WISATA
Makau Bukan Cuma Kasino, Ini Panduan Lengkap Tempat Ramah Muslim
Annisa ayu artanti
Jumat 16 Oktober 2026 / 13:15
- Makau tak cuma soal kasino. Ada masjid, restoran halal, dan pilihan tempat ramah Muslim yang bisa dikunjungi.
- Dari Laulan Restaurant hingga EL&N London, ini pengalaman menemukan pilihan kuliner halal saat menjelajahi Makau
- Makau mulai menyambut wisatawan Muslim, tetapi informasi halal, ruang salat, dan fasilitas pendukung masih perlu ditingkatkan.
Makau: Kalau mendengar Makau, apa yang langsung terlintas di pikiranmu? Kasino megah, hotel mewah, atau pusat belanja dengan berbagai merek ternama?
Kota di pesisir selatan Tiongkok ini memang terkenal sebagai salah satu pusat perjudian terbesar di dunia. Namun, ternyata Makau punya sisi lain yang menarik untuk dijelajahi, termasuk bagi wisatawan Muslim.
Selama empat hari tiga malam di Makau, tim Medcom.id menemukan beberapa tempat yang bisa membantu perjalanan wisatawan Muslim terasa lebih nyaman jika berkunjung ke sana. Mulai dari masjid untuk beribadah, restoran yang menyediakan makanan halal, hingga tempat berburu oleh-oleh yang punya pilihan produk untuk konsumen Muslim.
Pengalaman seperti ini akan terasa cukup berbeda khususnya bagi pelancong yang berasal dari Indonesia, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Asal tau saja, meski di Makau jumlah penduduk muslim sedikit, ternyata mencari masjid atau makanan halal relatif mudah.
Bahkan, ada kabar baik bagi wisatawan Muslim yang mau datang ke Makau. Ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi untuk menikmati kota ini tanpa mengabaikan kebutuhan ibadah dan makanan.
Berikut pengalaman menjelajahi sisi Muslim-friendly Makau.
Di tengah padatnya agenda jalan-jalan, tim Medcom.id sengaja menyempatkan diri mengunjungi Macau Mosque and Cemetery, atau Mesquita e Cemitério de Macau dalam bahasa Portugis.
Masjid ini menjadi salah satu tempat yang patut masuk dalam daftar kunjungan wisatawan Muslim. Bukan sekadar tempat untuk beribadah, keberadaannya juga memberi ruang bagi Muslim untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk perjalanan.
Tim Medcom.id menyempatkan diri menunaikan salat tahiyatul masjid di sana. Rasanya cukup berbeda ketika bisa bersujud di tempat yang jauh dari keseharian.
Di Indonesia, masjid dan musala mudah ditemukan, mulai dari kawasan permukiman hingga pusat perbelanjaan. Namun, ketika berada di Makau, pengalaman beribadah terasa lebih personal. Ada rasa tenang sekaligus syukur karena tetap bisa menemukan tempat untuk menjalankan ibadah di tengah perjalanan.
Momen ini menjadi pengingat bahwa menjelajahi tempat baru bukan cuma soal mengunjungi destinasi populer atau berburu foto. Ada kebutuhan sederhana yang tetap penting, termasuk menemukan ruang untuk beribadah.
Kalau berencana mampir, sebaiknya cek terlebih dahulu lokasi dan akses menuju masjid, lalu sesuaikan waktu kunjungan dengan jadwal salat.
Toko ini berada di Rua de São Domingos No. 1, tepat di samping St. Dominic’s Church. Lokasinya juga strategis karena dekat dengan Senado Square dan Ruins of St. Pauls yang berada disatu kawasan yang bisa disambangi saat menjelajahi pusat bersejarah Makau.
MinM Plaza menyediakan sejumlah produk untuk wisatawan Muslim, termasuk pilihan camilan seperti almond cookies. Kue ini cukup populer sebagai buah tangan dari Makao. Bentuknya sederhana, tetapi cocok dibawa pulang untuk keluarga atau teman.
Buat wisatawan Muslim, menemukan pilihan produk yang ditujukan bagi konsumen Muslim tentu bisa membantu saat mencari oleh-oleh. Meski begitu, jangan langsung menganggap semua produk di toko tersebut bersertifikat halal. Jika status halal menjadi pertimbangan utama, periksa informasi bahan dan sertifikasi pada kemasan sebelum membeli ya.
Selesai berbelanja, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Senado Square untuk menikmati suasana kota tua, mampir ke toko-toko souvenir, atau berjalan menuju Ruins of St. Paul’s yang menjadi salah satu ikon Makau.
