- Tiket.com melihat perjalanan keluarga dan wisata berbasis hobi semakin menarik.
- Momentum akhir tahun menjadi salah satu periode penting bagi industri perjalanan.
- Wisatawan tidak hanya bertanya akan pergi ke mana, tetapi juga pengalaman apa yang bisa dilakukan selama berada di destinasi tersebut.
Jakarta: Tren perjalanan masyarakat Indonesia mulai bergerak dari sekadar memilih destinasi menuju pengalaman yang ingin didapatkan selama liburan. Perjalanan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, mencari suasana baru, hingga mengikuti aktivitas berbasis hobi semakin menjadi pertimbangan wisatawan.
Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, Gaery Undarsa, mengatakan perjalanan di Indonesia masih sangat dipengaruhi sejumlah momentum, terutama liburan sekolah, libur Lebaran, serta Natal dan Tahun Baru. Pada periode tersebut, permintaan tiket pesawat dan hotel biasanya meningkat signifikan.
“Untuk liburan Natal dan Tahun Baru, biasanya pada saat musim liburan maupun sebelumnya, dibandingkan musim normal, ada peningkatan sampai dua hingga tiga kali lipat untuk tiket pesawat dan hotel,” ujar Gaery dalam konferensi pers Online Tiket Week (OTW), Kamis (22/10/2026).
Menurut Gaery, momentum akhir tahun menjadi salah satu periode penting bagi industri perjalanan. Memasuki kuartal IV, tiket.com mulai melihat geliat perjalanan kembali meningkat, termasuk sepanjang Oktober. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan menghadirkan program Online Tiket Week.
Namun, motivasi masyarakat bepergian tidak hanya berkaitan dengan kalender liburan. Gaery melihat perjalanan kini juga menjadi cara untuk mencari pengalaman personal, mulai dari healing, menghabiskan waktu berkualitas bersama orang terdekat, hingga mencoba aktivitas baru.
Menjelang akhir tahun, perjalanan keluarga diperkirakan menjadi salah satu pendorong utama. Menurut Gaery, keluarga merupakan segmen penting karena banyak masyarakat bepergian untuk mengunjungi kerabat atau berlibur bersama anak-anak.
Selain perjalanan keluarga, wisata berbasis hobi juga menunjukkan peluang yang semakin menarik. Aktivitas olahraga, misalnya, dapat menjadi alasan seseorang memilih destinasi tertentu sekaligus memperpanjang perjalanan untuk berlibur.
Gaery mencontohkan kegiatan olahraga seperti Hyrox yang menarik peserta dari luar daerah maupun luar negeri untuk datang ke Jakarta. Ajang lari dan maraton juga dinilai dapat mendorong perjalanan wisata, karena peserta berpotensi menggabungkan kegiatan olahraga dengan agenda liburan.
SVP of Brand Marketing tiket.com, Maria Risa Puspitasari, menilai destinasi tetap menjadi faktor penting ketika masyarakat merencanakan perjalanan. Wisatawan yang menyukai suasana pegunungan, misalnya, cenderung mencari tempat dengan karakter alam tersebut. Begitu pula mereka yang ingin menikmati pantai akan mempertimbangkan destinasi pesisir atau tropis.
Meski demikian, menurut Maria, pertimbangan perjalanan kini semakin berkembang. Wisatawan tidak hanya bertanya akan pergi ke mana, tetapi juga pengalaman apa yang bisa dilakukan selama berada di destinasi tersebut.
Salah satu tren yang muncul adalah racecation, yakni menggabungkan kegiatan olahraga seperti mengikuti lomba lari dengan agenda liburan. Perjalanan juga bisa dirancang untuk menghadiri pertunjukan, menonton pertandingan olahraga, atau menikmati kegiatan budaya bersama keluarga.
Maria mencontohkan, seseorang dapat pergi ke Melbourne untuk menyaksikan pertandingan tenis atau pertunjukan opera, sekaligus mengajak keluarga menikmati liburan di kota tersebut.
Perpaduan antara destinasi dan aktivitas inilah yang membuat pengalaman perjalanan semakin beragam. Liburan tidak lagi harus berpusat pada satu tempat wisata, tetapi bisa dibangun dari kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan setiap anggota keluarga.
