian, identitas merek hotel tetap terjaga, sementara operator menjalankan tanggung jawab pengelolaan sesuai kesepakatan.
Pengelola juga menyoroti pentingnya informasi lokasi hotel yang jelas. Informasi tersebut membantu calon tamu memahami posisi properti sebelum melakukan pemesanan, sehingga pilihan akomodasi dapat disesuaikan dengan tujuan perjalanan.
Ke depan, pengembangan Wyndham Garden dan Ramada akan diarahkan pada optimalisasi fasilitas, perluasan segmen pasar, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Kegiatan komunitas, olahraga, rekreasi, dan penyelenggaraan acara menjadi sejumlah peluang yang dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan pasar dan kesiapan fasilitas.
Melalui strategi pengelolaan profesional dan pengembangan pengalaman yang beragam, ARTOTEL Group berupaya mengoptimalkan potensi kedua properti di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya.
(FIR)