Jadi, sekali jalan, kamu bisa berburu oleh-oleh sekaligus menikmati kawasan bersejarah tanpa perlu menyusun rute yang terpisah.
Salah satu hal yang biasanya paling banyak dipikirkan wisatawan Muslim sebelum bepergian adalah soal makanan. Apalagi ketika mengunjungi tempat yang pilihan makanan halalnya belum sebanyak di Indonesia.
Saat menjelajahi Makau, tim Medcom.id menemukan Lau Lan Restauran, restoran yang menyajikan hidangan khas Uighur (barat laut Tiongkok) dan sudah tersertifikasi kehalalannya. Lokasinya berada di Rua de Cinco de Outubro No. 169, G/F, Jardim Long Chao, di Makau Peninsula, tidak terlalu jauh dari kawasan Senado Square.
Ada hal menarik ketika mampir ke restoran ini. Salah satu pramusajinya ternyata orang Indonesia bernama Wardah. Bertemu sesama orang Indonesia di tengah perjalanan ke luar negeri tentu menghadirkan suasana akrab tersendiri. Apalagi, Wardah bisa berbagi informasi seputar restoran dan kebutuhan wisatawan Muslim.
“Yang punya (restoran ini) juga Muslim. Bosku mualaf,” kata Wardah kepada Medcom.id.
Menurut Wardah, restoran tersebut kerap didatangi wisatawan dari Indonesia dan Malaysia. Selain mencari makanan halal, sebagian pengunjung membutuhkan tempat untuk salat selama berada di Makau.
“Orang Indonesia, Malaysia juga sering ke sini. Mereka ke Makau karena susah cari tempat salat. Kami siapkan tempat salat di lantai atas,” ujarnya.
Keberadaan tempat salat di restoran ini tentu membantu pengunjung yang ingin makan sekaligus beribadah tanpa harus berpindah lokasi terlalu jauh.
Untuk menu, Wardah menyebut hidangan lamb atau daging domba sebagai salah satu favorit pengunjung. Tim Medcom.id pun mencoba beberapa menu, yakni tumis daging domba (lamb) dengan jamur kuping hitam, pai daging dengan isian daging dimba, pie lamb, omelette, dan gyoza ayam.
Buat kamu yang ingin lanjut jalan-jalan setelah makan, beberapa menu juga bisa dibawa pulang atau take away. Jadi, tidak harus menghabiskan banyak waktu di restoran sebelum melanjutkan agenda berikutnya.
Lau Lan bisa menjadi salah satu referensi kuliner saat menyusun itinerary wisata Muslim di Makau. Meski demikian, jangan ragu bertanya langsung kepada pihak restoran mengenai bahan, proses pengolahan, dan pilihan menu yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Berbeda dari restoran dengan suasana yang lebih sederhana, EL&N London punya interior penuh warna dan sudut-sudut menarik untuk berfoto. Buat wisatawan muda yang suka mengabadikan momen liburan, tempat ini menawarkan pengalaman bersantap sekaligus kesempatan membuat konten perjalanan.
Restoran ini memiliki sertifikat halal dan menyediakan beragam pilihan menu, mulai dari hidangan utama hingga makanan penutup. Saat berkunjung, tim Medcom.id mencoba Mediterranean Chicken Salad, Seafood Risotto, Chocolate cheesecake, dan Ube Bubble Tea.
Pilihan menunya yang cukup beragam ini cocok dinikmati bersama teman atau keluarga.
Bagi wisatawan Muslim, restoran bersertifikat halal seperti ini juga membantu saat menentukan tempat makan. Namun, tetap perhatikan informasi sertifikasi yang berlaku dan pastikan menu yang dipesan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Karena berada di kawasan Grand Lisboa Palace Resort, kunjungan ke EL&N London juga bisa digabungkan dengan agenda berbelanja atau menikmati fasilitas lain di sekitar resor. Jadi, kamu tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga bisa sekalian mengeksplorasi kawasan tersebut.
Namun, pengalaman di lapangan juga memperlihatkan bahwa kebutuhan wisatawan Muslim tidak berhenti pada urusan makanan.
Public Relations Executive dari Macao Government Tourism Office (MGTO), Jenny Kuo mengatakan pihaknya mendukung kedatangan wisatawan Muslim dan terus berupaya menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan.
“Kami support untuk datangnya Muslim ke sini. Kami mempersiapkan banyak hal, di antaranya seperti restoran halal. Lalu staf-staf kami sangat belajar tentang Muslim,” ujarnya.