Di tengah tren tersebut, perjalanan keluarga dan wisata berbasis hobi menjadi peluang bagi industri pariwisata untuk menawarkan pengalaman yang lebih beragam. Bagi wisatawan, perencanaan perjalanan pun semakin penting agar aktivitas yang diinginkan tetap selaras dengan waktu dan anggaran yang tersedia.
(FIR)
Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, Gaery Undarsa, mengatakan perjalanan di Indonesia masih sangat dipengaruhi sejumlah momentum, terutama liburan sekolah, libur Lebaran, serta Natal dan Tahun Baru. Pada periode tersebut, permintaan tiket pesawat dan hotel biasanya meningkat signifikan.
“Untuk liburan Natal dan Tahun Baru, biasanya pada saat musim liburan maupun sebelumnya, dibandingkan musim normal, ada peningkatan sampai dua hingga tiga kali lipat untuk tiket pesawat dan hotel,” ujar Gaery dalam konferensi pers Online Tiket Week (OTW), Kamis (22/10/2026).
Menurut Gaery, momentum akhir tahun menjadi salah satu periode penting bagi industri perjalanan. Memasuki kuartal IV, tiket.com mulai melihat geliat perjalanan kembali meningkat, termasuk sepanjang Oktober. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan menghadirkan program Online Tiket Week.
Namun, motivasi masyarakat bepergian tidak hanya berkaitan dengan kalender liburan. Gaery melihat perjalanan kini juga menjadi cara untuk mencari pengalaman personal, mulai dari healing, menghabiskan waktu berkualitas bersama orang terdekat, hingga mencoba aktivitas baru.
Menjelang akhir tahun, perjalanan keluarga diperkirakan menjadi salah satu pendorong utama. Menurut Gaery, keluarga merupakan segmen penting karena banyak masyarakat bepergian untuk mengunjungi kerabat atau berlibur bersama anak-anak.
Selain perjalanan keluarga, wisata berbasis hobi juga menunjukkan peluang yang semakin menarik. Aktivitas olahraga, misalnya, dapat menjadi alasan seseorang memilih destinasi tertentu sekaligus memperpanjang perjalanan untuk berlibur.
Gaery mencontohkan kegiatan olahraga seperti Hyrox yang menarik peserta dari luar daerah maupun luar negeri untuk datang ke Jakarta. Ajang lari dan maraton juga dinilai dapat mendorong perjalanan wisata, karena peserta berpotensi menggabungkan kegiatan olahraga dengan agenda liburan.
Liburan Tak Hanya soal Destinasi
SVP of Brand Marketing tiket.com, Maria Risa Puspitasari, menilai destinasi tetap menjadi faktor penting ketika masyarakat merencanakan perjalanan. Wisatawan yang menyukai suasana pegunungan, misalnya, cenderung mencari tempat dengan karakter alam tersebut. Begitu pula mereka yang ingin menikmati pantai akan mempertimbangkan destinasi pesisir atau tropis.
Meski demikian, menurut Maria, pertimbangan perjalanan kini semakin berkembang. Wisatawan tidak hanya bertanya akan pergi ke mana, tetapi juga pengalaman apa yang bisa dilakukan selama berada di destinasi tersebut.
Salah satu tren yang muncul adalah racecation, yakni menggabungkan kegiatan olahraga seperti mengikuti lomba lari dengan agenda liburan. Perjalanan juga bisa dirancang untuk menghadiri pertunjukan, menonton pertandingan olahraga, atau menikmati kegiatan budaya bersama keluarga.
Maria mencontohkan, seseorang dapat pergi ke Melbourne untuk menyaksikan pertandingan tenis atau pertunjukan opera, sekaligus mengajak keluarga menikmati liburan di kota tersebut.
Perpaduan antara destinasi dan aktivitas inilah yang membuat pengalaman perjalanan semakin beragam. Liburan tidak lagi harus berpusat pada satu tempat wisata, tetapi bisa dibangun dari kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan setiap anggota keluarga.
Di tengah tren tersebut, perjalanan keluarga dan wisata berbasis hobi menjadi peluang bagi industri pariwisata untuk menawarkan pengalaman yang lebih beragam. Bagi wisatawan, perencanaan perjalanan pun semakin penting agar aktivitas yang diinginkan tetap selaras dengan waktu dan anggaran yang tersedia.
(FIR)