End Google Analytics -->
COMMUNITY

Sensasi Healing dengan Berlari Melintasi Hutan

Elang Riki Yanuar
Selasa 29 November 2022 / 18:22
Jakarta: Perhutani melanjutkan kiprahnya menyediakan tempat wisata di kawasan hutan. Agar menarik minat banyak orang, Perhutani melalui Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Ekowisata Jawa Barat dan Banten bersama komunitas Bandung Explorer menggelar lomba lari trail Forest Run 2022.

Ajang ini diharapkan sebagai momen healing bagi masyarakat pasca pandemi. Total ada 520 peserta di Wana Wisata Cikole Jayagiri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang ikut serta dalam acara yang digelar akhir pekan kemarin.

Menurut Direktur Komersial Perhutani Ahmad Ibrahim, Forest Run merupakan sebuah ajang kompetisi berlari yang unik karena tidak hanya membuktikan bahwa peserta memiliki fisik yang kuat, juga mengajak masyarakat untuk mengenal alam yang indah dan lestari, khususnya di Lembang.

Selain warga lokal, peserta juga ada yang berasal dari Jerman, Swiss dan Polandia. Event ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan.

"Acara ini juga sekaligus menjadi ajang healing bagi masyarakat pasca pandemi," ucap Ahmad Ibrahim.

Dalam acara itu, semua pihak juga mendoakan saudara-saudara yang tengah menghadapi musibah gempa di Cianjur. Panitia juga meyiapkan kotak donasi bagi peserta yang ingin memberikan donasinya. Nantinya akan disalurkan kepada para korban melalui posko utama satgas bencana BUMN di Cianjur.

Dalam ajang kali ini terbagi dalam 3 (tiga) kategori, yakni Family Trail sejauh 3 kilometer, Trail Running 10 kilometer dan Trail Running 22 kilometer dengan total hadiah untuk pemenang sebesar Rp 33 juta. Tantangan lari dalam hutan ini diharapkan mampu memberikan suasana lomba yang kompetitif dan sportif bagi para Pelari, khususnya Pelari trail dan ramah bagi Pelari pemula.

Finisher Putri Pertama kategori Trail 10K Asal Bekasi, Chintya Wulandari (26 tahun) menyebut Forest Run 2022 memiliki tantangan tersendiri. Medan yang licin dan tanah basah membuat para pelari terkesan.

“Treknya menanjak, dan hampir seluruhnya trek tanah, ini yang buat Forest Run 2022 beda dengan acara serupa. Benar, benar berlari di hutan yang masih asri,” ujarnya.

Sementara itu Finisher pertama kategori Trail 22k, Andreas (40 tahun) asal Swis juga mengaku terkesan dengan acara Forest Run 2022. Andreas yang merupakan atlet pesepeda di Swis mengakui trek hutan yang disuguhkan dalam Forest Run menantangnya.

"Acaranya sangat keren, saya senang ikut acara ini. Saya baru kali ini ikut Run di dalam hutan, biasanya saya naik sepeda di Swis. Treknya lebih menantang karena licin,” jelasnya.




 
(ELG)

MOST SEARCH