Upaya tersebut menjadi langkah penting untuk membuat wisatawan Muslim merasa lebih nyaman. Meski begitu, masih ada sejumlah hal yang bisa ditingkatkan.
Informasi mengenai restoran bersertifikat halal, misalnya, perlu semakin mudah ditemukan. Fasilitas seperti toilet dengan bidet dan ruang salat di hotel maupun restoran juga bisa membantu wisatawan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih praktis.
Hal serupa disampaikan Nancy, wisatawan asal Malaysia. Menurut dia, Makau sudah menunjukkan upaya untuk menjadi destinasi yang lebih ramah bagi wisatawan Muslim, meski masih ada fasilitas yang perlu dibenahi.
“Makau sudah berusaha untuk ramah Muslim, mungkin itu yang perlu ada perbaikan,” kata Nancy.
Berdasarkan rute yang tim Medcom.id tempuh, penerbangan Jakarta-Kuala Lumpur memakan waktu sekitar 1 jam 50 menit, sedangkan Kuala Lumpur-Makau sekitar empat jam. Total waktu terbangnya kurang lebih enam jam, belum termasuk waktu transit.
Rute ini bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati kawasan bersejarah, mencoba kuliner, berbelanja, atau mengenal budaya Makau dari sisi yang berbeda.
Sebelum berangkat, pastikan mengecek jadwal penerbangan terbaru dan persyaratan masuk sesuai ketentuan yang berlaku. Ada baiknya kamu juga menyusun itinerary dengan mempertimbangkan waktu salat dan lokasi tempat makan yang sesuai.
Liburan bukan cuma soal seberapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi, tetapi juga bagaimana kita bisa menikmati pengalaman baru dengan nyaman. Di balik gemerlap kasino serta hotel mewahnya, Makau punya sisi lain yang layak dikenal lebih dekat.
(ANN)
Kota di pesisir selatan Tiongkok ini memang terkenal sebagai salah satu pusat perjudian terbesar di dunia. Namun, ternyata Makau punya sisi lain yang menarik untuk dijelajahi, termasuk bagi wisatawan Muslim.
Selama empat hari tiga malam di Makau, tim Medcom.id menemukan beberapa tempat yang bisa membantu perjalanan wisatawan Muslim terasa lebih nyaman jika berkunjung ke sana. Mulai dari masjid untuk beribadah, restoran yang menyediakan makanan halal, hingga tempat berburu oleh-oleh yang punya pilihan produk untuk konsumen Muslim.
Pengalaman seperti ini akan terasa cukup berbeda khususnya bagi pelancong yang berasal dari Indonesia, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Asal tau saja, meski di Makau jumlah penduduk muslim sedikit, ternyata mencari masjid atau makanan halal relatif mudah.
Bahkan, ada kabar baik bagi wisatawan Muslim yang mau datang ke Makau. Ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi untuk menikmati kota ini tanpa mengabaikan kebutuhan ibadah dan makanan.
Baca Juga :
Healing di Makau di Momen Spesial Sambil Mencoba 'Surga' Kuliner dan Relaksasi Eksklusif
Macau Mosque, tempat menepi sejenak untuk salat
Macau Mosque and Cemetery. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu
Di tengah padatnya agenda jalan-jalan, tim Medcom.id sengaja menyempatkan diri mengunjungi Macau Mosque and Cemetery, atau Mesquita e Cemitério de Macau dalam bahasa Portugis.
Masjid ini menjadi salah satu tempat yang patut masuk dalam daftar kunjungan wisatawan Muslim. Bukan sekadar tempat untuk beribadah, keberadaannya juga memberi ruang bagi Muslim untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk perjalanan.
Tim Medcom.id menyempatkan diri menunaikan salat tahiyatul masjid di sana. Rasanya cukup berbeda ketika bisa bersujud di tempat yang jauh dari keseharian.
Di Indonesia, masjid dan musala mudah ditemukan, mulai dari kawasan permukiman hingga pusat perbelanjaan. Namun, ketika berada di Makau, pengalaman beribadah terasa lebih personal. Ada rasa tenang sekaligus syukur karena tetap bisa menemukan tempat untuk menjalankan ibadah di tengah perjalanan.
Momen ini menjadi pengingat bahwa menjelajahi tempat baru bukan cuma soal mengunjungi destinasi populer atau berburu foto. Ada kebutuhan sederhana yang tetap penting, termasuk menemukan ruang untuk beribadah.
Kalau berencana mampir, sebaiknya cek terlebih dahulu lokasi dan akses menuju masjid, lalu sesuaikan waktu kunjungan dengan jadwal salat.
