WISATA

Bangkitnya Kembali Hiburan Tari Kecak di Tengah Pandemi

Kumara Anggita
Minggu 15 November 2020 / 06:00
Bali: Bali terkenal dengan pariwisatanya termasuk tari Kecak. Sejak pandemi covid-19 tari kecak beberapa kali ditutup dan jadi jarang dikunjungi. 

November ini, keadaan semakin baik. Memang belum sepenuhnya pulih, namun pengunjung tari Kecak sudah semakin banyak, memberikan warga Bali harapan. 

“Sesuai dengan aturan Gubernur, per tanggal 15 Maret 2020 kemarin dan juga dari Bupati tanggal 16 Maret 2020 itu sudah objek wisata termasuk pementasan kecak ditutup,” buka I Made Astra Ketua, Ketua Sanggar Tari dan Tabu Desa Adat Pecatu. 

“Setelah itu per tanggal 19 Maret kita sudah tutup kembali. Kemarin dari tanggal 22 Agustus yaitu karena ada Kemenpar dan sebagainya, artinya launching, per tanggal 11 September kemarin kita dibuka,” lanjutnya.

Ketika tari Kecak dibuka, protokol kesehatan pun diperketat. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko penyebaran virus.

“Sebelumnya destinasi wisata kita, termasuk kawasan luar, termasuk kita ini (Kecak) dinilai apakah sudah sesuai dengan protokol kesehatan. Begitu sudah kita lakukan bersama-sama (menerapkan protokol kesehatan),” ujarnya. 
 

Ada anggota yang terinfeksi covid-19


Ia pun bercerita bahwa ada anggota tari kecak yang terinfeksi covid-19. Hal ini membuat tari kecak menutup pertunjukannya lagi. 

“Termasuk anggota kita juga kena, akhirnya kita tutup kembali. Setelah Oktober ini, kita sudah mulai, jalur hijau. Makanya kita buka 31 Oktober 2020. Itu permintaan dari tamu-tamu, travel-travel semuanya,” jelasnya.  “Harus kita berani membuka per tanggal 31 Oktober kemarin,” jelasnya. 


bali
(Hiburan tari Kecak mulai dilakukan kembali di Bali dengan protokol kesehatan covid-19. Foto: Unsplash.com)
 

Pembatasan jumlah pengunjung


Untuk mengurangi risiko penularan, mereka membatasi jumlah pengunjung. “Artinya ketika normal kita masukan tamu sekitar 1300-an lah. Namun sesuai dengan protokol kesehatan artinya kita hanya bisa masukan 30 pengunjung sampai 400 setiap pementasan, sesuai dengan tanda-tandanya, sekitar 400 orang,” ujarnya. 

Tidak ada perubahan durasi pertunjukan. Kualitas dari waktu pertunjukan tetap sama. Kamu tetap akan merasakan nuansa seru seperti tari kecak sebelumnya. 

“Durasi pertunjukan tidak berubah. Namun personel kecak kita batasi sesuai dengan physical distancing,” jelasnya. Menurutnya dalam keadaan normal penari kecak itu hampir 90 orang. Namun sekarang hanya 50-an.

“(Sebanyak) 87. Kecak satu. Kita punya dua kecak. Kalo sekarang ini, di bawah itu, sekitar 55-an. Artinya per November,  ini kita buka, coba di hari Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, empat kali pertunjukan dalam satu minggu,” ungkapnya. 

Ia juga menambahkan bahwa durasi tari kecak itu tetap satu jam. Untuk cerita juga tak ada perubahan.

Selain memabatasi jumlah anggota, penari kecak juga diminta untuk memakai masker. Berdasarkan pantauan Medcom.id/gaya, mereka menggunakan masker berwarna kulit saat menari dan menyanyi. 
 

Mereka juga melakukan rapid test


Tak hanya itu, semua yang terlibat dalam pementasan juga harus mengukuti rapid test secara rutin. “Untuk setiap Sabtu Minggu kita semprot disinfektan untuk penarinya per satu bulan rapid test,” ujarnya. 

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, para pengunjung dan travel telah meminta pertunjukan tari kecak untuk dibuka kembali. Para penonton begitu antusias dengan ini. 

Mereka fokus mengikuti alur cerita dan keindahan tarian dan musiknya. Rasa antusiasme mereka juga ditunjukkan dari bagaimana mereka menerapkan protokol kesehatan. 

Pengunjung menaati datang dengan menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk area. Mereka juga mau diminta untuk menjaga jarak. 

Jika nanti kondisi sudah membaik, tetap jadi pahlawan bagi negeri sendiri dengan berwisata #DiIndonesiaAja. Dan jangan lupa pula kalau mau ke sini harus ketat menerapkan 3M agar semuanya terlindungi.
(TIN)

MOST SEARCH