Suasana dalam Macau Mosque and Cemetery. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu
MinM Plaza, cari oleh-oleh di kawasan kota tua
Setelah urusan ibadah, saatnya kembali menjelajahi kota. Nah, kalau kamu suka berburu oleh-oleh, MinM Plaza bisa masuk dalam daftar tempat yang disinggahi.Toko ini berada di Rua de São Domingos No. 1, tepat di samping St. Dominic’s Church. Lokasinya juga strategis karena dekat dengan Senado Square dan Ruins of St. Pauls yang berada disatu kawasan yang bisa disambangi saat menjelajahi pusat bersejarah Makau.
MinM Plaza menyediakan sejumlah produk untuk wisatawan Muslim, termasuk pilihan camilan seperti almond cookies. Kue ini cukup populer sebagai buah tangan dari Makao. Bentuknya sederhana, tetapi cocok dibawa pulang untuk keluarga atau teman.
Pojok halal di MinM, Makau. Foto: Medcom/Annisa Ayu
Buat wisatawan Muslim, menemukan pilihan produk yang ditujukan bagi konsumen Muslim tentu bisa membantu saat mencari oleh-oleh. Meski begitu, jangan langsung menganggap semua produk di toko tersebut bersertifikat halal. Jika status halal menjadi pertimbangan utama, periksa informasi bahan dan sertifikasi pada kemasan sebelum membeli ya.
Selesai berbelanja, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Senado Square untuk menikmati suasana kota tua, mampir ke toko-toko souvenir, atau berjalan menuju Ruins of St. Paul’s yang menjadi salah satu ikon Makau.
Jadi, sekali jalan, kamu bisa berburu oleh-oleh sekaligus menikmati kawasan bersejarah tanpa perlu menyusun rute yang terpisah.
Laulan Restaurant, makan halal sambil bertemu orang Indonesia
Lau Lan Restoran. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu
Salah satu hal yang biasanya paling banyak dipikirkan wisatawan Muslim sebelum bepergian adalah soal makanan. Apalagi ketika mengunjungi tempat yang pilihan makanan halalnya belum sebanyak di Indonesia.
Saat menjelajahi Makau, tim Medcom.id menemukan Lau Lan Restauran, restoran yang menyajikan hidangan khas Uighur (barat laut Tiongkok) dan sudah tersertifikasi kehalalannya. Lokasinya berada di Rua de Cinco de Outubro No. 169, G/F, Jardim Long Chao, di Makau Peninsula, tidak terlalu jauh dari kawasan Senado Square.
Ada hal menarik ketika mampir ke restoran ini. Salah satu pramusajinya ternyata orang Indonesia bernama Wardah. Bertemu sesama orang Indonesia di tengah perjalanan ke luar negeri tentu menghadirkan suasana akrab tersendiri. Apalagi, Wardah bisa berbagi informasi seputar restoran dan kebutuhan wisatawan Muslim.
“Yang punya (restoran ini) juga Muslim. Bosku mualaf,” kata Wardah kepada Medcom.id.
Menurut Wardah, restoran tersebut kerap didatangi wisatawan dari Indonesia dan Malaysia. Selain mencari makanan halal, sebagian pengunjung membutuhkan tempat untuk salat selama berada di Makau.
“Orang Indonesia, Malaysia juga sering ke sini. Mereka ke Makau karena susah cari tempat salat. Kami siapkan tempat salat di lantai atas,” ujarnya.
Keberadaan tempat salat di restoran ini tentu membantu pengunjung yang ingin makan sekaligus beribadah tanpa harus berpindah lokasi terlalu jauh.
Untuk menu, Wardah menyebut hidangan lamb atau daging domba sebagai salah satu favorit pengunjung. Tim Medcom.id pun mencoba beberapa menu, yakni tumis daging domba (lamb) dengan jamur kuping hitam, pai daging dengan isian daging dimba, pie lamb, omelette, dan gyoza ayam.
Buat kamu yang ingin lanjut jalan-jalan setelah makan, beberapa menu juga bisa dibawa pulang atau take away. Jadi, tidak harus menghabiskan banyak waktu di restoran sebelum melanjutkan agenda berikutnya.
Lau Lan bisa menjadi salah satu referensi kuliner saat menyusun itinerary wisata Muslim di Makau. Meski demikian, jangan ragu bertanya langsung kepada pihak restoran mengenai bahan, proses pengolahan, dan pilihan menu yang sesuai dengan kebutuhanmu.
EL&N London, kuliner halal dengan suasana penuh warna
Nah, kalau ingin mencoba tempat makan dengan suasana yang lebih modern dan cheerfull EL&N London bisa masuk list. Restoran ini berlokasi di Shop 215, Level 2, Grand Lisboa Palace Resort, West Entrance, Rua do Tiro, Cotai.Berbeda dari restoran dengan suasana yang lebih sederhana, EL&N London punya interior penuh warna dan sudut-sudut menarik untuk berfoto. Buat wisatawan muda yang suka mengabadikan momen liburan, tempat ini menawarkan pengalaman bersantap sekaligus kesempatan membuat konten perjalanan.
Restoran ini memiliki sertifikat halal dan menyediakan beragam pilihan menu, mulai dari hidangan utama hingga makanan penutup. Saat berkunjung, tim Medcom.id mencoba Mediterranean Chicken Salad, Seafood Risotto, Chocolate cheesecake, dan Ube Bubble Tea.
Beberapa menu di LN&N London. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu
Pilihan menunya yang cukup beragam ini cocok dinikmati bersama teman atau keluarga.
Bagi wisatawan Muslim, restoran bersertifikat halal seperti ini juga membantu saat menentukan tempat makan. Namun, tetap perhatikan informasi sertifikasi yang berlaku dan pastikan menu yang dipesan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Karena berada di kawasan Grand Lisboa Palace Resort, kunjungan ke EL&N London juga bisa digabungkan dengan agenda berbelanja atau menikmati fasilitas lain di sekitar resor. Jadi, kamu tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga bisa sekalian mengeksplorasi kawasan tersebut.
Makau Mulai Menyambut Wisatawan Muslim
Keberadaan masjid, restoran halal, dan pilihan produk untuk konsumen Muslim menunjukkan bahwa ada sejumlah opsi yang bisa dipertimbangkan saat berlibur ke Makau.Namun, pengalaman di lapangan juga memperlihatkan bahwa kebutuhan wisatawan Muslim tidak berhenti pada urusan makanan.
Public Relations Executive dari Macao Government Tourism Office (MGTO), Jenny Kuo mengatakan pihaknya mendukung kedatangan wisatawan Muslim dan terus berupaya menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan.
“Kami support untuk datangnya Muslim ke sini. Kami mempersiapkan banyak hal, di antaranya seperti restoran halal. Lalu staf-staf kami sangat belajar tentang Muslim,” ujarnya.
Upaya tersebut menjadi langkah penting untuk membuat wisatawan Muslim merasa lebih nyaman. Meski begitu, masih ada sejumlah hal yang bisa ditingkatkan.
Informasi mengenai restoran bersertifikat halal, misalnya, perlu semakin mudah ditemukan. Fasilitas seperti toilet dengan bidet dan ruang salat di hotel maupun restoran juga bisa membantu wisatawan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih praktis.
Hal serupa disampaikan Nancy, wisatawan asal Malaysia. Menurut dia, Makau sudah menunjukkan upaya untuk menjadi destinasi yang lebih ramah bagi wisatawan Muslim, meski masih ada fasilitas yang perlu dibenahi.
“Makau sudah berusaha untuk ramah Muslim, mungkin itu yang perlu ada perbaikan,” kata Nancy.
Cara menuju Makau dari Indonesia
Tertarik menjelajahi Makau? Salah satu pilihan perjalanan dari Indonesia adalah terbang dari Jakarta menuju Kuala Lumpur, Malaysia, kemudian melanjutkan penerbangan ke Makau bersama AirAsia.Berdasarkan rute yang tim Medcom.id tempuh, penerbangan Jakarta-Kuala Lumpur memakan waktu sekitar 1 jam 50 menit, sedangkan Kuala Lumpur-Makau sekitar empat jam. Total waktu terbangnya kurang lebih enam jam, belum termasuk waktu transit.
Rute ini bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati kawasan bersejarah, mencoba kuliner, berbelanja, atau mengenal budaya Makau dari sisi yang berbeda.
Sebelum berangkat, pastikan mengecek jadwal penerbangan terbaru dan persyaratan masuk sesuai ketentuan yang berlaku. Ada baiknya kamu juga menyusun itinerary dengan mempertimbangkan waktu salat dan lokasi tempat makan yang sesuai.
Salah satu kasino di Makau. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu
Liburan bukan cuma soal seberapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi, tetapi juga bagaimana kita bisa menikmati pengalaman baru dengan nyaman. Di balik gemerlap kasino serta hotel mewahnya, Makau punya sisi lain yang layak dikenal lebih dekat.
(ANN)